BALIK ATAS
TENTANG KAMI |REDAKSI | DISCAIMER| SITEMAP| PRIVACY| IKLAN | KODE ETIK| PENGADUAN |
Komunitas WARNA Latih Pengelolaan Sistem Keuangan Sederhana
Diterbitkan Oleh: Redaksi Date 25th Agustus 2018
| 100 DIBACA
Suasana  dalam kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sistem Keuangan Sederhana dan Pelatihan Membuat Pernak Pernik Cendrawasih (23/8/2018) dari Kayu Gaba  (Foto:Christian Degei/PapuaLives)

Jayapura,Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) melalui program Citradaya Nita melakukan Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sistem Keuangan Sederhana dan Pelatihan Membuat Pernak Pernik Cendrawasih dari Kayu Gaba (23/8/2018) kemarin. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Komunitas, agar mampu mengatur keuangan dengan baik, dan mendapat informasi serta pengetahuan baru serta diskusi bersama komunitas.  Kegiatan ini dilakukan di Kantor Yayasan Harapan Ibu Papua, dan di hadiri juga oleh Ibu  Veneranda Kirihio selaku Pimpinan YHI-Papua.

Hiswita Pangau Kornidator Program Citradaya Nita Jayapura menyamapikan bahwa Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu upaya dalam program Pemberdayaan perempuan dalam penanggulangan Kemiskinan, yang dimulai pada bulan Juli dan telah di awali dengan workshop sosialisasi program”katanya

Pelatihan ini berlangsung cukup lama, karena banyak hal-hal menarik yang menjadi pembahasan, serta materi yang di kemas dengan begitu sederhana sehingga mudah di pahami oleh komunitas,”katanya.

Lanjut Wiswita, Perempuan dan dunia usaha memang menjadi menarik, karena banyak tantangan yang dihadapi oleh setiap individu dan berbeda-beda. Namun melalui program ini, perempuan diharapkan mampu keluar dari zona nyaman dan mengalahkan rasa takut untuk mencoba serta bersaing meski dengan usaha kecil.

Jihan Kantoli selaku Fasilitator mengatakan bahwa Perempuan memang sering kesulitan. Apalagi jika berhadapan dengan kebutuhan yang banyak, sehingga kadang modal usaha digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan ini yang perlu dirubah oleh komunitas.

Pada kesempatan yang sama Yulius Amamehi yang juga sebagai fasilitator memberi motivasi kepada peserta agar bisa berbagi ilmu dan informasi dengan sesama, agar talenta yang kita punya bertambah. Karena tidak cukup sampai pada diri sendiri.

Yulius sebagai fasilitator membuat pernak- pernik cendrawasih dari kayu Gaba, memberikan pelatihan serta informasi kepada komunitas, akan lebih baik jika kita tidak lagi memburu cendrawasih untuk digunakan sebagai ikat kepala atau pajangan setelah di awetkan. Lebih baik menggunakan yang dari kayu atau dari bahan apapun yang berbentuk cendrawasih.  Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini, sudah ada larangan keras untuk tidak menggunakan topi atau ikat kepala dengan cendrawasih asli.

Komunitas begitu antusias ingin belajar, apalagi permintaan dan pesanan untuk cendrawasih sangat banyak, sehingga komunitas perempuan berharap ini menjadi informasi dan pengetahuan baru yang bermanfaat dan akan memghasilkan untuk menunjang ekonomi keluarga.

Selanjutnya akan ada lebih banyak produk yang di pasarkan melalui sosial media hasil kerajinan dan keterampilan komunitas, yaitu cendrawasih dari kayu gaba, dompet dan tas dari benang, noken, bingkai dari koran, bunga dan sandal. Ini merupakan wujud komitmen bersama, dan di harapkan ini akan terus berjalan dengan memanfaatkan teknologi yang ada serta menyesuaikan dengan minat serta situasi yang ada saat ini. Apalagi saat ini sudah semakin banyak kerajinan dan keterampilan yang ada, namun untuk tetap eksis kita harus mencoba dan belajar hal-hal baru sebagai nilai tambah untuk produk yang akan di pasarkan.

Beberapa mama-mama sudah memiliki akun Facebook sehingga mulai belajar memasarkan sendiri, dan ke depan akan dilakukan pelatihan pemasaran melalui sosiak media.

Melalui program Citradaya Nita, mampu memberdayakan komunitas perempuan, sehingga meskipun program berakhir, namun komitmen bersama dan apa yang telah di bangun bersama dalam komunitas tetap berjalan.

Karena, Perempuan harus bisa berdaya dan mampu bersaing secara sehat dan mengatur keuangan dengan baik meski dalam bentuk sederhana.

Christian Degei

Berikan Komentar Anda