Balik Atas
Jalan Nyata, Gerak Maya; Kampanye Anak Papua Merangkul Cyber
 
Pewarta: Redaksi Edisi 14/05/2015
| 1413 Views
KOMPUTERKU
Mengoperasikan ICT                                              Foto:IST

Jayapura,Papua

Jakarta terperangah menyaksikan hasil pemilihan langsung kepala daerah. Tanpa diduga, pasangan calon Jokowi-Ahok memenangi kursi gubernur-wakil gubernur di daerah Batavia itu, Indikasi kemenangan diperlihatkan oleh quick count sejumlah lembaga tepercaya. asupan IT ikut terserap bermain dalam intrik pertarungan. perjuangan gerakan kampanye kemenangan yang terus terang semakin canggih, peperangan ala robot seperti yang ada saat ini adalah gambaran maya sesorang atau mereka yang hidup ala mistis bertampang nyata…..ya memiliki panca indera tapi tak ber-jenis kelamin, apapun itu, kita semua dapat menginterpretasikan kehebatannya.Tontonan itu di saksikan oleh seantero masyarakat seluruh negeri, tak lepas juga di Tanah Papua, wajar saja karena Jakarta adalah poros konstalasi negera ini. Papua adalah negeri yang terletak di sisi paling timur Indonesia. negeri itu dianggap sangat mudah ditembus oleh batas-batas pembaratan karena dilihat memiliki wajah ketertinggalan, sebagaimana jakarta dengan keberagaman kreasi teknologinya yang cukup siap berkelahi di ruang entahberantah.

Papua sebagai salah satu negeri yang kental adat istiadatnya tersebut masih di isue-kan sebagai negeri kaya raya yang belum mengerti peradaban, beragam tetapi jauh dari bingar kecerdasan. entah siapapun dia, bermaksud baik atau bermisi destroyed sang-papua harus menerimanya. itulah perang dunia yang sudah cukup lama merambah jagad raya indonesia raya tetapi baru di negeri melanesia. Peradaban seakan menangis di tanah ini. Sungguh menakutkan, tangan jutaan orang dari seluruh penjuru negeri ingin menjamah sumber daya negeri kaya ini, walau sesungguhnya geliat anak-anak di papua pun bergetar ingin mengelola sumber daya penghidupannya sendiri, tetapi apalah daya karena sumber daya manusia yang belum siap menjadikan negeri cantik ini terjamah oleh tangan-tangan luar yang dianggap tidak bertanggung jawab pada sumberdaya yang masih banyak tersedia.

Tekhnologi bukan satu-satunya alasan yang mengekang anak-anak negeri ini untuk membangkitkan potensi diri. tetapi jalan ini yang di rasa cocok untuk sosok-sosok cerdas seperti Fransiskus xaverius Kobepa atau juga Markus Yosep Imbiri dan masih banyak lagi anak muda papua potensial.

Dikala sebuah peradaban teknologi mulai terbentuk, papua tidak seharusnya tertinggal dari peradaban itu, kesempatan yang menjadi peluang mulai menganga di hadapan wajah-wajah anak negeri. siap tak siap wajib menerimanya.

Seiring waktu berjalan, adaptasi mulai menjelaskan langkah demi langkah, sosialisasi sampai konsolidasi terus di lakukan. Teknologi informasi dan komunikasi dari karya dedikasi tanpa upah semakin tak terbantahkan, banyak anak papua yang mulai terpanggil untuk mengajak sahabat mengkolaborasikan kemampuan mengawali dunia baru, harapan mereka hanya satu, yakni berkampanye secara cyber membentuk langkah-langkah elok, elegant dengan karya cukup apik. mereka coba melangkah beradaptasi untuk cengkrama di ruang terbuka tanpa batas. Sebagaimana secara kasat visualisasi serta argumentasi di tunjukkan untuk pembuktian nyata bahwa anak negeri di tanah papua pun tak dapat di pandang sebelah mata. ( RTIK )

Sumber : Damai Papua

Berikan Komentar Anda