Ini tuntutan aksi Mahasiswa Tambrauw di Malang

MALANG – Ikatan Mahasiswa Tambrauw (IMT) di kota studi Malang menggelar aksi menuntut kepada  Pemerintah daerah (Pemda) Tambrauw terkait pembangunan asrama mahasiswa secara permanen di kota studi Jayapura , Pemerintah diminta stop datangkan Kodim , Segerah Adili Pelaku pemukulan Terhadap warga di distrik kasi dan distrik kwoor , Pemerintah Stop Kerjasama dengan Pihak TNI merekrut Pemuda Sebanyak seribu Orang yang ada di Distrik Kwoor dan distrik Sausapor , Pemerintah kab Tambrauw segera mengeluarkan beasiswa bagi seluruh mahasiswa Tambrauw di kota studi se Indonesia , Pemerintah pusat stop data sensus penduduk di Tambrauw sesuai aksi tersebut berlangsung di halaman Asrama Tambrauw di Malang sesuai informasi yang dikutip dalam persrilis (11/09/2020) yang dikirim kepada media papualives.com hari ini.

Dalam aksi tersebut berjalan lancar dan aman sejumlah mahasiswa memegang spanduk – spanduk dengan sejumlah kata-kata protes mereka terhadap pemerintah terutama menolak sensus  dan pula tetap  menolak perekrutan pemuda yang dilakukan TNI/Polri.

” kami menolak sensus penduduk karena tidak sesuai dengan tujuan dan aturan ,kemudian kami tolak perekrutan pemuda seribu lebih tanpa aturan yang jelas . ” ungkap Soleman Yekwam Koordinator Lapangan kepada media papualives.com (11/09/2020) sore melalui via selulernya.

Hal senada juga disampaikan , Ketua Ikatan Thomas Yerin menyampaikan bahwa menolak tegas sensus penduduk karena pihaknya juga menilai pendataan mengarah pada Otsus Jilid II  dan juga mahasiswa meminta pemerintah stop melakukan kerjasama perekrutan pemuda dengan TNI/Polri. Selain itu Pemerintah juga diminta stop melakukan kerjasama dengan Pihak TNI/Polri merekrut Pemuda. ” Yang mana diketahui sebanyak seribu yang ada di Distrik Kwoor dan distrik Sausapor dan juga segera membangun asrama secara permanan di kota studi Jayapura.” jelas Thomas kepada media ini via seluler (11/09/2020) sore tadi.

Ditempat sama, Boy Malak mewakili Mahasiswa Tambruw menambahkan selaku mahasiswa mewakili seluruh mahasiswa tetap menolak pembangunan Kodim. ” Kami tidak setuju dan kami tetap menolak dan juga meminta pembangunan asrama permanan di Jayapura dan kemudian mengenai maka kami menghimbau kepada masyarakat jangan memberikan data kepada mereka.” tambahnya ketika menghubungi media ini.

Berikan Komentar Anda
Share Button