BALIK ATAS
Jokowi Berguru dari Fidel Castro
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 11th November 2014
| 1056 DIBACA
                              Oleh: Jackson Ikomouw*)
 Presiden
terpilih Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, “Jika, Ingin mau membangun
kesejahtran rakyat; segera nasionalisasi perusahan-perusahan asing di
Indonesia,  yang  beroprasi sejak tahun 1966 hingga sekarang. Buktikan
“Refolusi Mental”. Segerah mengambil bertindak tegas, seperti Presiden
Kuba, Fidel Castro, yang berhasil menantang Amerika Serikat, hanya
untuk merubah tatanan kehidupan rakyatnya. Oleh sebab itu, Presiden
terpilih ke-7  Indonesia, segerah menuntaskan dasar utama persoalan
konfirasi politik ITU.

Mantan
Wali Kota Solo, Jokowi.  Telah berhasil merahi RI 01 melalu pelaksanaan
Pemilu 2014. Diusung dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDI-P). Sementara sedang menunggu pelantikan. Sejumlah persoalan sedang
menanti. Akankah, Jokowi jalankan roda pemerinta sesuai Visi dan Misi
dimasa kepimimpinanNya? juga mampun, mengusir kapitalisme dari Indonesia
?
Persoalan di negara kepulauan ini, bagaikan guyuran
hujan. Satu masalah usai, timbul masalah baru. Mas Jokowi memimpin dalam
segudang masalah. Tak ada jalan lain  untuk upaya menyelesaikan,
‘Hanya, tempu jika reviu kembali awal penanaman modal asing di
Indonesia.
Benahi, tatanan kehidupan rakyat Indonesia
untuk mewujudkan pembangunan kesejahtran penentunya pada kharisma
seorang RI 01 terpilih. Fidel Castro menyadari; untuk mendirikan sebuah
negara merdeka ialah membangun kesejhatran rakyat. Do tindak tegas  akan
karena penuh kecintaan terhadap rakyat Kuba. Telah berhasil menantang
Freeport Sulphur. Sebuah perusahan raksasa Amerika tahun 1959.
Ketika,
Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Seluruh
perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Akhirnya, bangkrut
berkeping-keping. Hal tersebut terungkap dalam tulisannya Lisa Peace.
Bangkutnya perusahan yang berproduksi nikel tak berdaya, namun terjadi
keteganan di Kuba.
Namun. Disaat ini, dasar utama
persoalan Indonesia, senasib dengan rakyat Kuba di masa kepemimpinan
Batista. Jika presiden baru terpilih, berani menantang Amerika dan
sekutunya, akan nampak pembangunan rakyat Indonesia, dan jahu lebih baik
kehidupan rakyat Indonesia dari sebelumnya.
“Indonesia tak ada
harap untuk bernapas, jika perusahan asing tidak di nasionalisasikan.
Bikin tamba masalah, menamba masalah, rakyat terus menderita, kemiskinan
dan penganguran akan meningkat. Para pemimpin di Indnesia tidak sadar
akan jasa para pejuan Indonesia yang telah pertarukan nyawa mereka demi
menentukan nasib sendiri.
Kepemimpinan Jokowi menentukan
nasib rakyat Indonesia kedepan, akankah nasib rakyat Indonesia masih
terus seperti sebelumnya ? sangat di sayangkan,. Apabila masa
kepimimpinan presiden baru “tidak usir” perusahan asing di Indonesia.
Nasib bangsa ini, akan menuai kehancuran.
Awal, penanaman modal
asing di Indonesia dilakukan Seoharto dengan dijinkannya PT.Freeport.
Salah satu perusahan yang pada awalnya beroperasi di Kuba.

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM