Balik Atas
Masyarakat Adat Nusantara Pesisir Nabire Hadiahi Peti Mati Untuk KPU Nabire
Pewarta: Redaksi Edisi 14/05/2019
| 518 Dibaca
aliansi Masyarakat Adat Nusantara terdiri dari 6 suku Masyarakat adat yang berada di-Pesisir dan kepulauan di Kabupaten Nabire di depan Kantor KPU Nabire(Foto:Istimewa)

Nabire,Unjuk rasa yang di laksanakan oleh aliansi Masyarakat Adat Nusantara terdiri dari 6 suku Masyarakat adat yang berada di-Pesisir dan kepulauan di Kabupaten Nabire menghadiahi peti mati selaku simbol matinya hak asasi dan Demokrasi pasca Pemilu 17 april 2019 kususnya pemilihan Legislatif di Kabupaten Nabire.

Ratusan massa dalam orasinya pada Selasa 14 mey 2019 di depan Kantor KPU Nabire mengatakan, bahwa pihaknya menuntut dimana pada pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 khususnya pemilihan legislatif (Pileg) di Kabupaten Nabire diduga keras sarat dengan kecurangan.

Dalam pernyataan sikap oleh Masyarakat adat dari enam (6) suku pesisir dan Kepulauan serta Dominasi Masyarakat adat Nusantara di Kabupaten Nabire terkait pelaksanaan pemilu 17 April 2019 Khususnya terkait pemilihan Legislatif yang di bacakan oleh Kepala suku besar Wate Alex Raiki menyampaikan bahwa, “Menolak dengan tegas hasil perolehan suara di Nabire pada pemilu Legislatif 17 April 2019, Hasil perolehan suara pada pemilu legislatif di Nabire terindikasi proses pemilihan yang melenceng dan jauh dari aturan yang mengatur tentang pelaksanaan pemilu, Masyarakat adat meminta upaya proses hukum terhadap pelaksana pemilu di Kabupaten Nabire, khususnya pemilu legislatif.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Nabire Deny Merin Menyampaikan, “Saya atas nama KPU Kabupaten Nabire mengucapkan banyak terimakasih atas aspirasi bapak, ibu yang sudah di sampaikan tadi, dalam hal ini berhubung Komisioner yang lain sedang berada di Jayapura, maka itu, saya dalam kesempatan ini sebagai perwakilan KPU Kabupaten Nabire, Adapun kebijakan atau keputusan di kemudian nanti akan kita koordinasikan kembali,” tutup Deny Merin.

Selanjutnya giat tersebut di Akhiri dengan penyerahan Peti Mati sebagai Simbol Matinya hak Asasi serta Demokrasi pada pemilu 17 April 2019 kususnya pada Pemilu legislatif.

Redaksi

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM