Balik Atas
Masyarakat Kabupaten Jayapura dan Euforia Capres 2014
 
Pewarta: Redaksi Edisi 18/06/2014
| 744 Views
Foto : Ilustrasi/ist
Capres 2014 No urut 1 Prabowo – Hata dan No Urut 2 Jokowi – Jk jadi
topic pembicaraan hangat di berbagai kalangan masyarakat umum,secara
khusus di kabupaten jayapura sudah rameh di gembar-gemborkan, baik itu
gaya kepemimpinan indifidu masing-masing dan karya mereka ,hal ini
menghadirkan tangapan dan opini-opini public yang kadang menyudutkan
masing-masing Capres,dan juga mempersempit pola pikir masyarakat.
Masing-masing bakal
calon presiden 2014 ini memiliki kesan masa lalu yang berbeda,capres no
urut 1 prabowo berlatar belakang TNI,sederetan jabatan tinggi di tubuh
TNI pernah di jabatnya. Begitu pula sebaliknya capres No Urut 2
Jokow

idodo,berlatar belakang masyarakat sipil yang pernah di beri
kepercayaan oleh rakyat untuk menjadi pemimpin di beberapa tingkatan
pemerintahan daerah.
Banyak kalangan Keliru menilai kandidat capres
2014 ini dengan menaruh masa lalu sebagai acuan utama dalam menentukan
presiden kali ini, tanpa mengkaji program-program unggulan yang akan
menjadi sarana perubahan di masyarakat yang sementara di kampanyekan
oleh ke dua capres ini. Tanpa di sadari cerita atau cara pandang model
seperti ini telah menjadi virus bagi pola pikir yang baik bagi orang
banyak di papua untuk memutuskan pilihannya.
Dari sisi penerapan pendidikan, Pola pikir ini dinilai akan memberi
dampak yang kurang baik bagi masyarakat untuk menentukan sosok
pemimpin. banyak orang telah terjebak degan pikiran dan cara pandang
ini, karna pada saat mereka menilai capres 2014 ini, mereka selalu
memposisikan diri sebagai orang papua yang sama sekali berbeda dengan
orang lain di luar papua, Rentetan peristiwa-peristiwa masa lalu
menjadi juru kunci untuk mengeksekusi niat baik lewat kebijakan
program-program pembangunan yang positif dari kandidat yang
bersangkutan.
Stikmatisasi pembodohan lewat pola pikir ini harus
dihindari dan sudah harus gunakan cara pikir yang murni, kabupaten
jayapura sering menjadi lahan yang subur bagi para elit- elit tertentu
untuk melakukan praktek-praktek kepentingannya, untuk itu suda saatnya
semua orang harus memperbaiki pola pikir ini, dengan menjadikan
fenomena masa lalu dan fenomena masa sekarang serta yang akan datang
sebagai bahan perenungan untuk menentukan pilihannya sebagai warga
negara yang baik, dalam sebuah Negara berdaulat, Maka tuduhan – tuduhan
“LAIN” yang selama ini menghantui orang asli papua dengan sendirinya
mencair. 

Yau Kromsian

Berikan Komentar Anda