BALIK ATAS
Mahasiswa Mapia menolak Atas Kehadiran DBO Mapia Raya
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 7th September 2015
| 1813 DIBACA
Musa Boma (topi hitam) dengan rekan-rekan saat mengelar jumpa pers beberapa waktu lalu (Jubi/Mawel)

Jayapura,Isu pemekaran Daerah Otonom Baru (DBO) Kabupaten Mapia Raya,yang sedang memperjuangkan oleh sekelompok orang itu,kini banyak tanggapan yang datang. Salah satu tanggapan adalah penolakan atas kehadiran DBO Mapia Raya ,karena kehadiran Kabupaten Baru tersebut hanya memperjuangkan oleh sekelompok elit-elit politik tanpa melibatkan masyarakat setempat. Hal tersebut diungkapkan Mudes Musa Boma,Mahasiswa Uncen Jayapura yang sekaligus Ketua Tim Penolakan Kabupaten Mapia Raya,Selasa (01/09) di Jayapura.

Mudes menjelaskan kalau memperjuangkan pemekaran itu perlu melibatkan masyarakat setempat dan harus melalui mekanisme yang bisa patut dihargai.

“Kalau memperjuangkan sesuatu itu ada tirik main atau mekanisme ,jangan buta-buta. Berjuang secara terdidik ,terpelajar atau secara intelektualis.

Jangan hanya memperjuangkan demi untuk kepentingan sekelompok tanpa melalui aturan yang ada”Tegas Boma

Musa juga menilai selama memperjuangkan pemekeran oleh sekelompok orang tersebut ,hingga kini belum pernah menyampaikan secara terbuka kepada publik baik melalui media online,media elektronik bahkan media massa.

“Yang jelas kami seluruh masyarakat mapia menolak,dengan adanya kehadiran pemekaran tersebut. Juga dengan tegas kami menyatakan bahwa ilegal.Mengapa? Karena dalam UUD 1945 pasal 29 tentang keterbukaan informasi kepada publik. Dengan itu perjuangan secara diam-diam berarti diluar dari aturan yang ada,sehingga dengan itu kami menolaknya” Tegas Musa.

Mahasiswa Uncen yang juga Ketua Tim Penolakan ini meminta kepada Pemerintah Pusat sebelum mengeluarkan surat keputusan tentang Daerah Otonom Baru (DBO) Mapia Raya tersebut, perlu benar-benar melihat situasi perkembangan pembangunan daerah setempat. Karena,kata dia,DBO Mapia Raya ini dimekarkan dari Kabupaten Dogiyai,sementara diinduk saja belum ada warna kabupaten artinya pembangunan macet total belum perkembangunan.

“Kami rakyat Mapia tahu bahwa Kabupaten Induk yaitu Dogiyai saja masih belum ada perkembangan dari sisi pembangunan. Lalu,berjuang pemekaran ini untuk siapa ? Stop sudah,jangan kejar hanya karena jabatan ,dan lain-lain. Sehingga itu,sebagai rakyat yang punya hak hulayat tanah menolak tegas atas kehadiran kabupaten baru tersebut”tegas dia.

Sementara itu,Yohanes Pakage,intelektual Mapia yang juga Ketua Pemuda Kampung Diyeugi menyatakan memang seluruh masyarakat sudah komitmen untuk menolak atas pemekaran kabupaten baru itu.

“Kalau pemekaran itu pasti dilihat jumlah penduduk yang diwilayah Mapia. Sekarang di wilayah Mapia Berapa? Tidak sampe ribuankan,masih minim. Untuk itu kepada tim yang memperjuangkan jangan hanya ambisi untuk mengejar kepentingan semata karena nantinya korban adalah rakyat kecil”Jelasnya Lanjutnya,sebelum pemekaran juga perlu ada kesiapan dan persiapan. Persiapan dan kesiapan yang dimaksud adalah mencetak sumber daya manusia . Contohnya seperti rumah,kalau mau membangun perlu ada persiapan. Apalagi mau mekarkan kabupaten baru perlu ada kesiapan seperti sumber daya manusia melalui kesehatan,pendidikan dan ekonomi.

“Ya kenyataan sampai saat ini Pemerintah Dogiyai belum melihat secara maksimal mengangkut sumber daya manusia,ini sebenarnya perlu diprioritaskan. Lalu,kehadiran kabupaten baru itu untuk siapa? Sementara Pemda induk tidak serius dengan SDM ? “Tanyanya.

Dengan melihat kenyataan diatas itu,kata Pakage,maka kami seluruh rakyat yang berada di wilayah Mapia sampaikan kepada Tim Pemekaran agar jangan mengejar untuk pemekaran tapi berpikir untuk mensukseskan sumber daya manusia dari ketidaktahuan dan keterbelakangan itu”kesannya Dengan demikian,menurut pakage,akan selalu menantang dan menolak kepada Tim pemekaran karena mereka lakukan hanya kepentingan sendiri “Mereka berjuang hany demi ambisi jabatan ,uang dan lain-lain.

Kehadiran kabupaten baru juga nantiinya akan memperlihatkan tempat-tempat tanah keramat untuk itu,kami tetap akan menolak”tutupnya .

Agus Tebai

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM