BALIK ATAS
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM
Masa Kontrakan Habis, Mahasiswa Dogiyai di Sorong diusir dari Kontrakan
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 3rd Mei 2019
| 208 DIBACA
Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai kota studi Sorong sedang mengemasi barang-barang dan meninggalkan kontrakan mereka (Foto:Istimewa)

Jayapura,Sejumlah Pelajar dan Mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai diusir oleh Pemilik rumah kontrakan  pada jumat ( 03/04/2019 ) Sekitar pukul 14:09 waktu papua. Ferdinand Tebai Ketua IPMADO (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai di Kota studi Sorong kepada media papualives.com mengatakan bahwa dengan pentingnya sumber daya manusia (SDM). Pemerintah harus membanggun asrama permanen di Kota studi Sorong agar tidak lagi terjadi hal-hal seperti ini, karena permasalahan ini sangat menganggu aktivitas pelajar dan mahasiswa yang ada di Kota studi Sorong.

” Kami dapat diusir oleh pemilik kontrakan hanya karena usainya masa pembayar uang kontrak. Biasanya kami bayar 1 tahun sekali namun beberapa bulan mulai terhitung dari Januari hingga Mei ini, pemilik kontrakan hanya kasih ingat. Namun pemilik kontrakan dengan baik hati ijinkan kami tinggal selama kurang lebih empat bulan kami tinggal.” katanya pada jumat ( 03/04/2019 ) dari Sorong,Papua Barat.

Lanjutnya, Dalam waktu dekat Pemerintah kabupaten  Dogiyai segera turun dan mengamankan satu buah kontrakan menuju membangun asrama permanen di Kota studi Sorong.

” tadi kami keluar dan saat ini kami tinggal di kos. Menunggu konfirmasi dari pemerintah kabupaten Dogiyai. pemerintah harus memperhatikan mahasiswa seutuhnya, pemerintah tidak perlu membeda-bedakan mahasiswa Papua yang kuliah di Papua dan mahasiswa Papua yang kuliah di luar Papua. Realita yang terjadi di Papua, pemerintah daerah selalu memperhatikan bagi mahasiswa yang kuliahnya di luar Papua.” jelas Tebai kepada media ini.

Selaku Ketua, menuturkan kepada Pemerintah harus memperhatikan secara keseluruhan. Karena itu dengan kami menyampaikan bahwa Pemerintah harus memperhatikan mahasiswa Papua

” Pemerintah juga jangan berat sebelah. Mahasiswa yang kuliahnya di luar Papua dan mahasiswa Papua yang kulianya di Papua, karena apa yang mereka rasakan di sana,kami juga rasakan dan apa yang mereka alami di sana kami juga lagi sini dan juga materi apa yang mereka dapat, kami juga dapat dari kampus kan masing-masing.”tuturnya.

Mikael Edowai

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM