Melihat lebih dekat kelompok belajar Kisumo di Jayawijaya
Pewarta: Redaksi
| 376 Dibaca
EDISI TERBIT: 11 Mei 2020
Anak-anak kelompok belajar Kisumo di kampung Ayobaibur,Distik Ibele,Kabupaten Jayawijaya. (Foto:Amos/PapuaLives)

Oleh : Amos Mosip

Manusia yang berpendidikan sangat menentukan untuk atau maju mundur suatu pembangunan, kemajuan  diberbagai bidang, melakukan persaingan-persaingan global, untuk mengatasi garis ketidakmampuan tingkat masyarakat, untuk memberikan jalan keluar dari hari yang tidak dapat diinginkan perkembangan jaman dan membawa keharuman nama baik Daerah dan Kampung. Sama halnya dirasakan anak-anak muda di kampung Ayobaibur,Distik Ibele,Kabupaten Jayawijaya itu.

Pendidikan Wilayah Distrik Ibele pada Khususnya Kampung Ayobaibur, Kampung Holaliba, Kampung Yagarobak, Kampung Zinai, Kampung Yelewarek, Kampung Ibele sebagian dan Kampung Tipalok sebagian merupakan Kampung yang jaraknya jauh dengan kedudukan Sekolah Dasar Inpres Tipalok dan Sekolah Dasar Inpres Ibele. Dan jarak antara sekolah dan Kampung-kampung tersebut kurang lebih 3 sampai 20 Km2 dan medanpun cukup untuk anak usia kecil tidak dapat menjangkau. Anak-anak pada wilayah beberapa Kampung tersebut juga mengalami penurunan tingkat belajar dan banyak yang tidak dapat belajar Usia Dini dan jaran melakukan proses belajar pada sekolah yang ada, Wilayah Kampung tersebut yang ada beberapa Klen Suku yaitu, Kalolik Hilapok, Mosip Hiluka, Mosip Dabili dan Hiluka Elopere.

Kelompok Belajar Kisumo di Kampung Ayobaibur ini sudah lama dengan berbagai gaya dari beberapa Tahun sebelumnya yaitu belajar hanya 4 sampai 10 anak. Gaya ini dilakukan dalam Honai (rumah adat di suku baliem) dari sejak tahun – tahun lalu. Tetapi Tahun 2015 bulan Januari melakukan Kegiatan Belajar dan Mengajar sangat cukuplah besar dari jumlah sebelumnya. Setelah melakukan kegiatan Belajar, perubahan yang terjadi adalah beberapa Kampung tetangga sebanyak 6 Kampungpun anak-anak berdatangan terus sampai jumlahnya 40an anak. Jumlah anak-anak dari Tahun 2017 beda dengan sekarang Tahun 2020 sudah mencapai 80an anak.

Mereka sedang duduk santai menghisap tebu dengan santai sambil mendengar arahan dari guru pengajar  (Foto:Amos/PapuaLives)

Perubahan terus terjadi ini Kami sedang berpikir bagimana selamatkan anak-anak ini untuk menjadi peserta didik yang sah dalam sistem Aplikasi On Line (Dapodik Sekolah).
Untuk menetapkan Nama-nama Anak-anak di Aplikasi Dapodik Sekolah telah bergabung dengan SD Inpres Ibele dan Nama-nama mereka di muat dalam Aplikasi Dapodik tersebut menjadi Peserta Didik Sah.

Pada Tahun Ajaran 2017 itu dari Anggota Kelompok Belajar Kisumo telah mengikuti Ujian Nasional Sekolah sebanyak 10 Anak dan mereka itu sekarang Tahun 2020 ini akan masuk SMA Kelas X. Jadi Anak-anak Peserta Didik dari Kelompok Belajar Kisumo telah mengikuti Ujuian sebanyak Tiga kali dan di tambah dengan Tahun 2020 ini yang ke Empat.

Jumlah siswa banyak ini pada Tahun 2015 – 2017 selama 3 Tahun belajar di Pastori Gereja Kemah Injil dan Tahun 2018 sampai sekarang di salah satu Bangunan yang di Bangun oleh Suadaya Pendiri sendiri. Dalam Bangunan ini Anak-anak Belajar tanpa ada Meja dan Kursi, mereka Belajar hanya beralaskan rumput dalam bahasa daerah disebut “Jeleka” sehingga melihat kondisi ini mereka sangat membutuhkan perhatian dan bantuan pihak setempat  terutama Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Relawan Guru agar dapat mendukung proses belajar mengajar generasi muda yang berada di rumah belajar “Kisumo” itu . “Semoga”

Penulis adalah salah satu Pemuda kampung itu ,sekaligus pendiri kelompok belajar Kisumo tinggal di kabupaten Jayawijaya.

Berikan Komentar Anda
Share Button