BALIK ATAS
TENTANG KAMI |REDAKSI | DISCAIMER| SITEMAP| PRIVACY| IKLAN | KODE ETIK| PENGADUAN |
Kapolda Papua Optimis Pilkada di Papua Berjalan Lancar
Diterbitkan Oleh: Redaksi Date 9th Juni 2018
| 115 DIBACA
Kapolda Papua Irjen Pol Drs.Boy Rafli Amar, M.H ketika diwawancarai awak media (Photo : Christian Degei/PapuaLives)

Jayapura, Proses pemilihan kepala daerah ditingkat provinsi maupun daerah tengah mulai melakukan persiapan pesta yang dikenal dengan “pesta demokrasi”, dengan dermikian, dalam hal Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, M.H mengatakan akan optimis pilkada di Papua dengan harapan akan berjalan lancar tanpa intervensi dari dari pelbagai kalangan.

“Kepada seluruh masyarakat Papua dalam proses pemilihan kepala daerah tanggal 27 Juni kelak harus mendukung dalam pelaksanaannya agar supaya dengan pilkada damai ini kondisi dan situasi Papua bisa terjamin kelak dalam kehidupan bermasyarakat,”kata Kapolda Papua kepada awak media di Jayapura, Jumat (08/06/2018).

Menurutnya, sebelumnya para kandidat telah melaksanakan kampanye damai secara terbuka maka telah memunyai multifungsi maka makna damai tersebut, harus diwujutkan dalam pelaksanaan pemilihan umum nanti.

“Perlu ada kesadaran para setiap kandidat dalam membangun kepercayaan kepada masyarakat dan dapat diutamakan makna damai dalam pemilihan kepada daerah agar dengan demikian damai membuat kita menjadi satu untuk membangun Papua secara khusus dan Indonesia secara umum,”ungkapnya.

Dirinya mengharapkan, pemilihan kepala daerah ditingkat provinsi maupun daerah perlu melakukan pengawasan dalam sistem noken karena lantaran sistem noken menjadi persoalan besar selama pemilihan kepada daerah di Papua berlantas. Tidak harus diberlakukan sistem noken dalam pemilihan kepala daerah di Papua plus.

“Iya, itukan jelas karena pengalaman selama ini kan terbukti benar bahwa sistem noken menjadi persoalan utama yang hendak menimbulkan konflik horizontal maupun vertical ditengah masyarakat Papua. Oleh sebab itu, hindari menggunakan sistem noken, kendatipun sudah menjadi tradisi orang Papua,”tuturnya.

Christian Degei

Berikan Komentar Anda