BALIK ATAS
TENTANG KAMI |REDAKSI | DISCAIMER| SITEMAP| PRIVACY| IKLAN | KODE ETIK| PENGADUAN |
Lestarikan Burung Cenderawasih,Produk Imitasi tak kalah dengan yang Asli
Diterbitkan Oleh: Redaksi Date 28th Agustus 2018
| 87 DIBACA
Fasilitatir Pelatihan Cenderawasih imitasi Yulius Amamehi (baju merah) ketika memberikan penjelasan kepada seluruh peserta pelatihan(Foto:Dok. PapuaLives)

Jayapura, Saat ini populasi burung Cendrawasih di seluruh tanah papua sudah semakin punah hal ini membuat masayrakat dan seluruh pihak untuk mencari solusi dengan mengkampanyekan “stop berburu secara liar” hal ini memang benar sebab burung Cenderawasih sering dirancang menjadi Maskot untuk acara besar maupun kedatangan tamu besar dan juga di pakai bagi kepala suku maupun orang penting namun sayangnya untuk saat ini dibatasi dan tak lagi di pakai sembarangan terutama dalam kegiatan besar lainnya ,sehingga untuk mencari solusi tersebut kini hadir berbagai produk cenderawasih imitasi yang diproduksi oleh masyarakat lokal di papua sendiri dengan bahan dasar sederhana namun tak kalah dengan yang asli dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) dalam program Citradaya Nita di Wilayah kota Jayapura dalam pemberdayaan perempuan beserta Komunitas Warna, seperti contohnya hasil produk yang dibuat berikut ini :

Hasil Produk Cenderawasih Imitasi (Foto:Dok.PapuaLives)

Hasil Produk Cenderawasih Imitasi (Foto:Dok.PapuaLives)

Hiswita Pangau Kordinator Program CitradayaNita  dalam Pemberdayaan perempuan dalam penanggulangan KemiskinanKota Jayapura mengatakan bahwa  pelatihan ini merupakan salah satu upaya dalam program Pemberdayaan perempuan dalam penanggulangan Kemiskinan, yang dimulai pada bulan Juli dan telah di awali dengan workshop sosialisasi program”kata Hiswita kepada media online papualives.com baru baru ini dari Jayapura.

Pelatihan ini berlangsung cukup lama, karena banyak hal-hal menarik yang menjadi pembahasan, serta materi yang di kemas dengan begitu sederhana sehingga mudah di pahami oleh komunitas,”katanya usai pelatihan sistem keuangan dan pelatihan produk lokal cenderawasih ini.

Lanjut Wiswita, Perempuan dan dunia usaha memang menjadi menarik, karena banyak tantangan yang dihadapi oleh setiap individu dan berbeda-beda. Namun melalui program ini, perempuan diharapkan mampu keluar dari zona nyaman dan mengalahkan rasa takut untuk mencoba serta bersaing meski dengan usaha kecil.

Pelatihan Produk Imitasi Cenderawasih Yulius Amamehi  hadir sebagai Fasilitator pembuatan  dengan bahan dari kayu gaba dan dijadikan pernak pernik cendrawasih. Terlihat dalam pelatihan bahwa meski dibuat dari kayu gaba, namun mampu menyita perhatian banyak orang sebagai peminat.

Sebanyak 15 orang Komunitas terlibat dalam pelatihan ini, dan saat ini, Pernak-pernik Cendrawasih ini telah menjadi salah satu produk yang akan di pasarkan, dengan harga yang terjangkau dan bisa di pesan sesuai keinginan untuk ukurannya. Ada dalam berbagai bentuk, bisa jepitan, hiasan meja, hiasan mobil dan juga bisa untuk ikat kepala dan sebagainya.

Redaksi

Berikan Komentar Anda