Balik Atas
Mahasiswa Dan Pelajar Ditahan Soal Aksi Rasisme Sudah Dibebaskan Polres Nabire
 
Pewarta: Redaksi Edisi 05/11/2019
| 281 Views
Acara Pelepasan dihadiri Wakapolres Nabire,Sekda Nabire dan DPRD Nabire sekaligus menyaksikan penandatanganan surat pernyataan.(Foto:Dok.PapuaLives)

Nabire,Sebanyak 19 orang yang tergabung dalam Front Persatuan Mahasiswa dan Pelajar Exodus korban Rasisme Wilayah Mee-Pago yang ditahan ketika berencana aksi demo pada senin 4 November 2019 pagi dibeberapa titik aksi seperti Kalibobo, Wonorejo, Pasar Karang, Dan siriwini.Dalam Menyikapi soal rasisme dan meminta pemerintah dalam hal ini Bupati yang tergabung dalam Asosiasi Mee-Pago untuk Audiens namun belum ada respon.

Akhirnya jajaran Polres senin (04/11/2019) tadi malam, akhirnya dilepaskan pukul 21.45 Wit. 19 Mahasiswa dan Pelajar yang ditahan tersebut menandatangani surat pernyataan serta pengembalian barang bukti oleh Sat Reskrim Polres Nabire, disaksikan Pemerintah dan DPRD Nabire.

( Baca juga :Massa Aksi Ditahan, Pemerintah Diminta Berdialog dengan Mahasiswa Korban Rasisme di Mee-Pago)

Wakil Kapolres Nabire, Kompol Steven J Manopo,menyampaikan,bahwa tidak ada yang melarang mengemukakan pendapat di depan umum.tapi ada aturannya ada koridornya sehingga mereka kami amankan.

” Yang pertama mereka menuntut masalah Rasis,Dan yang kedua mereka meminta untuk menghadirkan para bupati di Mee-Pago namun Ini memang agak sulit.”Jelas Wakapolres Nabire (04/11/2019) tadi malam.

Ia menambahkan,Untuk menyampaikan pendapat dimuka umum,minimal sebelum tiga hari sudah memasukan suratnya itu sudah lengkap mulai dari susunan Korlapnya,jumlanya berapa dan sasaranya apa,tetapi aksi mereka tidak sesuai aturan.Besok mau aksi demo malamnya mereka baru datang.

(Baca  Juga : Mahasiswa Exodus Mee-Pago Minta Pemerintah Segera Merespon Surat Audiensi )

“Kami berikan surat penolakan SPT penolakan, tetapi mereka tidak mau terima,nah itukan sudah ada indikasi sehingga Kami aparat TNI/Polri bergerak untuk jangan sampai kejadian ini melebar,kami tidak mau kejadian di kabupaten lain itu terjadi di kabupaten kami.Kasihan masyarakat dan keluarga kita.Tetapi itu sampai sekarang Nabire masih aman terkendali berkat kerjasama masyarakat,TNI/Polri dan rekan-rekan semua” Jelasnya.

Dalam acara pelepasan tersebut,Yusnie Iyowau Selaku Kordinator mengemukakan pendapatnya bahwa kita jangan di petak-petakan antara Paniai,Dogiyai,Deiyai,Paniai dan Intan Jaya.Ia mengakui bahwa para Bupati Mee-Pago telah gagal menyelesaikan persoalan karena tak mau respon surat Audiens mahasiswa dan pelajar.

“Kami buka ini posko sentral wilayah Mee-Pago. Kami mau kawan-kawan kami yang masih ditahan segera juga dibebaskan,ini merupakan luka yang sudah lama soal rasisme,pelanggaran HAM dan lain-lain” ungkap Yusnie ketika tatap muka bersama.

Hadir dalam acara penyerahan tersebut, Wakapolres Nabire, Kompol Steyven Manopo, S.IK, Kabag Ops Polres Nabire, AKP. Samuel D. Tatiratu S.IK, Kasat Intelkam Polres Nabire, AKP Yadang, KBO Reskrim Polres Nabire IPDA Suparmin S.Hi, Penjabat Sekda Nabire, Daniel Maipon S.STP, Wakil Ketua I DPRD Nabire, Marcy Kegou S.Sos didampingi 3 orang Anggota DPRD Nabire dan awak media yang ada di Nabire.

Berikan Komentar Anda