BALIK ATAS
Kota Sentani , Papua
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 23rd Juni 2014
| 3005 DIBACA

 

Kota Sentani (Dok:PapuaLives)

 

Sentani, Terletak 36 Km ke arah barat dari Jayapura, Sentani merupakan sebuah kota kecil yang berdiri di dekat Danau Sentani yang megah dan indah. Jika ingin berwisata ke kota yang sunyi, tenang, sejuk dan nyaman, Sentani merupakan kota yang tepat untuk dikunjungi.
Sentani menawarkan berbagai tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi di mulai dari wisata alam hingga wisata budaya. Seperti Danau Sentani, Pantai Hamadi, Pantai Dok II, Museum Loka Budaya, Tugu Jendral Douglas Mac Arthur, Monumen Pendaratan Sekutu, Pantai Base G, Pantai Sarmi dan masih banyak lagi tempat wisata yang wajib dikunjungi
Satu hal yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke Sentani adalah Festival Budaya Danau Sentani. Festival ini menawarkan keindahan budaya khas Sentani seperti tarian Kikaro, lagu-lagu daerah yang di perdengarkan saat festival berlangsung seperti Arowai Bunuh Bunuh Eh…, Aye Siakha dan masih banyak lagi yang dapat dinikmati dalam festival ini. Festival ini akan diselenggarakan festival danau sentani yang sudah tersohor di nasional dan dunia dan merupakan
Budaya
Sentani merupakan kota kecil dengan keanekaragaman budaya, mulai dari tari-tarian, nyanyian hingga makanan khas. Berikut ini beberapa contoh seni budaya yang dapat ditemukan di Sentani:
Kesenian
Tarian Kikaro
Tarian Kikaro merupakan tarian tradisional penduduk asli dari Kampung Dondai, Kecamatan Waibu, Jayapura. Tarian ini biasanya di selenggarakan pada upacara tradisional sebagai bentuk penghormatan terhadap Ondoafi (nenek moyang). Sebagai contoh ketika terjadi bencana alam yang menimpa desa, maka tarian Kikaro ini digelar untuk menenangkan jiwa para leluhur yang tidak tenang.
Lagu Arowai Bunuh Bunuh Eh…
Lagu daerah ini memiliki arti Arti sebuah kekayaan yang dimainkan oleh sekelompok pria dan wanita Sentani. Tarian ini dimaksudkan sebagai penerimaan harta yang diberikan pihak pria diterima oleh pihak wanita.
Lagu Waisabro
Lagu ini bercerita tentang penduduk yang berasal dari Sebayab, Sebrang, Sekori, dan Ayamnbea datang ke Kampung Dondai membawa hasil panen mereka untuk saling bertukar. Lagu ini juga merupakan bentuk persahabatan antara penduduk setempat dengan penduduk-penduduk di kampung sekitarnya.
Lagu Ayesiakha
Lagu ini bercerita tentang keindahan burung Cendrawasih yang hidup di hutan. Lagu ini juga merupakan bentuk apresiasi masyarakat Sentani atas sang pencipta yang telah memberikan kehidupan dan keindahan.
Kuliner
Papeda Makanan khas Papua yang terbuat dari bahan dasar sagu ini, sangat mudah untuk membuatnya. Hanya memerlukan sagu, garam, gula dan air hangat maka Bapeda siap disajikan.
Udang Selingkuh
Salah satu makanan khas Papua lainnya adalah Udang Selingkuh. Nama unik ini dikaitkan dengan keberadaan capit/jepit besar yang terdapat pada udang tersebut. Tekstur tubuhnya persis sebagaimana udang pada umumnya. Perbedaannya, udang jenis ini memiliki capit seperti capit kepiting.
Konon sebelum tahun 1987, udang selingkuh merupakan sumber protein hewani utama masyarakat yang tinggal di Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya. Pada saat itu, Sungai Baliem, yang letaknya berdekatan dengan Kota Wamena, menyimpan aneka jenis udang, yang dalam bahasa setempat disebut Udi.
Walaupun hanya bermodal bumbu seadanya, Udang Selingkuh sudah dapat dihidangkan dengan cita rasa yang enak dan khas. Keistimewaan lainnya terletak pada kandungan proteinnya yang amat kaya. Cara penyajiannya pun dapat disajikan dengan dua cara, yaitu dengan cara digoreng dan direbus. Bagi yang menyukai masakan digoreng, makanan ini akan terasa nikmat bila disandingkan di atas meja dengan nasi hangat, tumis kangkung dan aneka saus. Apabila direbus, akan lebih sedap jika ditemani dengan sepiring nasi hangat dan sambal tomat dan lalapan. Selain itu, walaupun jarang, Udang Selingkuh dapat disajikan dengan cara dibakar.
OBJEK WISATA
Danau Sentani
Danau yang memiliki luas 9.630 ha dengan ketinggian 75 meter dari permukaan laut ini, memliki panorama alam yang indah dan menarik dengan perkampungan dan perumahan penduduk yang khas asli terletak di pinggiran danau maupun pulau-pulau yang terletak di tengah danau yang pada umumnya berbentuk rumah panggung. Jalan yang menghubungkan antar rumah dan daratan berupa jembatan kayu.
Lebih menariknya, setiap tahun di danau ini selalu diadakan festival tahunan yaitu Festival Danau Sentani. Tahun 2010 ini, Festival Danau Sentani akan diadakan pada tanggal 19-23 Juni 2010. Festival ini merupakan festival kultural antara penduduk kampung yang terdapat di sekitar Danau Sentani.
Pantai Hamadi
Pantai yang terkenal dengan keindahan panorama dan airnya yang jernih ini, merupakan pantai yang sangat populer di Jayapura. Selain keindahan panoramanya, pantai ini juga sangat cocok untuk berjemur dan berenang. Dari pantai ini Anda dapat melihat gugusan pulau-pulau dan laut lepas. Pantai ini terletak 5 Km dari pusat kota dan dapat di tempuh kurang lebih 15 menit.
Monumen Pendaratan Sekutu
Monumen ini didirikan untuk mengenang pendaratan tentara Sekutu pada tanggal 22 April 1944 di Pantai Hamadi, di bawah pimpinan Jenderal Douglas Mac Arthur.
Monumen Pepera
Monumen ini dibangun untuk memperingati Deklarasi Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) pada tahun 1969, untuk menentukan keinginan rakyat Papua bergabung dengan Indonesia. Pemungutan suara dilaksanakan enam tahun setelah PBB menyerahkan Papua ke Indonesia. Monumen ini berada di APO, pos tentara sekutu yang pertama, 500 m dari pusat kota Jayapura.
Monumen Yos Sudarso
Dibangun untuk mengenang jasa Komodor Yos Sudarso yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Laut Arafuru pada tahun 1962, dalam rangka operasi pembebasan Irian Barat. Monumen ini terletak di Taman Imbi Pusat Kota Jayapura.
Pantai Dok II
Terletak di depan kantor Gubernur Provinsi Papua dengan pemandangan laut berlatar kota Jayapura, pelabuhan serta pulau-pulau kecil. Pantai ini ramai di kunjungi oleh penduduk kota Jayapura baik siang maupun malam terutama jika hari libur. Selain itu, Anda juga dapat menyantap berbagai jenis makanan yang banyak dijual di sepanjang pantai.
Pantai Base G
Pantai yang indah membentang disepanjang Samudera Pasifik ini, memiliki pasir yang putih bersih serta air laut yang jernih. Pantai ini sangat ideal bagi para penggemar renang dan mandi sinar matahari. Tempat ini dahulu pada masa Perang Dunia II dijadikan sebagai Basis G, pusat logistik oleh tentara sekutu. Pantai ini dapat dicapai dengan berbagai jenis kendaraan sekitar lima belas menit dari pusat kota.
Teluk Yotefa
Sebuah teluk dengan panorama alam yang sangat indah. Disekitar teluk ini terdapat 3 kampung, yang terdiri dari Enggros, Tobati dan Nafri yang hingga kini masyarakatnya masih tetap mempertahankan adat dan budaya asli daerahnya. Di sini sangat cocok untuk para penikmat tradisi dan adat istiadat budaya Papua.
Teluk Imbi
Teluk yang terdapat di pusat kota Jayapura ini, memiliki pemandangan kota yang sangat indah. Teluk ini dapat ditempuh kurang lebih 10 menit dari pusat kota dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Jembatan Maro
Jembatan rangka baja yang terbentang sepanjang 600 m ini, membentang melintasi sungai Maro. Terletak 7 km dari pusat kota.
Monumen Yamagata
Dibangun oleh pemerintah provinsi Papua dan provinsi Yamagata Jepang ini merupakan tanda perdamaian dan persahabatan atas terjadinya Perang Dunia II. Monumen yang terletak di pusat kota ini, banyak dikunjungi oleh wisatawan Jepang. Untuk menuju tempat ini, Anda cukup berjalan kaki atau dengan kendaraan.
Pantai Sarmi
Terletak di sepanjang Kota Sarmi sekitar 200 m dari pusat kota Sarmi, selain dapat berenang dan menikmati pemandangan lautnya yang sangat indah, para wisatawan juga dapat memanfaatkan deburan ombak di pantai Sarmi untuk melakukan selancar air.
Pantai Holmafen
Untuk menuju ke pantai ini, Anda cukup berkendara dengan sepeda motor selama kurang lebih 1 jam ke arah barat kota Sarmi. Dahulu tempat ini digunakan sebagai tempat penebangan kayu. Deburan ombak dan pesisir pantai ini merupakan daya tarik tersendiri dan tidak dimiliki oleh pantai-pantai lain di Indonesia.
Tugu Lepas Landas
Tinggi tugu ini kurang lebih sekitar 10 m, terletak di pusat kota, tepatnya di persimpangan jalan Pepera dan jalan Merdeka di depan kantor bupati. Tugu ini melambangkan 25 tahun rencana Pembangunan Nasional ke-2 yang mau lepas landas pada tahun 1994.

FASILITAS

Hotel & Penginapan

Matoa Hotel INT’L
Jl. Jend. A. yani No. 14
Telp. (0967) 531633, 531437
Total kamar: 58

Swiss Bellhotel
Ruko RMFK Jayapura
Telp. (0967) 551888

Yasmin Hotel
Jl. Percetakan Negara No. 8
Telp. (0967) 533222, 536027
Total kamar: 42

Mahkota Beach Hotel
Jl. Hamadi Tanjung No. 1
Telp. (0967) 532997
Total kamar: 42

Agung Hotel
Jl. Argapura No. 37
Telp. (0967) 533777
Total kamar: 29

Dafonsoro Hotel
Jl. Percetakan Negara No. 20 – 24
Telp. (0967) 581104
Total kamar: 27

Rumah Makan

Restoran Dhnaita Corner
Jl. Sumatera, Dok II Jayapura
Telp. (0967) 22956
Total kursi: 50

Restoran Mandala
Kompleks Jayapura Bisnis Centre
Blok D No. 12 – 15, Jayapura
Telp. (0967) 31747/62
Total kursi: 100

Rumah Makan Juwita
Jl. Koti No. 42, Jayapura
Telp. (0967) 32590
Total kursi: 24

TRANPORTASI

Merpati Airlines
Telp. (0967) 591788

Air Efata
Telp. (0967) 592030

Trigana
Telp. (0967) 594383

indonesia-experience

Berikan Komentar Anda