BALIK ATAS
Lodewijk Sayori dan Suku Keuw; Pekerja Sosial yang dilupakan
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 14th Maret 2016
| 1726 DIBACA
Kota Nabire Papua
Potret dari Udara Kabupaten Nabire (Foto:p3p/thepilot)

Oleh : John NR Gobay,

Pengantar

Semalam bercerita dengan Bapak Lodewijk Sayori,salah seorang pekerja sosial di kabupaten nabire, bagaimana mereka menemukan suku keuw yang ada di hilir sungai Poronai. cerita ini juga pernah diceritakan oleh bapak Daniel yarawobi, kepala suku yerisiam, uku ini namanya suku Keuw. yang berlokasinya di Kecamatan Napan , perbatasan antara Kabupaten Nabire dan Kabupaten Yapen Waropen, di hilir sungai poronai, dekat suku burate.

Perjalanan mulia bagi Suku Keuw

Dari kabupaten Mulia  Suku Keuw Pada Tahun 1992, menyusuri pantai utara, kemudian masuk ke sungai untuk menuju ke daerah yang lebih ke dalam lagi. Transportasi menggunakan motor tempel, yang dijamin bisa masuk ke sungai-sungai yang lebih kecil, Tim  juga dibekali dengan bahan pangan cukup untuk persediaan selama kurang lebih 15 hari,ditambah dengan bahan kontak untuk suku Keuw. Mencari kedudukan suku ini cukup sulit dan memakan tenaga dan pikiran namun akan tetapi pada perjalanan hari-hari pertama, kedua dan ketiga sudah mulai ditemukan tanda?tanda atau bekas?bekas pondok dan jejak suku Keuw.

Setelah tiga hari tiga malam tim memutuskan untuk membangun bivak, dan menunggu petunjuk jalan dan anggota tim mencari suku Keuw, baru pada hari kesepuluh,tanggal 4 Maret 1992, Tim menemukan mereka. Mereka lalu dibawa mendekat ke bivak tim. Sampai di bivak tim pada hari berikutnya tanggal 5 Maret 1992. Ketika dibawa ke pondok Tim, kelihatan mereka masih takut-takut (periksa ekspresi mereka dalam foto) Tetapi akhirnya mereka berhasil didekati dan diajak berdialog walaupun hanya dengan bahasa isyarat saja. kemudian Tim menyerahkan kepada suku Keuw ini berupa kampak, parang , pakaian, cangkir dan piring.

Membawa keuwna

Pada tahun 1994, saya saat menuju suku keuw saya juga berjumpa dengan seorang perempuan dani , yang sedang mencari gaharu, perempuan ini menyampaikan tadi melihat seorang perempuan keuw melahirkan anak dan ditinggalkan anaknya ada disaya, demi kehidupan yang lebih baik bagi suku ini saya meminta anak ini agar saya membawa ke kota nabire, kemudian anak itu oleh Dokter Tjondro yang saat itu menjadi kepala dinas kesehatan paniai, mengangkatnya menjadi anak dan kemudiaan sekolahkan anak ini, saya dengan anaknya pintar dan dia sekolah dokter, semoga KEUWNA menjadi Cahaya baru bagi Suku Keeuw

Di Ceritakan Oleh Ketua Dewan Adat Paniai

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM