Balik Atas
Ketika aku merindukanmu
 
Pewarta: Redaksi Edisi 23/11/2014
| 1057 Views
Ketika aku merindukanmu
Ku tuliskan semua rasa yang ada Ku coba rangkai menjadi bait-bait puisi indah
Seadanya
rasa ini, sedalamnya hatiku


Ketika aku
merindukanmu
Tak terasa tetes airmata jatuh dipipiku
Dikala tak sedikit pun dapat ku temui adamu
Lirih pun tak ku dengar suara manismu
Ketika aku merindukanmu
Aku ingin waktu
berputar kemasa lalu
Saat dimana aku ada disampingmu
Ketika dirimu belum pergi dari kehidupanku
Ketika aku merindukanmu
Langit yang biru pun terasa kelabu
Panas mentari tak mampu hangatkan jiwaku
Tak ada rasa indah dalam kehidupanku
Ketika aku merindukanmu
Berjuta angan inginkan kembali kehadiranmu
Walau harus berjalan jauh menjemputmu
Ku rela demi bahagianya hatiku
Ketika aku merindukanmu
Semua langkah tanpamu terasa kaku
Tak ada tawa terlahir serenyah bersamamu
Hidup sepenuhnya terasa pilu
Ketika aku merindukanmu
Ingin rasanya aku menuruti semua egoku
Raih bahagiaku,
mungkin acuhkan bahagiamu
Syukurku, ketika
merindukanmu tak ku lakukan itu
Ketika aku merindukanmu
Ku tatap langit, kulihat engkau
menatapku
Ku tatap air, ku ingat kenangan bersamamu
Ku tatap hidupku, begitu kosong tanpamu
Ketika aku merindukanmu
Aku bersedih kala teringat dia disampingku
Begitu ingin ku hapuskan kerinduan ini
Namun hati masih ingin mengharapkan kembalimu
Ketika aku merindukanmu
Berjuta tanya menyeruak dipikiranku
Adakah juga kau rasakan kerinduan padaku
Tak terbersitkah keinginan bertemu lagi denganku
Ketika aku merindukanmu
Tak sedikitpun
ku sesali pertemuan awal itu
Tak ada hasrat untuk memisahkanmu
Tak ada rasa ingin membelenggu jiwamu
Ketika aku merindukanmu
Ratusan malam ku habiskan menunggu
Banyak mimpi ku tabur ditaman hatiku
Berharap esok kau berdiri didepan pintu hatiku
Ketika aku merindukanmu
Terkadang datang ragu, coba tepiskan indahmu
Terkadang ku peluk bayangmu yang semu
Ku tatap fotomu,
berharap engkau melihatku
Ketika aku merindukanmu
Berjuta penyesalan hadir atas semua khilafku
Berandai dapat ku perbaiki masa lalu
Seandainya dapat, ku tata ulang kehidupanku
Ketika aku merindukanmu
Terselip tanya “adakah kau menyesal mengenalku ?”
Terselip tanya “tak bisakah kau miliki saja diriku ?”
Terselip tanya “begitu mudahkah hapuskan diriku dari kehidupanmu ?”
Ketika aku merindukanmu
Setengahnya ku merasa malu, karna mungkin hanya aku
Di sampingmu bukan diriku, mungkinkah dipikirmu ada diriku
Hingga
dihatimu, masih bisa merindukan
sosok lemahku
Ketika aku merindukanmu
Hanya ungkapan rasa ini yang ku mampu
Meski takkan
pernah dapat menjadi obat bagiku
Sedikitnya melepaskan sedikit rasa dari hatiku
Ketika aku merindukanmu
Ku relakan semua rasa sayang ini menunggu
Ku biarkan diri ini mengenang memori masa lalu
Ku yakinkan hatiku jangan memilih tuk ragu
Ketika aku merindukanmu
Harapan tumbuh, serasa ku mampu sendiri dulu
Ku biarkan hati putih tanpa debu cinta yang lain
Mencoba buktikan betapa setianya diriku
Ketika aku merindukanmu
Ku berikan semua rasa sayang yang tulus untukmu
Ku hapus ingatan tentang ke tak sempurnaanmu Ku yakinkah hati sesungguhnya kita adalah satu
Ketika aku merindukanmu
Ku sadari betapa lemahnya diriku tanpamu
Ku teringat betapa kasarnya diriku dulu
Betapa ingin memohon dirimu kembali padaku
Ketika aku merindukanmu
Ku coba merangkai semua imaji bahwa kau pun merindu
Ku coba bermimpi kau pun memimpikan keberadaanku
Ku coba menunggu, buktikan takdir dan inginku
Ketika aku merindukanmu
Tak kuasa logika atas semua rasa dalam hatiku
Tak kuasa raga atas keberadaan jiwa lemahku
Tulus mencintaimu, dari ketidak sempurnaanmu
Ketika aku merindukanmu
Ku pintakan dirimu sehat selalu hingga batas waktu
Berkhayal kelak dapat ku lihat kembali sosok indahmu dan kudengar lagi, suara manja dan manismu
Ketika aku merindukanmu
Ku terpaku dengan kata-kata cinta dan setia
Tulus dan tanpa harus dirasa oleh berdua
Hingga sering membuatku menjadi rapuh
Ketika aku merindukanmu
Menjadi seperti inilah diriku
Terlihat jelas seluruh isi hati dan pikiranku
Hanya karena aku merindukanmu
Kurasakan putih dan tulusnya cinta Indahnya memberi, teguhnya rasa
Bagaimana hati mencoba setia
Ketika aku merindukanmu
Rindu hanyalah
satu-satunya kata di hatiku
Oleh :  Putra Pandu

Berikan Komentar Anda