Solidaritas Mahasiswa & Masyarakat Agadide se-Jayapura minta Tapol Papua di Kaltim Dibebaskan

Mahasiswa dan Masyarakat Agadide se-Jayapura ketika melakukan aksi Protes di halaman Kantor IKAPPMMA di Jayapura (Foto : Michael/PapuaLives)

JAYAPURA – Solidaritas Mahasiswa/I dan masyarakat yang tergabung dalam Agadide Besar se-Jayapura meminta kepada Kejati Papua Segerah bebaskan 7 Tapol Papua di Balikpapan Kalimantan Timur  tanpa syarat karena mereka bukan pelaku tapi korban rasisme.

Pernyataan sikap tersebut yang di Sikapi oleh Mahasiswa dan Masyarakat Agadide se-Jayapura, berlangsung di depan Sekretariat IKAPPMMA, Senin, (15/06/2020) pukul 11:00 siang tadi.

Pasalnya, dalam persidangan JUP Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menuntut Alexander Gobay dan Ferry Kombo 10 Tahun Penjar a, Hengky Hilopok 5 Tahun Penajara , Irwanus Uropmabin 5 Tahun Penjara , Stefen Itlay 15 Tahun Penjara , Buchtar Tabuni 17 Tahun Penjara , Agus Kosay 15 Tahun Penjara.

Tuntutan tersebut banyak kalangan menilai tidak adik (not justice) sangat memberatkan bagi mereka dalam hal ini 7 Tapol yang notabenenya sebagai korban rasisme. Dan kami ,mahasiswa/I dan masyarakat yang tergabung dalam himpunan Agadide merasa sangat kesal tindakan JPU Kejaksaan Tinggi Papua, dalam putuskan terhadap 7 Tapol yang ada di Balikpapan karena melontarkan kata-kata rasisme terhadap mahasiswa Papua di surabaya adalah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan sifatnya rasis.

Oleh karena itu , kami solidaritas Mahasiswa/I dan Masyarakat Agadide se-Jayapura menyatakan sikap bahwa :

  1. Kami meminta kepada kejaksaan tinggi (Kejati) Papua, Kejati, Gubernur Papua dan Aparat penegak hukum segera bebaskan Tapol Papua tanpa syarat.
  2. Sebagai Negara hukum yang berasas pada pandangan nilai-nilai pancasila sebagai dasar Negara , kami mahasiswa/I dan masyrakat yang tergabung dalam Agadide Besar meminta kepada Penegak hukum agar di jalan proses hokum secara tidak rasis.
  3. Pasca aksi rasisme Jilid I, dan pasca aksi rasis Jilid II di Papua di lakukan secara spontan yang di gabung oleh semua element baik OKP, BEM , Gereja Dan Semua Masyarakat Papua yang di lakukan aksi rasis secara damai dalam rangka menolak kalimat rasis yang di lontarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab di asrama Papua Surabaya.
  4. Apabila para 7 Tapol Papua tidak dapat di bebaskan secara mekanisme hukum yang adil dan benar, maka kami seluruh akar rumput rakyat Papua, dengan taget akan tuntut kembali secara mekanisme hukum yang adil dan beradap dalam aksi Rasis Jilid III.

Diakhir isi surat, sebagai penanggung jawab aksi ada empat organisasi IKAPPMMA , IKAPPMME, IPPMMAPI , IPMMARPUT . Selain itu juga telah ditandatangani resmi oleh Kepala Suku Agadide Besar Korwil Jayapura Bapak Rufus Muyapa dan Yerry Kogopa sebagai Penanggung Jawab aksi itu.*

Berikan Komentar Anda
Share Button