Balik Atas
Makanan Khas Papua Alternatif PON XX Tahun 2020
 
Pewarta: Redaksi Edisi 14/06/2019
| 510 Views
Salah satu makanan lokal Papua”Sagu Bakar dan  Udang bakar” (Foto:Istimewa)

Oleh: Novilus K. Ningdana

Ada sebuah pepatah Latin yang mengatakan bahwa “mensana in korpore sano” artinya di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Pepatah ini mau mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan jiwa. Tubuh dan jiwa yang sehat memberikan spirit pada eksistensi diri dalam merasa, berpikir dan bertindak. Dan sebaliknya tubuh yang sakit menyebabkan kesakitan pada jiwa. Dengan demikian untuk menjaga dan mengembangkan tubuh dan jiwa yang sehat dibutuhkan aktivitas olahraga.

Tahun 2020 menjadi pesta Pekan olahraga nasional (PON) yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai wujud negara pecinta olahraga dan peduli terhadap perkembangan bakat dan talenta tunas muda bangsa. Olahraga merupakan suatu wadah untuk melakukan pengolahan raga (tubuh) agar tetap sehat jasmani. Dengan melakukan olahraga tubuh kita memiliki spirit, stamina dan kebugaran yang baik. Spirit akan mendayai kita untuk aktif beraktivitas tanpa letih lesu. Fungsi lain dari olahraga ialah membangun jejaringan otak yang aktif, memperpanjang usia dan memiliki tubuh yang sehat. Oleh karena itu, PON XX tahun 2020 dilakukan dengan tujuan membina dan menghasilkan atlet-atlet muda agar bersaing di tingkat regional dan internasional, dan juga mempererat persaudaraan warga negara dalam dunia olahraga. Dengan harapan menghasilkan atlet-atlet yang memiliki spirit dan kemampuan unggul dalam mengembangkan bakat dan talenta yang dimilikinya. Sehingga dapat menghasilkan prestasi-prestasi gemilang bagi bangsa dan negara di tingkat regional dan internasional.
Provinsi Papua dipercayakan sebagai tuan rumah PON 2020. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Papua dan pemerintah provinsi Papua di bawah kepemimpinan gubernur Lukas Enembe dan wakil gubernur Klemen Tinal. Suatu tanggung jawab besar ini menjadi tanggung jawab masyarakat Papua secara kolektif. Pada kesempatan ini orang papua harus satu hati satu tekad rahi prestasi olahraga demi harkat dan martabat Papua. Untuk itu dalam menyongsong PON 2020 perlu ada antusiasme bersama.
Antusiasme pemerintah terlebih khusus KONI PON 2020 sangat terlihat dalam persiapan fisik yakni sarana dan prasarana, infastruktur yang sedang dalam proses pembanguan dan adapula yang sudah rampung dibangun di beberapa kota dan kabupaten. Misalnya stadion Papua Bangkit yang berdiri megah di kabupaten Jayapura. Beberapa vanue dibangun seperti hotel-hotel, penginapan dan renovasi asrama-asrama pemerintah di pusat-pusat pertandingan sebagai tempat penampungan para tamu negara seperti presiden RI, para menteri, bupati, walikota, pelatih, official, atlet dan penonton. Begitu juga perluasan jalan umum, penataan dan pembangunan tempat-tempat wisata, kuliner dan souvenir. Pemerintah membangun kerjasama eksternal dan internal untuk melengkapi dan mengawal jalannya PON nanti. Seluruh persiapan ini mau memperlihatkan bahwa Papua siap menyelenggarakan PON 2020.
Terlepas dari seluruh persiapan fisik dalam menyambut PON 2020 di atas, kini kita akan melihat secara khusus makanan khas Papua sebagai alternatif produksi yang mendukung stok makanan selama bergulirnya PON 2020 nanti.
Tanah Papua merupakan tanah yang kaya. Terdapat keindahaan alam, kearifan lokal dan kekayaan alam yang bermanfaat dan bernilai luhur bagi masyarakat Papua. Kekayaan ini menjadi warisan nenek moyang yang hidup dan diwariskan kepada anak cucu cecetnya. Alam menjadi sumber kehidupan manusia Papua yang alamiah dan tak terhabiskan. Di dalam hutan yang luas terdapat sumber nabati, protein dan gizi. Maka itu di dalam makanan khas Papua terdapat sumber energ alamiah. Misalnya sagu, umbi-umbian, sayur-mayur, hewan nabati, buah-buahaan dan lain-lain. Dengan demikian dalam pesta raya PON 2020 Papua sebagai tuan rumah selain menyiapkan stok makanan dari hasil impor luar Papua, kita juga mempersiapkan pangan lokal khas Papua seperti papeda. Papeda menjadi makanan khas orang Papua dan memiliki gizi yang sangat tinggi. Bagi siapa saja yang datang ke Papua papeda menjadi salah satu makanan favorit yang tak dilewatkan. Pangan lokal seperti papeda memiliki daya tarik khusus dan nilai khas Papua yang patut dilestarikan dan dikonsumsi.
Di lihat dari makanan khas Papua sebagai sumber gizi alamiah yang baik. Saya memberikan beberapa alternatif tawaran kepada pemerintah provinsi Papua terlebih khusus KONI provinsi, kabupaten dan kota pada PON 2020 sebagai penanggungjawab seluruh persiapan.
Pertama, kepada KONI bahwa dalam membangun infrastruktur dibangun juga gudang pangan lokal makanan khas Papua. Gudang ini akan dipakai sebagia tempat penampungan makanan khas Papua selama pertandingan berlangsung. Misalnya tumang-tumang sagu akan disimpan di dalam gudang untuk mengantisipasi stok yang tersedia di masyarakat. Ketika stok luar habis masyarakat mengambilnya di gudang dan mengolahnya menjadi makanan siap dikonsumsi.

Kedua, membangun fasilitas-fasilitas khusus seperti pasar pangan lokal khas Papua di berbagai titik pertandingan maupun pusat keramaian. Fungsinya untuk menjual secara khusus makanan khas Papua. Juga dapat memudahkan penonton ataupun para atlet untuk dengan mudah membeli dan mengonsumsi makanan khas Papua.
Ketiga, bekerjasama dengan mama-mama Papua yang berjualan dipinggir jalan sebagai penjual makanan khas Papua. Tujuan agar menyiapkan pangan lokal khas Papua seperti papeda agar dipersiapkan secara khusus sehingga waktu bergulirnya pertandingan PON 2020 bisa menyediakan stok makanan khas yang cukup. Mama-mama Papua dengan bakatnya akan mengolah makanan khas Papua dalam berbagai menu dan menyajikannya. Misalnya dalam menu papeda dan ikan kuah kuning. Secara khusus bisa juga mama-mama Papua di tempatkan di tempat tinggal para atlet dengan tugas sebagai penyaji makanan khas papeda untuk mengembalikan kekuatan tubuh setelah melakukan latihan dan pertandingan.
Keempat, pemerintah memberikan lapangan kerja bagi orang asli Papua terlebih khusus mama-mama Papua yang berjualan di pinggir jalan dengan berpenghasilan minim. Sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan tinggi di tempat yang layak. Hal ini juga sebagai pemberdayaan kepada masyarakat kecil yang memiliki ekonomi lemah dalam membiayai kebutuhan hidup keluarga dan kebutuhan sekolah anak-anaknya.
Kelima, secara medis dapat menghindari penyakit-penyakit yang menghambat para atlet selama pertandingan. Seperti peningkatan obesitas dan kolestrol, dan lain-lain. Dengan mengonsumsi makanan lokal para pemain lebih semangat dalam pertandingan. Agar tetap menjaga kebugaran tubuh para atlet selain mengonsumsi makanan hasil produksi pabrik disarankan mengonsumsi makanan lokal sebagai makanan bergizi.
Alternatif tawaran ini dengan maksud dan tujuan sebagai upaya menjaga dan mencintai makanan khas Papua, mempromosikan, mendukung stok makanan pada saat PON 2020, mendatangkan daya tarik wisatawan asing maupun mancanegara, menunjukan kepada negara dan dunia bahwa Papua memiliki sumber daya alam yang kaya, dan upaya memberdayakan masyarakat dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dari hasil bumi setempat.
Akhirnya, kita jadikan pesta PON 2020 sebagai pesta kenenangan medali dan makanan khas Papua. Dengan memperhatikan alternatif tawaran yang diberikan, kita mengangkat jati diri orang Papua yang mencintai makanan khas dan menyatu dengan alam Papua serta mencintai olahraga. Mulai dari Papua kita tunjukan kepada negara dan dunia bahwa alam Papua masih eksis menyiapkan dan menghasilkan pangan lokal khas Papua sebagai sumber kehidupan.

Penulis Adalah Salah Satu Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT)“Fajar Timur”Abepura – Jayapura

Berikan Komentar Anda