Balik Atas
Keadilan harus merata, tanpa pandang suku atau latar belakang apapun
 
Pewarta: Hiswita Pangau Edisi 20/09/2019
| 377 Views
Novita Opki Staf LBH Papua (Foto:Hiswita/PapuaLives)

Jayapura, Novita Opki adalah gadis 25 tahun, lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo Jogjakarta, bergabung di LBH Papua sejak mei 2019, setelah mengikuti pelatihan bantuan hukum selama lima hari, dengan berbagai informasi dan materi yang di berikan tentang pelatihan bantuan struktural, teknik atau cara mendampingi kasus untuk orang-orang yang butuh bantuan hukum. Pasca pelatihan, LBH Papua kemudian membuka kesempatan sebagai relawan, dan salah satu syarat adalah pernah mengikuti pelatihan bantuan hukum tersebut.

Setelah diterima dan bergabung menjadi relawan, Novita adalah sebagai pendamping advokasi, untuk sipol fokus pada kasus perempuan dan anak, juga membantu untuk bagian kampanye.

” Banyak pengalaman baru, apalagi latar belakang pendidikan yang jauh dari hukum, namun setelah beberapa waktu bersama LBH saya lebih tersentuh dengan kehidupan masyarakat, dan LBH adalah lembaga yang memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma, jadi jika ada masyarakat yang merasa kesulitan untuk mengakses bantuan hukum, apalagi kaum marjinal, bisa datang ke LBH Papua, disini kami lebih kepada mengabdi.” katanya.

Saya senang dan bersyukur, seperti ada satu kasus yang kami tangani, saat ini menunggu putusan, yaitu perempuan pemakai ganja dan ternyata juga sebagai pengidap HIV, dan kami baru tau, saat dia sudah di dalam sel, itupun kami tau dari mamanya yang menghubungi direktur kami. Ini salah satu pengalaman yang berkesan untuk tim kami.

“Kami berharap Keadilan itu merata tanpa pandang suku atau latar belakang apapun” harapnya.

Berikan Komentar Anda