BALIK ATAS
Kejutan timnas Jerman antara Hirving Rodrigo Lozano dan Leroy Sane
Diterbitkan Oleh: Redaksi Date 19th Juni 2018
| 213 DIBACA

sane

Jayapura, Sebelum berangkat ke Rusia pelatih Der Panzer Joachim Low membikin kejutan luar biasa dengan mencoret pemain muda berbakat Leroy Sane. Pemain muda terbaik di liga Inggris kelahiran 1 Januari 1996 (usia 22 tahun), Essen, Nordrhein-Westfalen, Jerman harus menerima kenyataan. Dia  tersingkir dari persaingan skuad Jerman ke Piala Dunia, Rusia 2018.

Banyak pihak menilai keputusan ini sangat tidak tepat, bahkan ada pula khususnya pemain timnas Jerman mendukung Low. Meski Low mengaku sangat sulit untuk melakukan keputusan tetapi akhirnya kejutan pun terjadi. Pemain blasteran Jerman Senegal itu hanya bisa menyaksikan sesama rekan-rekan di Manchester City memperkuat negaranya masing-masing David Silva di Spanyol,  Kevin De Bruyne dari Belgia , Sergio Aguire dari Argentina. Tandemnya di Mancester City Raheem Sterling bersama timnas Inggris.

Tak heran kalau eks kapten Jerman yang pernah merasakan kompetisi di Inggris Michael Ballack justru berbeda pendapat atas pencoretan Leroy Sane. Ia tegaskan tidak setuju atas pelatih Jerman mengorbankan keterlibatan Sane di Piala Dunia 2018. Terutama Julian Brandt dinilai Ballack tidak selevel dengan Sane.

“Dia menunjukkan semua kualitasnya dan bisa memberikan pengaruh besar di Piala Dunia dengan kemampuannya. Saya sangat menantikan melihat pemain seperti itu di turnamen ini,” kata Ballack.

“Saya benar-benar tidak bisa melihat alasan olahraga apa pun di belakangnya. Lupakan saja. Posisi yang dimainkan Julian Brandt membutuhkan banyak fantasi. Dia tidak selevel dengan Sane. Sane bermain untuk klub yang lebih besar, bermain bersama pemain yang lebih baik.”

2017-09-02T025808Z_2075010749_RC1E2B534A50_RTRMADP_3_SOCCER-WORLDCUP-MEX-PAN-960x450

Kejutan Sane terlalu berlalu dan kini semua fans Jerman terkejut lagi ketika pemain muda asal Mexiko menjebol gawang kapten Jerman Manuel Nuer yang baru sembuh dari cideranya.Hirving Rodrigo Lozano pemain kelahiran 30 Juli 1996 mampu membikin kejutan mencetak gol bagi kemenangan Mexico.

Seumuran dengan Sane tetapi Lozano gelandang PSV Eindhoven beruntung karena bisa diboyong ke Rusia dan berhasil membikin gempa kecil di Mexico, seluruh rakyat menggoyang bumi Mexico hingga ada sedikit tanah goyang.

Jika ingin lolos pasukan Low harus mengalahkan Swedia dan Korea Selatan guna memuluskan jalan ke babak selanjutnya jika bermain imbang atau kalah. Tim Panzer Jerman siap-siap angkat koper lebih dini dan kejutan terus terjadi.

Peranakan Senegal

sadio-mane-liverpool-transfer-new-signing-melwood-press_3491730

Seandainya Sane tetap mempertahankan dirinya sebagai warga negara Senegal, kemungkinan besar akan bergabung dengan skuad Sanegal. Pasalnya dalam timnas Senegal berkumpul banyak pemain asal Liga Inggris termasuk striker Liverpool, Sadio Mane.

Tapi dia memilih negara ibu kandungnya asal Jerman, Regina Weber.

senegal-siap-ulangi-memori-915959a423eea3b

Sane lahir dari keluarga olahraga. Ayahnya adalah Souleyman Sane, yang merupakan seorang penyerang yang sempat menjadi mencetak gol terbanyak Bundesliga 2 dengan torehan 21 gol saat memperkuat SC Freiburg pada 1987-1988.

Sementara itu ibunya adalah Regina Weber yang pernah meraih medali perunggu pada cabang senam ritmik pada Olimpiade 1984.

Namun, darah sepak bola lebih kuat mengalir dalam diri Sane.

Sane memulai kariernya dengan memperkuat salah satu eks klub ayahnya, SG Wattenheid 09, saat masih berusia lima tahun pada 2001.

Empat tahun kemudian, dia bergabung dengan Schalke 04. Sempat tiga tahun berseragam Bayer Leverkusen, Sane kembali ke Schalke pada 2011.

Pada 21 Maret 2014, Sane akhirnya menjadi pemain profesional setelah menandatangani kontrak selama 3 tahun bersama Schalke. Keberhasilan Sane menembus skuat inti Schalke tidak terlepas dari keteguhannya.

“Saya tidak pernah ingin jadi astronot. Saat saya berusia 16 atau 17 tahun, saya tidak pernah ke pesta. Saya hanya memiliki sebuah hobi yakni sepak bola,” ungkap Sane dalam wawancaranya dengan surat kabar Jerman, Sueddeutsche Zeitung, pada 2015.

Nama Sane mulai diperhitungkan saat pemain kelahiran Essen tersebut menjadi pemain termuda Schalke yang mencetak gol di Liga Champions.

Dia mencetak satu gol yang mewarnai kemenangan Schalke atas Real Madrid dengan skor 4-3 di Santiago Bernabeu pada 2015.

Bahkan, hanya Dele Alli (19 gol), Ousmane Dembele (17), dan Anthony Martial (16) yang lebih banyak terlibat dalam penciptaan gol daripada Sane (14) di antara pemain berusia 21 tahun atau kurangtampil-dengan-skuad-muda-mantan-pemain-timnas-jerman-optimis-pertahankan-gelar-piala-dunia-vDaOQnG9Sp

Sumber : goalpapua/red

Berikan Komentar Anda
TENTANG KAMI |REDAKSI | DISCAIMER| SITEMAP| PRIVACY| IKLAN | KODE ETIK| PENGADUAN |