BALIK ATAS
Kepala BPMK Dogiyai : Dari 2014 hingga 2016 ,Terkesan Dana Prospek Belum Bisa Salurkan
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 16th April 2016
| 817 DIBACA
Kepala BPMPK Kabupaten Dogiyai,Yusak Auwe,S.Sos
Kepala BPMPK Kabupaten Dogiyai,Yusak Auwe,S.Sos (Foto:Agus Tebai)

Jayapura ,16 /04/2016,PAPUALIVES.COM – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung,Kabupaten Dogiyai,Yusak Auwes.S.Sos,menyatakan dana alokasi Prospek dari tahun 2014 hingga tahun 2016 ini,terkesan belum menyalurkan ke tiap – tiap kampung. Di karenakan,kekurangan dana di beberapa Kampung yang tersebar di Dogiyai.

Ia menjelaskan, sementara belum bisa dianggarkan karena masih kekurangan dana di beberapa kampung. Padahal,menurutnya,masyarakat sedang ngotot soal dana prospek ini.

“ Masyarakat Kampung selalu datang tanya – tanya kami ,kapan akan disalurkan dana ini. Sudah lama sekali belum bisa salurkan” katanya,Rabu (13/04) ,di ruang Kerjanya,Moanemani ,Dogiyai.

Terkait persoalan dana,dia menjelaskan , dirinya baru dilantik dibeberapa bulan lalu . Sehingga,belum tahu maksimal persoalan masalah dana prospek ini. “Apakah letak masalah di BPMK Propinsi atau daerah . Akan saya koordinasi pihak – pihak terkait “ katanya.

Sementara itu,Kepala BMPK Propinsi Papua,Donatos Mote,yang dilansir Pasifik Pos.Com,menyatakan pihaknya meminta Pemerintah daerah (Pemda ) segera segera menyalurkan dana Prospek 2014 & 2015 yang masih tertahan di kas daerahnya.

“Kita minta seluruh kabupaten agar segera menyalurkan dana Prospek 2014 dan 2015 yang sampai saat ini masih tertahan di rekening kas daerah kabupaten. Tujuannya apa, supaya masyarakat bisa menikmati programnya,” kata Donatus, Kamis (14/4).

Menurut dia, sejumlah kabupaten yang sampai saat ini belum menyalurkan dana Prospek 2014 – 2015, yakni diantaranya Dogiyai, Deiyai, Paniai serta Sarmi. Mereka beralasan belum seluruh kampung diakomodir sebagai penerima program Prospek.

“ Tapi bapak Gubernur sudah memberi solusi dan memerintahkan agar dana Prospek yang diterima pada 2014 dan 2015 dibagi rata ke seluruh kampung. Hanya instruksi itu dari pihak Pemkab belum juga dilaksanakan sampai hari ini”.
“Apalagi ada kabupaten yang ingin laporan pertanggung jawaban penggunaan dana Prospek 2014 dan 2015 digabung menjadi satu. Ini tidak boleh dilakukan karena pertanggung jawabannya mesti terpisah,” aku dia.

 

AGUS TEBAI

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM