Scroll to Top
Mendaki Pegunungan Tambrauw
Posted by Redaksi on 16th November 2018
| 134 views
Ilustrasi kampung kebar dengan alam yang Indah (Foto:Dok.PapuaLives)

Oleh : Maximus Sedik

Saya ingat sebuah filosofi yang diajarkan orang tua saya di kampung tentang bagaimana menempuh sebuah perjuangan untuk mencapai tujuan. Anak, ko mau naik gunung itu untuk cari telur maleo berarti ko harus siapkan makanan berupa sagu, ubi, singkong, keladi, dan ko juga harus siapkan wafpem (korek api tradisional). Ko sudah tau kalau musim telur sdh dekat berarti sekarang harus buat kebun, togok sagu, piara anjing supaya saat masuk hutan cari telur di gunung itu semua sudah lengkap.

Terus jangan lupa eee, pergi cek-cek tempat untuk pada saat ko jalan cari telur itu dan potong-potong kayu supaya babi liar dong tra makan maleo dia pu telur itu. Perempuan-perempuan juga harus anyam noken, jahit koba-koba (paying tradisional) persiapan karena hujan di tengah jalan dan kitong bisa tidur. Laki- laki dong juga harus siapkan anak panah, kapak, parang dan ko juga kasih info ke sodara-sodara dong di tempat lain juga supaya kamu sama-sama pergi mendaki gunung itu untuk mencari telur bersama.

Selangkah perjalanan untuk tiba pada suatu puncak gunung pasti lewati berbagai rintangan dan tantangan yang berat untuk tiba pada tempat tujuan. Dengan tujuan mau mencari sebuah telur yang disebut dengan telur maleo. Sebelum berjalan ke tempat tujuan segala sesuatu harus  siapkan secara baik dan menyusun langkah dengan baik. Menyusun langkah dengan baik sehingga tidak tersesat di tengah jalan maupun kehabisan energi dan bekal selama perjalanan.

Mendaki sebuah gunung bukanlah hal yang gampang dan bukanlah hal sepele. Orang yang berpengalaman saja ia masih berpikir bagaimana bisa mencapai puncak gunung. Bagaimana dengan orang yang belum berpengalaman dan bahkan tidak mengetahui bagaimana dan kemana arah yang memulai dan medan perjalanannya.

Ingat dengan baik bahwa kita mendaki gunung itu melewati, jurang yang terjal, sungai  yang sangat deras, dan hutan hujan tropis yang sangat gelap sinar matahari tidak mampu menembusnya. Kita yang lahir dan besar di bawah kaki gunung ini, pasti sudah diajarkan langkah-langkah sebelum mendaki gunung dengan tujuan mencari telur maleo. Mengapa telur maleo ? orang tua di hutan waktu itu belum ada kampung mereka lebih bersama-sama. Itu pada saat musim telur maleo di hutan ini bagian dari sebuah pesta bersama yang dirayakan secara bersama. Dengan jalan kebersamaan mereka saling memberi pesan ke seluruh saudara/i lain untuk ikut bergabung bersama dan mencari telur bersama.

Sebelum memulai masuk hutan, yang terutama di siapakan adalah, asah parang dan kampak dengan tajam baik-baik. Mengapa, karena di depan perjalanan banyak pohon yang tumbang akibat angina, jalan yang sudah tertutup karena sudah lama tidak ditelusuri. Dan bekal makanan harus banyak dan korek api. Sebelum memulai mendaki, ada kesepakatan bersama kapan kita tiba di puncak gunung dan berapa lama perjalanan kita apakah seminggu, sebulan, atau sehari. Dengan target ini, sehingga analisa perjalanan sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan dan tidak kehabisan bekal selama perjalanan. Kebiasaan orang tua pada saat mencari (berburu) telur bersama mereka pasti mempunyai seekor anjing peliharaan guna untuk berburu buruan apa saja selama perjalanan. Ini juga bagian dari tujuan perjalanan dan bekal perjalanan. Sepanjang perjalanan banyak peristiwa alam yang dihadapi seperti, hujan, longsor, pohon tumbang, dan banyak peristiwa alam lain.

Mendaki gunung bukanlah hal yang gampang seperti yang kita bayangkan atau seperti mendaki gunung yang sudah di daki oleh banyak orang di pulau jawa. Tetapi mendaki gunung di Papua misalnya, mendaki gunung Tambrauw anda harus menyiapkan seluruhnya dan siapkan fisik maupun mental untuk sebelum memulai. Mengapa,  yang kita hadapi bukan keadaan alamnya saja tetapi banyak hal yang kita hadapi selama perjalanan kita. Kita tiba di puncak gunung Tambrauw dengan selamat dan terhindar dari segala hal kita harus membangun kebersamaan melalui sebuah jalan komitmen dan serius. Dan jangan lupa seberat apapun perjalanan kita untuk tiba di gunung ini kita tetap berjalan dengan serius dan bersama-sama pasti kita tiba dengan selamat.

Pasti saat kita tiba kita disambut dengan hamparan gugusan gunung dan pesona alam yang merayu kita pada saat di pandang. Hamparan lautan yang tidak kalah indahnya memberi sejuta pesan hidup bahwa penting juga alam ini harus dijaga dengan baik. Sepanjang perjalanan yang sudah di lewati kita pun menemui flora dan fauna yang beraneka ragam ini pun memberi pesan tersendiri bahwa penting juga alam ini dijaga dan dirawat dengan baik.

Ini  cerita singkat memberi gambaran bagaimana sekelompok orang membangun kebersamaan untuk mendaki gunung yang tinggi dengan tujuan mencari apa yang mereka cari seperti cerita singkat di atas. Bacalah sebuah cerita ini dengan seksama dan renungkanlah dengan baik.

Ingat perjuangan itu berat, ketika tidak  ada kebersamaan dan komitmen.

Berikan Komentar Anda