BALIK ATAS
Komisi A DPRD Bersama BPMPK Dogiyai Bahas Stategi Pengalokasiaan Dana Kampung
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 16th April 2016
| 792 DIBACA

 

Kepala BPMPK ,Kabupaten Dogiyai, Yusak Auwe,S.Sos.
Kepala BPMPK ,Kabupaten Dogiyai, Yusak Auwe,S.Sos.(Foto:Agus Tebai)

Jayapura ,16 /04/2016,PAPUALIVES.COM- Guna meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat di kampung-kampung baik secara akselerasi, efisien dan efektif. Bahkan Juga penggunaan dana Kampung ditetap sasaran, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (BPMPK ) dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai.melakukan rapat koordinasi di Kantor BPMKP , Kamis (16/01) .

Dalam pertemuan tersebut juga membahas stategi – stategi dalam dalam pengalokasikan dana Kampung.

Elias Anou,Ketua Komisi A,Anggota DPRD yang membidangi Pemerintahan ini menyatakan pertemuan terbatas dengan eksekutif kali ini dalam rangka membahas penggunaan dana Kampung dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang nantinya ditepat sasaran.
“Pencapaian pembangunan sering kali juga dilihat dari peningkatan pembangunan ,jika adanya fungsi pengawasan dan pengontrolan tetap berjalan”Katanya

Untuk itu,Ia meminta dinas terkait melalukan evaluasi kembali dalam pengalokasiaan dana,agar pelayanan dan kesejahterahan masyarakat bisa tercapai. Bahkan juga meminta dalam perlu dilibatkan dinas – dinas terkait dalam pengalokasian dana,agar fungsi pemantau dan pengontrolan terhadap dana terus berjalan sehingga nantinya tidak terjadi korupsi. Dan juga ini akan berdampak pada kesejahteraan pembangunan didaerah.

“Salah satu contohnya,diakhir – akhir ini .Banyak kepala Kampung melakukan pencairan dana tanpa diketahui masyarakat dikampung itu,bahkan mereka tidak digunakan program unggulan yang sudah diusulkan dari kampung tersebut. Dana yang dikasih oleh pemerintahpun tidak digunakan kegiatan pembangunan kampung ,sehingga ini yang kita jaga bersama “tegas Elias.

Ia menilai , selama ini banyak Kepala – kepala Kampung salah gunakan dana.Bahkan setelah pencairan dana melakukan aksi – aksi yang tidak ingin bersama,seperti minum mabuk dan lain – lain . Sementara kegiatan pembangunan tidak diutamakan semaksimal.

“Contohnya,baru – baru ada pencairan dana oleh salah satu Kepala Kampung yang bersumber dari dana ADK . Kampung tersebut adalah Kampung Saikonai,Sukikai Selatan .Setelah pencairan, dana tersebut bawa turun di Nabire tanpa diketahui oleh masyarakat setempat . Uang tersebut,dipake foya –foya oleh Kepala Desa ,tidak gunakan kegiatan masyarakat. Hal – hal ini tersebut ini harus kita jaga bersama”Katanya.

Untuk itu, Ia meminta kepada Dinas terkait agar ada juknis – juknis dalam perencanaan dana hingga sampai pencairan dana. Agar mudah dalam proses pencairan dana,sehingga nantinya masyarakat bisa disaksikan bersama .
Sementara itu,Abner Boma,anggota Komisi A DPRD Kabupaten Dogiyai,mengayangkan sikap seorang Kepala Kampung yang terjadi Kampung Saikonai,Sukikai Selatan. Ia menjelaskan sebenarnya seorang kepala Kampung tidak boleh tunjukan sikap seperti itu.”Dana yang dikasih dari pemda itu ,digunakan untuk kepentingan masyarakat bukan untuk kepala Kampung ,Sekam dll”Jelasnya.

lebih jauh Ia mengharapkan kepada pemda dalam hal ini Plt .Bupati ,secepatnya mengambil langkah – langkah.”jangan sampai masih terulang kembali ,hal sama juga” tegasnya.

Pelaksana Tugas (Plt. ),Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung ,Yusak Auwe,S.Sos,menyatakan dirinya sangat sepakat dengan usulan dari eksekutif. Karena ,memberdayakan masyarakat kampung merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Untuk itu,kami tetap akan mengkoordinasikan sekaligus memberi gambaran riil terhadap kondisi pemanfaataan dana kampung terhadap masyarakat. Disamping itu juga ,kami tidak mau sendiri dalam pencairan dana. Agar ada pengawasan dan pengotrolan berjalan bersama,semua pihak –pihak terkait akan kami panggil seperti DPRD ,kepala Distrik.Perindakop dll” ungkapnya

Ditambahkanya ,pihaknya tidak mau seperti terjadi sebelumnya . Terkait pembuatan Juknis dalam pencairan juga akan berkordinasi dengan atas yaitu Bupati.Sehingga kata dia,kepala – kepala kampung tidak terjadi korupsi dan lain – lain.

Agus Tebai

 

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM