BALIK ATAS
Keunikan Pengobatan Tradisional :Ekegei Wegeii”Paniai,Papua
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 2nd April 2016
| 1328 DIBACA
6121366490_afb7f88ac0_b
Ilustrasi Membelah Tubuh (Foto:Ist)

Tradisi unik ini hanya biasa ditemukan di suku pendalamanPapua. Tradisi ini dilakukan oleh Suku Mee, biasanya dibela dengan silet (saat ini) di masa lampau masyarakat menggunakan batu kapak,,hal ini memang sudah menjadi kebiasaan turun temurun masih sering di pakai hingga saat ini berikut ceritanya

Pada saat masa kecil, saya sering melihat banyak orang dikampung yang melakukan hal ini dalam bahasa daerah paniai pada umumnya di sebut”EKEGEI WEGII” yang artinya membelah bagian tubuh yang terbentur karena Jatuh ataupun hantaman yang mengakibatkan pembengkakan ataupun inveksi pada bagian tubuh tertentu dengan maksud untuk mengeluarkan Nana ataupun darah kotor dengan harapan agar segera pulih kembali dan pada akhir tindakan dibungkus dengan obat tradisional (daun) yang dianggap memiliki khasiat menyembuhkan luka dan jika daunnya sdh kurang baik akan diganti dengan daun yang lebih segar untuk penyembuhan luka tersebut.


Kemudian dalam dunia medis kini jika hal serupa dilakukan dalam tindakan medis dengan maksud agar mengeluarkan Nanah, darah kotor dan merangsang pertumbuhan jaringan yang mati akibat bakteri yang menginveksi luka pada bagian tubuh tertentu lalu pada akhir tindakan dilakukan penjahitan agar lukanya rapi dan diberikan obat suntik dan pil agar lukanya mengering sembuh.

Dari hal diatas kita sudah bisa melihat bahwa masyarakat kita memiliki beberapa hal :
1.Memiliki kearifan lokal dalam menangani luka/pembengkakan, yang dapat kita teliti, seperti misalnya obat tradisonal (daun) yang sering digunakan itu demi kemajuan dunia farmasih/apoteker di Bumi Cenderawasih.


2. Secara analogi dan biologis mereka sudah mengerti bahwa ketika luka inveksi/pembengkakan jika dikeluarkan Nanah atau darah kotornya melalui “EKEGEI WEGII” maka akan lebih mudah sembuh karena akan terjadi peremajaan sel-sel untuk menumhkan jaringan yang rusak oleh bakteri(nanah/darah kotor).

Dalam hal diatas mungkin yang berbeda adalah masyarakat kita menggunakan silet maupun pisau tradisonal untuk membelah luka “EKEGEI WEGII” dan menggunakan daun yang dianggap berkahasiat diakhir pembersihan luka/pembengkakan dan dalam dunia medis menggunakan Teknik jahit luka yang telah dibersihkan dan diberikan Obat Suntik/minum untuk membantu proses penyembuhan luka..

Tetapi jika kita melihat pada dasarnya paradigma tradisonal dan Dunia medis kini adalah sama namun hanya berbeda pada, alat,obat,dan teknik penyembuhan.

Salam Lestari.

Fransiskus Kobepa/Jhons R Giay/Admin/PapuaLives.Com

Berikan Komentar Anda