Jangan Rugikan Dana Hanya Untuk PON XX,Pemerintah Harus Serius Bangun Papua

Fransiskus Kobepa ,Sekretaris Generasi Muda Papua Untuk Hak Adat (GEMPHA) (Foto:jayatv)

Jayapura,Pemerintah Papua harus membangun tanah papua sesuai dengan visi dan misinya,terutama dalam mengangkat harkat dan martabat orang papua terutama dalam kesejahteraan dan proteksi masyarakat asli papua.

Jangan rugikan Dana yang begitu besar hanya untuk penyelenggaraan Pekan Olahrga Nasiona (PON) XX pada tahun 2020 di Papua dilaksanakan untuk sukses ,Pemerintah Papua Harus Serius Bangun Papua menata dan memperbaiki berbagai hal terutama pelayanan publik kita ketahui bahwa papua sudah jauh terbelakang” hal tersebut diungkap Fransiskus Kobepa, Sekretaris Generasi Muda Papua Untuk Hak Adat (GEMPHA) kepada media ini (28/03/2017) Via Telepon Selluler di Jayapura.

lebih lanjut ia menjelaskan ,Pemerintah Provinsi Papua membutuhkan dana sekitar Rp 8,6 Triliun untuk membangun sarana-prasarana PON XX pada tahun 2020 di Papua, dana ini belum termasuk anggaran penyediaan sarana pendukungnya seperti penyediaan air besih dan listrik, sumber dana yang kita butuhkan dari APBD dan APBN.

“kita melihat bahwa penyerapan dana yang begitu besar untuk sebuah agenda pemerintah daerah, sementara presentase penduduk miskin di Papua mengalami kenaikan sebesar 0,24% yaitu 28,40% tahun 2015 menjadi 28,54% pada tahun 2016 dan Indeks Pembangunan Manusia Papua yang berstatus rendah yaitu 5,25 sesuai dengan data dari BPS Provinsi Papua”jelas Fransiskus.

Sekretaris GEMPHA Mengharapkan bahwa Pemerintah harus meninjau Amanat Undang-Undang Otsus No 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua sekarang berada pada detik-detik terakhir (2001-2025)

“saya harapkan dalam waktu kurang 8 (delapan) tahun akan berakhir. Penyerapan Dana yang begitu besar, pemerintah melihat lagi kontribusi PON apakah merupakan kebutuhan mendasar orang papua hari ini  atau tidak”harap Fransiskus Yang Juga Anggota PPWI Indonesia itu.

Andre

Berikan Komentar Anda

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.