Balik Atas
Ketua IPPP-MKP Bertemu Bupati Paniai Bahasa data Mahasiswa
 
Pewarta: Redaksi Edisi 23/10/2019
| 311 Views
Yanto Kadepa Ketua IPP-MKP ketika bertemu Bupati Paniai Meki Nawipa di depan Hotel Grand Abe Jayapura (Foto:Frans/PapuaLives)

Jayapura,Ketua IPPP-MKP Se-Indonesia Yanto Kadepa bertemu Bupati Paniai Capten Pilot Meki Nawipa di Hotel Grand Abe Setelah Pertemuan dengan Mahasiswa/FKM-KP Sekota studi Jayapura, 20 Oktober 2019 kemarin.

Yanto Kadepa selaku Ketua sambil menyerahkan data hasil revisi mahasiswa FKIP Se-Indonesia dari Penyerahan sebelumnya di kediaman Bupati Paniai, di Sentani pada tanggal 17 Sebtember 2019 lalu.

Yanto mengatakan sambil penyerahan data tersebut, data ini hanya revisi dari lalu sehingga untuk kerja kita, sebagiannya akan kita konsentrasi agar supaya bagimana untuk selamatkan mahasiswa FKIP Se-Indonesia yang sedang kuliah maupun akan wisudah dalam tahun ini 2019 demi kemajuan Pendidikan Paniai.

“Karena sebenarnya mahasiswa yang masuk di Jurusan Keguruan dan Ilmu Pendidikan itu harus Pemerintah setempat perhatikan baik dalam hal beri peluang pengabdian Sesuai profesi mereka di lapangan agar mereka tidak berfikir ke dunia lain seperti dunia politik, dunia bisnis dll ketimbang malah selain profesi guru yang mengisi mengajar. Hal-hal ini, karena mereka tidak punya bekali strategi belajar mengajar.”kata Yanto kepada media papualives.com (20/10/2019) dari Jayapura.

Yanto menambahkan, Karena pendidikan tidak maju di Paniai, adalah salah satu faktor yaitu; pemerintah tidak pernah membuka peluang kerja Sesuai profesi mereka di lapangan.

“Malah mereka bermasalah bodoh akan buat apa terhadap mahasiswa FKIP? sehingga agar pendidikan paniainya bisa perubahan maju maka pertama kita akan perhatikan tenaga guru yang kurang, sambil melihat kendala-kedala lain.”jelas Yanto.

Terkait itu,Bupati Paniai Capten Pilot Meki Nawipa mengatakan kita akan fokus agar bagaimana mempersiapkan SDM terutama sektor pendidikan yang unggul.

“Karena Masalah pendidikan itu, masalah yang harus fokus agar pembangunan di segala Lini bisa maju.Sehingga pertama yang kita harus fokus kerja adalah bagaimana menyelamatkan tenaga guru, yang artinya beri mereka peluang pengabdian di lapangan dgn jaminan bina karakter di sekolah karakter di Surabaya.”kata Bupati Meki.

Lanjutnya, setelah terbentuk, kita tarik mereka kembali di Paniai dengan jaminan guru kontrak dalam kurung waktu pengabdiannya 6 bulan, kemudianlah akan jadi guru berNIP.

“Sehingga, kalau mahasiswa FKIP Se-Indonesia yang sedang kuliah, bapak sudah terima tapi juga adik ketua datakan mahasiswa FKIP Se-Indonesia yang akan wisudah di tahun ini dalam waktu 1 minggu ini, kemudian kirim ke bapak supaya kita sekolahkan mereka di sekolah pembentukan karakter atau kerap dipanggil profesi guru di Surabaya.”terang Nawipa.

Ia menambahkan, Selain dari itu, kita pemerintah paniai juga sudah fikir akan programkan beasiswa.

“Untuk bagi yang akan kuliah di jurusan keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan Jurusan kedoktoran.”pungkasnya.

Berikan Komentar Anda