Balik Atas
” Lorong Rindu “
 
Pewarta: Redaksi Edisi 08/08/2014
| 888 Views
Foto Ilustrasi Setia / ist

(untuk yang selalu setia mendampingiku)

 

Juli….
lorong itu menggelitikku
padahal begitu lama sudah, terlipat
dan tersimpan di kotak ingatan
Agustus… 
mari kita urai kembali kisah
saat malam menempel di mata
dan rinduku kencang berlari di lorong itu
September…
di ujung kulihat kau berdiri
mengulurkan rindumu
meraih rinduku dan mendekapnya
Oktober…
temani sepi di pembaringan, sedihmu
saat itu, rautku terpalang di pintu
dan kau hanya bisa melambaikan sembab
November…
mari susuri lagi aksara
yang kita tulis di sepanjang lorong
dengan hati yang melati
Desember….
lama memang,
lorong itu telah menjadi lembar puisi
di mana detak-detik mesra terisi
dengan rindu yang selalu pagi
jua di beranda senja ini,
lorong itu masih saja menggelitikku
(Polimac III, Medio Mei 2014)
Victor Mansawan
Berikan Komentar Anda
Link Banner