BALIK ATAS
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM
Kabupaten dan Kota Diminta Dorong Pengrajin Hasilkan Produk PON
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 28th Februari 2019
| 248 DIBACA

https://papua.go.id/files/news/1551235003.Kepala%20Dinas%20P3AKB%20Papua%20Anike%20Rawar.JPG

Jayapura,Pemerintah kabupaten dan kota di bumi cenderawasih, diminta mendorong para pengrajin di wilayahnya untuk menghasilkan produk yang dapat dijual bagi pengunjung, atlet maupun official saat perhelatan Pekan Olahraga Nasinoal (PON) XX 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Anike Rawar, di Jayapura, kemarin.

Menurut ia, sudah saatnya pemerintah kabupaten dan kota mendorong para pengrajin agar mulai menyiapkan diri sejak saat ini, sebab potensi ini merupakan peluang yang baik bagi perempuan-perempuan Papua untuk meningkatkan kualitas dan ekonomi keluarganya.

“Diantaranya mungkin dengan membuat kerajinan noken tetapi yang bernuansa PON. Sebab kami di provinsi pun terus berupaya menyiapkan mama-mama pengrajin noken sehingga bisa menjadi cinderamata bagi pengunjung.”

“Yang pasti tiga tahun belakangan ini kami sudah mengumpulkan mama-mama pengrajin pada 29 kabupaten/kota untuk memproduksi noken dalam jumlah besar. Kita harap pemda kabupaten dan kota pun melakukan hal yang sama. Diantaranya dengan memberi bantuan peralatan serta bahan untuk membuat noken, seperti benang dan jarum. Sehingga mama-mama ini dapat meningkatkan produksinya,” ucap ia.

Anike Rawar menambahkan sudah waktunya pengrajin mulai memperkenalkan produk noken berlogo PON XX 2020 kepada masyarakat. Sebab waktu pelaksanaan iven empat tahunan itu tinggal beberapa bulan saja.

Untuk itu, ia berharap para pengrajin agar mulai memasarkan hasilnya sehingga bisa populer di kalangan publik.

“Intinya saya hanya berharap agar semua pengrajin di Papua bisa menangkap peluang dengan akan diselenggarakannya PON. Sebab sampai anyaman menyerupai noken berlogo PON dari Pulau Jawa misalnya, yang justru masuk beredar dan populer di Papua,” pungkasnya.

Humas Pemprov Papua

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM