BALIK ATAS
Karyawan minta BUMN Berkualita Mengelola Perusahan Kelapa Sawit
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 20th Februari 2016
| 1099 DIBACA
Hearing-Dialog-Komisi-II-DPR-Papua-dengan-Karyawan-PTPN-dan-Masyarakat-kabupaten-Keerom-655x360
Hearing Dialog Komisi II DPR Papua dengan Karyawan PTPN dan Masyarakat kabupaten Keerom

Jayapura,20/02/2016,PAPUALIVES.COM – Karyawan PT. Perkebunan Nasional (PTPN) II kebun arso Papua berharap, perkebunan kelapa sawit agara dikelola oleh Badan Usaha milik Negara (BUMN) yang berkualitas serta memiliki manajemen yang baik.

Hal ini diungkapkan Richar dalam hearing dialog komisi II DPR Papua bersama karyawan PTPN II dan masyarakat keerom yang berlangung di aula gedung PTPN II Arso, Kabupaten Keerom, Jumat (19/2).

Dikatakan, Terkai pengajuan Pemerintah Provinsi untuk mangambil alih operasional PTHN II pihaknya tidak keberatan dan itu legal namun dirinya berharap agar perusahan ini tetap dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Permintaan kami, tetap di asuh oleh BUMN namun dengan kualitas yang baik, manajeman yg baik dan struktural yang jelas agar  apa yg kami harapkan bisa terakomodir lewat tim yang sudah ada,”harapnya.

Bukan hanya itu, dirinya juga berharap pemerintah harus membangun pabrik yang  di wilayah perkebunan yang bisa menghasilkan produk jadi dan dengan hadirinya pebrik baru dapat menciptakan lapang pekerja baru bagi masyarakat.

” Pemerintah perlu bangun papbrik baru sehingga terbuka lapangan pekerjaan sekaligus menunjang operasional dan menghailkan produk jadi,”harapnya.

Kata ia, Karyawan yang bekerja di PTPN II disini adalah pahlawan dan pihaknya  telah melobi untuk bertemu komisi II namun akhirnya doa tersebut terjawab melalui hearing yang dilakukan Komisi II DPR Papua kendati demikian semua wajib menghargai perusahan ini.

“Perusahan yang sudah jalan selama ini tentunya  patu di hargai karena kehadiran prekebunan telah merubah wajah masyarakat Keerom. Dan tidak bisa dipungkiri jika kehadiran perusahan ini telah sanggup dan menjadikan daerah ini menjadi satu  kabupaten keerom,”katanya.

Dirinya mengakui usia perusahan ini tidak mudah lagi  namun semakin lama perusaha semakin tua dan mulai menurun produktifitas. “Wajar jika harus di ganti tapi jangan seperti kacang lupa kulit,” ujarnya. (odon)

Wiyainews.com

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM