Balik Atas
Mahasiswa dikepung dan Bendera Merah Putih di tancap di Asrama Papua
 
Pewarta: Yesaya Goo Edisi 18/08/2019
| 378 Views
Spanduk di Asrama Papua di Kelurahan Candi Kota Semarang Minggu 18 Agustus 2019 (Foto:Yesaya/PapuaLives)

Semarang,Asrama Papua yang berada di RT IV kelurahan Candi kecamatan Candisari kota Semarang,didatangi warga bersama Ormas Reaksioner. Polisi telah paksa menancapkan bendera merah putih di depan asrama Papua, pada minggu (18/08/2019) tadi. Hal itu diakui Ketua RW IV kelurahan Candi bahwa acara jalan sehat dan pemasangan bendera merah putih serta pemasangan spanduk di depan asrama Papua .

” Kami warga kelurahan candi tidak setuju asrama papua di gunakan untuk kegiatan yang mengarahkan pada pemisahkan papua dari NKRI. Jika hal tersebut diatas di lakukan kami sepakat menolak keberadaan asrama papua kelurahan candi.”kata Maryanto Ketua RW IV kelurahan Candi.

Sementara itu,Mahasiswa Papua Emil Goo menjelaskan, Asrama Papua didatangi warga bersama Ormas Reaksioner serta polisi dengan paksa memasang spanduk depan asrama dengan tulisan” dilarang melakukan kegiatan bersifat memisahkan papua dari NKRI di asrama Papua” NKRI Harga Mati”,oleh RT/RW setempat.

“Namun, sebagai mahasiswa Papua kami tolak pemaksaan yang di lakukan oleh ketua RT Maryanto bersama warga serta ormas bahkan kepolisian pun.”tutur Goo

Lanjutnya,Asrama Papua milik pemerintah propinsi Papua sebagai aset daerah untuk di huni mahasiswa asli Papua. Warga bersama rombongan Ormas serta TNI/Polri datang mengepung asrama Papua semarang dengan nada kasar, tolol binatang, cap separatis.”Jelasnya.

Menurut informasi yang dihimpun media bahwa saat warga serta rombongan Ormas Reaksioner  berserta TNI/Polri di halaman Asrama Papua Semarang, aktifitas mahasiswa mahasiswa papua benar-benar dikepung.Mahasiswa masih menunggu bantuan pantauan maupun advokasi.

Berikan Komentar Anda