Balik Atas
Kuota 80 Persen Di Pastikan Bagi Calon Praja OAP
Pewarta: Redaksi Edisi 12/03/2019
| 227 Dibaca
https://papua.go.id/files/news/1552365802.Rektor%20Institut%20Pemerintahan%20Dalam%20Negeri%20(IPDN)%20Prof.%20Murtir%20Jeddawi.jpeg
Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Prof. Murtir Jeddawi ketika ditemui wartawan kemarin di Jayapura (Foto: Humas PemprovPapua)

Jayapura,Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Prof. Murtir Jeddawi memastikan bakal mengalokasikan kuota 80 persen untuk merekrut calon praja orang asli Papua (OAP), dalam penerimaan tahun ini.

Hal demikian disampaikan Murtir Jeddawi di Jayapura, usai rapat bersama pejabat Pemprov Papua, para bupati, sekda dan kepala badan kepegawaian daerah, Senin (11/3/2019).

“Ini merupakan keberpihakan bagi orang asli Papua, sebab kita juga melihat animo anak-anak Papua dan Papua Barat untuk masuk dalam IPDN sangat tinggi sekali. Makanya kita dorong kuota 80 persen bagi OAP dan 20 persen bagi non Papua pada seleksi penerimaan praja IPDN formasi 2019,” terang ia.

Sementara terkait kunjungannya ke bumi cenderawasih, lanjutnya, bertujuan memberi penjelasan kepada pihak terkait agar pemenuhan kuota 80 persen bagi anak-anak asli daerah ini, bisa benar-benar tercapai.

“Juga ingin menjelaskan kepada pihak terkait agar nanti anak-anak Papua yang ikut seleksi ini mempersiapkan apa yang diperlukan. Sehingga mereka bisa berkompetisi dan dapat lulus sebanyak-banyaknya,” tutur ia.

Sementara ditanya soal jumlah kuota penerimaan seleksi 2019, dia sampaikan masih sementara diusulkan ke Menpan RB. Hanya satu hal yang pasti adalah perekrutan di Papua memprioritaskan anak asli Papua (80 persen OAP).

“Soal jumlah kuota kita tunggu saja. Yang pasti setiap tahun kuotanya bertambah terus.. dimana untuk tahun lalu saja yang lulus sebanyak 153 orang,” ucapnya.

Asisten Bidang Umum Sekda Papua, Elysa Auri meminta kepada kabupaten/kota agar mulai membekali para anak-anak lulusan sekolah menengah atas dengan memberikan pelatihan seleksi sistem CAT, agar kuota 80 persen itu bisa dipenuhi.

“Saya rasa ini jadi tugas kita bersama-sama. Sebab jangan sampai kuota 80 persen yang diberikan tidak bisa dipenuhi dan hangus. Makanya kalau boleh, jangan hanya 80 persen, kita siapkan lebih dari 80 persen,” tegas ia.

Humas Pemprov Papua

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM