Balik Atas
Komisi II DPRP Akan Bentuk Pansus Ekonomi
 
Pewarta: Redaksi Edisi 22/02/2016
| 1174 Views
Deerd-Tabuni papualives
Ketua Komisi II DPR Papua Dert Tabuni

Jayapura,22/02/2016,PAPUALIVES.COM– Komisi II DPR Papua yang membidangi perekonomian akan membentuk  Pansus Perekonomian guna mendorong memaksimalkan potensi usaha daerah  dalam peningkatan ekonomi  masyarakat Papua.

“Contohnya begini, saya pakai batik Papua tetapi batik Papua ini cetaknya dimana?. Siapa yang  kerja?, keunikan ini siapa yang kerja?. Padahal orang Papua yang gambar, orang Papua yang kerja  tapi bagaimana untuk itu harus buka lapangan kerja untuk pencetak batik Papua. Itu salah satu  contohnya. Sehingga batik Papua menjadi souvenir khas Papua bagi wisatawan atau pejabat yang  berkunjung ke Tanah Papua,” kata Ketua Komisi II DPR Papua Dert Tabuni, di sela-sela hearing  dialog bersama masyarakat Keerom dan Karyawan PTPN Arso, Jumat (19/2).

Dikatakannya, dengan di bentuknya Pansus Ekonomi agar masyarakat Papua maupun Pemerintah  tidak menunggu sodoran dana dari luar Papua. Tetapi uang tersebut tumbuh di Papua, dan  dapat di nikmati oleh seluruh masyarakat Papua. “Ini yang harus kita lakukan, agar pendapatan masyarakat meningkat. Pendapatan Asli Daerah  (PAD) meningkat juga, dan terbukanya lapangan kerja yang besar,” ucapnya.

Selain batik Papua yang ia rasa belum optimal, masih banyak persoalan seperti pabrik petatas yang  sampai saat ini belum dibangun. Kenapa sampai harus dibangun pabrik petatas, karena mayoritas masyarakat Papua bekerja sebagai petani.

“Hasil berkebun mereka daripada di jual ke pasar tersebut, kan kalau sudah ada pabrik itu tinggal  kami arahkan ke pembinaan masyarakat. Kelompok ini tanam bulan ini, untuk panen bertahap  stoknya ada terus. Dan itu bagaimana caranya itu juga menambah penghasilan masyarakat Papua dan  PAD Papua,” ujarnya.

Menurutnya, di bentuknya Pansus Ekonomi tersebut agar disikapi oleh Pemerintah Provinsi Papua,   sehingga mendorong visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua yakni bangkit, mandiri dan sejahtera. Tiga poin ini merupakan penggerak dari visi dan misi Gubernur Provinsi Papua.

“Kebangkitan oke, kita sudah bangkit. Tapi kemandiriannya darimana?, terus mendapat kemandirian   itu mencapainya kesejahteraan. Kesejahteraan itu apa?, orang Papua sudah sejahtera dari sisi apa?.   Sekarang saja orang Papua ada rumah yang tidak layak, pejabat pejabat punya rumah mewah. Tapi  pangan, sandang ekonomis kita sangat dibawah.

Lanjut Deerd, dari visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua bangkit, mandiri dan sejahtera belum tercapai. Dimana mandiri dan sejahtera belum ada di Tanah Papua. Dikarenakan kemandirian  bukan dari bidang kesehatan, pendidikan, bidang infrastruktur. Namum beranjak dari bidang perekonomian masyarakat.

“Mandiri dari ekonomi, kalau mandiri dari ekonomi tekanan politik berbagai cara yang menekan. Loh  kita ekonomi mampu kok, kenapa susah-susah. Kalau ekonomi kita sudah mampu, kita siap. Tapi  kalau ekonomi kita tidak siap, sisi politik gampang menekan kita,” pungkasnya. (odon)

Wiyainews.com

Berikan Komentar Anda