Balik Atas
Lembah Kebar Menjadi Lembah Sawit
 
Pewarta: Redaksi Edisi 03/07/2019
| 272 Views

Oleh, Maximus Sedik

Persaingan ekonomi secara makro merangsang setiap Negara untuk bersaing dengan berbagai daya dan upaya untuk mengejar target tertentu. Yang ditargetkan terutama persaingan ekonomi secara global antara Negara maupun antara Benua. Indonesia termasuk salah satu Negara di Asia tenggara yang termasuk dalam itu sebagai Negara yang sedang maju sehingga, proses eksplorasi hutan di seluruh wilayah Indonesia. Terutama pembukan lahan untuk perkebunan sawit yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan pajak Negara muapun pendapatan lainnya.

Pemerintah atau Negara menerima penawaran para investor untuk menanamkan modalnya di indonesia. Hal ini terjadi karena pemerintah melihat sedikit meningkatnya pendapatan dari sektor sawit, dengan ini Negara mengiziakn perusahan membuka lahan berhetar-hektar untuk investasi sawit. Dengan ini, mengakibatkan berbagai ekosistem yang hidup secara bergantungan atau saling membutuhkan antara satu dengan lainnya menjadi rusak. Akibat dari ini juga menghilangkan beberapa hayati khas daerah yang terancam punah. Pembukaan area hutan yang secara luas juga menimbulkan proses pertumbuhan alami menjadi hilang, karena penyemprotan bahan kimia yang secara berlebihan. Di seluruh wilayah yang menjadi daerah perusahan kelap sawit mengalami kerusahkan yang sangat besar baik tanah, air, udara, dan secara khusus hutan yang menjadi sumber pemberi oksigen utama menjadi hilang. Dan banyak hal lain yang terancam habis. Perusahan kelap sawit hadir di indonesia sudah lama tetapi, yang lebih parah adalah di tahun 2014-2018. Pada tahun 2018, indonesia menduduki pringkat pertama dalam memproduksi sawit terbesar se-asia tenggara. Dengan ini, pemerintah sekarang mempunyai target bahwa di tahun berikutnya indonesia meduduki pringkat pertama produksi sawit se-dunia. Untuk hal ini pemerintah harus memperhatikan tempat atau area dimana perusahan tersebut beroperasi, pemerintah melakukan pengawasan yang katat terutama masalah lingkungan alam maupun lingkungan manusia. Sehingga perusahan tidak melakukan kewenagan yang berlebihan terhadap satuan hidup yang utuh. Dan pemerintah dalam Negara mempunyai satu program yang lebih pada pengembalian funsi terhadap tempat dimana perushan. Kurtul masyarakat stempat juga diperhatikan terutama yang berhubugan dengan alam. Perusahan memperhatian sarana dan prsarana untuk masyarakat yang berada di tempat sekitar perusahan.

Kita melihat dengan kasat mata daerah dimana perusahan sawit berada, kondisi diwilayah tersebut tidak memungkinkan baik secara ekologis maupun sosial ekonomi lainnya. Kita melihat bagaimana dampak yang terjadi karena akibat perkebunan sawit terhadap lingkungan. Dampak negatitif yang terjadi yang telah merubah kondisi lingkunagan yang sebenarnya semakin buruk, terjadi kehilangan beberapa makhluk yang berada di areal sekitar perusahan. Dan daerah disekitar juga tercemar baik itu, lingkungan maupun maupun udara. Hasil dari pembuakaan lahan dengan cara membakar dan membuang limbah juga meracuni seluruh makhluk hidup yang dibutuhkan pemulihan kembali dengan jangaka waktu yang cukup lama.

Peraktik pengalihan fungsi lahan dengan menjadi lahan kelapa sawit juga menimbulkan terjadinya, bencana alam seperti banjir, longsor dan peritiwa alam lain.Dan mengakibatkan beberapa sumber penting sebagai kebutuhan hidup manusia, seperti air dan memicu sumber air di tempat tersebut menjadi kering.Peningkatan suhu udara juga tidak normal tidak sesuai dengan suhu yang sebenarnya, Dampak negatif lain juga semakin meningkat karena Pratek pengembangan sawit tidak hanya terjadi pada kawasan dimana perusahan itu.Tetapi juga berpengaruh pada hutan produksi, hutan yang dilindungi, dan hutan yang mejadi hutan koservasi.Secara sosial kehidupan masyarakat juga sering menimbulkan gejolak konflik antara perusahan dengan masyarakat yang hidup di sekitar lokasi perushan. Konflik terjadi karena kesepakatan atau cara kerja perusahan terhadap masyarakat pemilik ulayat dan limbah yang ditimbulkan .

Terlihat dari hasil rumusan di atas bahwa perusahan kelapa sawit lebih pada kerugian yang besar terhadap seluruh aspek kehidupan secara kusus lingkungan yang menjadi topik utama. Keberadaan perusahan sawit di seluruh indonesia tidak menguntungkan masyarakat masyarakat yang merasakan keuntungan dari perusahan sawit itu, masyarakat kelompok tertentu. Karena terlihat dalam perkembangannya, perusahan sawit yang di izikan pemerintah atas permintaan para investor menciptakan konflik yang semkin tinggi baik, antara perusahan dengan masyarakat maupun masyarakat dengan masyarakat. Karena perusahan tidak menjalankan prosedur yang sudah disetujui bersama sebelum perusahan itu beroperasi. Dalam hal lingkungan hidup juga menjadi kasus yang sangat besar karena perusahan melakukan pengelolaan yang tidak sesuai dengan kajian kelayakan lingkungan hidup atau pengelolaan tidak ramah lingkungan.Dengan hal ini, terlihat bahwa keberadaan perusahan sawit sangat merugikan kehidupan. Kehidupan masyarakat maupun kehidupan lingkungannya. Untuk mengetahui secara mendalam terhadap yang terjadi harus adanya kajia-kajian lebih mendalam terkait.

Dengan melihat seluruh persoalan yang terjadi karena kehadiran perusahan kelapa sawit. Harus adanya suatu yang menekanka perusahan sawit di seluruh wilayah indonesia, lebih kusus pada produk hukum yang jelas sehingga mengikat setiap perusahan. Dengan dasar hukum yang jelas, maka perusahan melakukan selurh aktivitasnya sesuai dengan koridornya tidak jauh dari apa yang tertera dalam lembaran hukum.Terbitnya suatu dasar hukum yang kuat dan transparan antara perusahan dengan masyarakat maupun bagaimana perilaku perusahan dengan lingkungan. Hal ini sehingga adanya suatu penekanan yang secara tegas dari pihak yang berwenang dalam hal pengawasan terhadap perusahan. Sehingga mengetahui apa yang dilakukan perusahan baik secara eksternal maupun internala. Untuk hal ini, berjalan dengan baik semuanya berjalan dengan baik dan damapak yang merugikan tidak terjadi. Dengan hal seperti ini, sehingga masyarakat juga merasakan apa yang dibuat oleh perusahan dari kehadirannya, lebih kusus pada masyarkat yang berada pada lingkungan atau ereal dimana perusaha itu berada. Lingkunagan juaga terliundung dengan baik, dan ekositem yang unik yang ada tempat itu terlindung dengan baik. Perlindungan dilakukan dari seluruh makhluk hidup hayati maupun non hayati, terutama cara pengelolaan limbah dari pabrik maupun pengembalian fungsi lahan awal dengan jenis tumbuhan yang bisa mampu menyerap air. Dan mengembalikan beberapa diantara yang korban dalam pembukan perkebunan kelapa sawit.

Bagaimana dengan perusahan sawit yang direncanakan di lembah kebar Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat yang sedang berjalan ?. Apakah perusahan ini beroperasi yang di wilayah ini atas perintah pemerintah setempat atau permainan sekelompok orang untuk kepentingannya. Siapakah yang actor utama yang bermain sehingga perusahan tetap berkerja, apakah pemerintah dan DPR ?. Mengapa PT Buntuni Angro Prima Perkasa bisa bekerja dari awal sampai saat ini di Lembah Lebar, secara pengamatan saya masyarakat sudah melakukan berbagai upaya untuk menutup perusahan tersebut tetapi perusahan tetap bekerja. Sekarang mulai terdengar kekerasan mulai bekerja dari para militer yang ditugaskan untuk keamanan perusahan bahkan terjadi kontak fisik antar warga yang melakukan protes dan salah seorang Anggota Brimob, peristiwa ini terjadi pada awal tahun 2018 di lokasi perusahan. Pemerintah Provinsi juga sudah ikut terlibat bagaimana untuk menyelesaikan konflik ini, majelis permusyawaratan rakyat juga menjadi alat mendiasi untuk mencari solusi. kelompok masyarakat sendiri juga sudah melakukan berbagai langkah untuk mengehentikan perusahan ini hingga tingkat kementerian bersama perwakilan mahasiswa, tokoh agama dan kepala suku. Pemerintah setempat tidak ikut ambil bagian bersama dewan perwakilan rakyat daerah (DPR) sehingga perusahan hari ini masih melakukan aktivitas peroyeknya.

Kita harus membaca secara komrehensif dari berbagai permainan ini, karena yang terjadi diseluruh tanah Papua adalah sumbur utama ada pada perintah atas perintah dari pusat hingga daerah. Negara hari berupaya untuk melakukan berbagai kerja untuk seluruh hutan di Nusantra termasuk Papua dialihfungsikan menjadi hutan sawit dan membuka dan memberikan kepada investor asing untuk berinvestasi di seluruh tanah Papua. Sawit menjadi komoditi utama yang dikembangan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi Negara dan menjadi kampanye utama bahwa sawit adalah perusahan yang memberikan kemakmuran, kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia. Pengalihan lahan gambut menjadi lahan sawit di Kalimantan, sekarang di Papua hutan sagu dialihfungsikan menjadi hutan sawit, karena kosep ekonomi yang dinagun indonesia melalui proyek strategi Negara bahwa sawit adalah produk utama yang menjadi solusi akhir untuk menjawab kebutuhan Negara.

Konsep Negara kita membaca dengan baik, membongkar hutan untuk menanam sawit itu adalah memberikan kesejahteraan, kemakmuran dan kemajuan ekonomi bagi masyakat Indonesia. Kita melihat ini terlihat di konstitusi Negara pasal 33 ayat (3) UUD 1945 dan undang-undang agraria yang menjadi dasar atau yang bersumber pada dasar ini. Kita membaca dan mencermati seluruh hukum agraria itu kita menemukan banyak cela yang memberikan ruang untuk penguasa dan melakukan seluruh aktivitas di atas pertahan. SistemNegara di bangun menurut Negara, kemajuan suatu Negara dengan dalil investasi dari kapital-kapital sehingga memenuhi kamajuan dari berbagai bidang. Tetapai masyarakat yang sebagai pemilik tempat atau tanah mempunyai padangan yang berbeda bahwa tanah adalah pusat kehidupan bukan sekedar cari makan-minum saja tetapi lebih dari itu.

Orang Tambrauw mempunyai filosofi tertentu atas tanah marganya dan di atas tanah itu menjadi pusat spritualitas, pusat sesaji, pusat mitos dan berbagai kepercayaan lain yang masih ada di atas tanah Tambrauw. pemerintah Tambrauw melakukan kampaye hingga tingkat internasional yang menunjukan bahwa Tambrauw adalah Kabupaten konservasi, yang menjadi pertanyaan adalah konsevasi ini konsep orang Tambrauw sebagai pemilik tanah atau Negara yang punya konsep ?. Mengapa kabupaten Tambrauw sebagai konsevasi, apakah konservasi hutan, konsevasi budaya atau konsevasi apa ?, mengapa hutan di Tambrauw menjadi hutan konservasi bagaimana Lemabah kebar yang menjadi penanaman sawit masuk wilaya pemerintahan Tambrauw atau tidak ?. Secara administrasi pemerintahan Kebar, kebar timur, kebar barat dan semua yang menjadi tingkat pemerintahan distrik di kebar masuk dalam kontrol pemerintahan kabupatenTambrauw Provinsi Papua Barat. Semua tanah di Negara ini dimiliki Negara bukan masyarakat adat dan masyarakat setempat, mengapa ? karena perintah konstitusi Negara dan undang-undang turunannya. Sekarang masyarakat kebar di kabupaten Tambrauw menuntut haknya atas tanah yang diizikan pemeritah atas surat keputusan Gubernur dan persetujuan Bupati sebagai pimpinan daerah, sehingga perusahan ini sudah memilki status hukum yang sah dan mendasar sehingga melakukan aktivitas.

Kekuatan yang ada pada tangan masyarakat Tambrauw adalah bentuk lembaga adat dan adakan musyawarah adat untuk petakan marga-marga pemilik lembah kebar maupun Tambrauw secara umumnya. Dan pemerintah bersama dewan perwakilan rakyat menindaklanjuti dan menerusakan aspirasi ini, dengan tujuan ada dasar hukum yang mampu melindungi hak masyarakat di wilaya ini. Sekarang dasar hukum tidak ada, lembaga yang jelas tidak ada walaupun ada tetapi abu-abu sehingga lembaga untuk menjadi kekuatan kita bersama untuk melawan kapitasli dan korporat di atas tanah ini. Kita semua manusai yang lahir dan hidup di atas tanah ini, diwajibkan untuk menjaga dan melindungi, maka orang Tambrauw dengan secara tegas diwajibkan untuk menyelamtkan hutan, manusia dan seluruh kesatuan kehidupan yang ada.

Berpkir dengan waktu bukan berpikir dengan keadaan dan tekanan kepentingan, jangan sampai cara berpikir kita membunuh seluruh kehidupan di Tambrauw. Jangan menjadikan dirimu anak daerah tetapi engkau adalah pemeran utama dalam adegan ini.

Penulis adalah mahasiswa papua kuliah di Yogyakarta

Berikan Komentar Anda