Balik Atas
Kepala Dinas Kesehatan Papua Klarifikasi Pemberitaan 14 Balita Meninggal Di Kabupaten Nduga
 
Pewarta: Redaksi Edisi 27/11/2015
| 1368 Views

Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloisius Giyai, saat memberikan Klarifikas di Kantor UP2KP, Kamis (26/11/15)

Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloisius Giyai, saat memberikan Klarifikas di Kantor UP2KP, Kamis (26/11/15)

Jayapura,Wiiyai News – Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes memberikan klarifikasi dan tanggapan  terkait pemberitaan di berbagai media massa baik cetak dan elektronik dengan judul berita kasus meninggalnya  41 balita di bawah umur 2 tahun, di Distrik Mboa Kabupaten Nduga – Papua, akibat terserang ISPA pada 24/11 lalu, kepada sejumlah wartawan cetak dan elektronik di kantor UP2KP Kotaraja, Kamis,(26/11/15).

Meski membenarkan adanya kasus tersebut, namun dirinya mempertanyakan ke akuratan sumber data yang dimiliki wartawan tertentu  hingga dapat mengekpos jumlah  balita yang meninggal hingga  sebanyak 41 balita, yang diakibatkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Seperti yang diungkapkan Aloisius Giyai,hingga hingga 26 November data yang valid yang diperoleh pihaknya ini hanya sejumlah 31 balita yang meninggal, seperti yang di beritakan Media Online Wiyainews.com dan Tabloid Jubi.

Sementara hari ini Kamis (26/11/2015) dilaporkan bertambah satu lagi balita meninggal hingga jumlah keseluruhan  menjadi 32 korban balita, penyebab kematiannya sendiri pun belum diketahui, karena belum teridentifikasi.

Dirirnya mengaku telah mengirimkan tim untuk melakukan pengambilan sampel darah pada untuk dipastikan penyebab kematian massal 32 balita tersebut.selain pada tubuh balita,pengambilan sampel darah juga akan dilakukan pada binatang,karena berdasarkan laporan yang didapatkannya,sebelumnya ternak piaraan seperti Ayam dan babi juga mati secara missal tanpa penyebab yang jelas.

“Yang benar itu 31 korban yang meninggal, hari ini tambah satu lagi, berarti jumlah validnya 32 balita yang telah meninggal dan penyebab kematiannya belum diketahui, kita antisipasi segala kemungkinan, kita tidak bisa kira-kira ini lembaga formal jadi datanya itu harus akurat. Kami sudah terima laporannya dan telah mengirimkan tim untuk mengambil sampel darah korban dan juga pada binatang,”kata drg. Aloysius Giyai, M.Kes kepada wartawan di Jayapura.

Pihaknya menyayangkan pemberitaan beberapa media nasional di Papua yang tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada dirinya selaku pejabat yang berkompeten dalam bidang kesehatan di Papua, sehingga pada pemberitaannya nanti tidak terkesan sepihak.

Alosius Giyai menambahkan tidak menutup – nutupi fakta terkait kesehatan yang terjadi di Papua, namun pihaknya tetap berupaya untuk menyelesaikannya atau paling tidak dapat menguranginya angka kematian balita di Papua.

Wiyainews.com

Berikan Komentar Anda