Balik Atas
Mengenal Lebih Dalam Mengenai : Kritik dan Saran
 
Pewarta: Redaksi Edisi 21/10/2014
| 623 Views
Foto : Ilustrasi memilih 2 jalan /ist
 “Kedua Kata Seperti Tertulis Diatas Ini, Mana Yang Kita
Inginkan? Kalau Saya Lebih Memilih Kata Yang Disebut Saran Karena Kata
Tersebut Akan Memberikan Dampak Positif Bagiku”
Semua
orang ingin melalui jalan yang tepat, cepat sampai tujuan. Itulah
keinginan semua manusia di bumi ini. tapi, masih banyak dari kita yang
ingin melalui jalan yang belum tentu itu benar, alis raba raba. Itu
semua dilakukan karena masih mencari cari jalan mana yang cocok baginya
untuk dilalui. Bahkan ada juga yang asal asalan tabrak saja, meskipun
mereka telah tau jalan tersebut tak tepat baginya.

Itulah
yang menjadi pertanyaan pilihan dalam perenungan catatanku ini. Kita
telah ketahui bersama sama bahwa jalan tersebut lama sampai pada tujuan.
Tapi, kita masih ingin terus menerus melaluinya. Bukankah jalan
tersebut tak dinginkan semua orang? sehigga kita membutuhkan waktu yang
cukup lama sampai di tujuan melalui jalan yang tidak kita. inginkan.
Sebagian
kecil orang yang memilih jalan yang tepat, cepat sampai tujuan mereka.
Itulah yang disebut orang orang bijak, karena mereka memilih jalan yang
tepat. Jalan yang dapat membahagiankan mereka.
Lambat Tak Memuaskan
Mengapa saya tidak menginginkan kata Kritik?
Menurutku, itulah hal yang saya tidak inginkan. Jadi, untuk apa saya
memilihnya, karna  segala kritikan yang keluar dari dalam diriku akan
memberikan dampak buruk atau negatif kembali pada diriku sendiri. Dan
itu akan menjadi pengalaman hidup yang pahit dan nyata dalam kehidupanku
sendiri dan juga kepada orang lain.
Begitu banyak waktu
yang kubuang dengan sia sia karena memilih pengertian yang salah terkait
kata Kritik atau kata kerjanya disebut mengkritik atau mengkritisi.
Dahulu saya pikir hal ini akan memberikan perubahan atau dampak positif
bagi orang orang yang telah saya kritisi. Tapi, setelah saya mulai
belajar bercermin pada diriku sendiri, hal tersebut semacam senjata
Bumerang yang menghantamku kembali.
Semua yang telah
kulalui dengan jalan yang kupilih tersebut sama sekali tidak memberikan
kontribusi balik yang produktif, hal itu hanya memberikan kesusahan
kembali pada diriku sendiri. Sehingga, untuk apa saya menghabiskan umur
hidupku dengan memilih jalan yang salah.
“Minggu
malam, jam di notebook ku menunjuk pukul 23:18, 19 Oktober 2014. Saya
baru sadar ternyata sia sia saja jalan yang selama ini ku anggap itu
benar, ternyata hanyalah membawa petaka bagiku”.
Pengalaman
itu membuatku harus memilih jalan yang lain menuju satu tujuan dari dua
sisi jalan yang berbeda. Sehingga, saya wajib menentukan jalan yang
tepat, cepat sampai tiba di tempat tujuan yang sama.
“Jadi,
kalau saya masih di jalan yang lama, ujungnya pasti tidak akan
memberikan hasil yang ku ingin, bahkan tidak akan pernah sampai kepada
tujuan, karena saya mengalaminya sendiri sehingga terasa berjalan di
tempat. Dan pula, saya hanya taputar di tengah jalan yang ku lalui”.
Kritik
dengan kata kerjanya mengkritik dan juga disebut mengkritisi, itukan
segala hal yang kita tidak inginkan tho? Itu sama saja dengan hal hal
yang buruk atau jahat atau juga disebut negatif. Ini sama saja dengan
hal hal yang tidak enak atau tidak diinginkan semua orang.
Pertanyaannya,
mengapa kita harus melalu jalan tersebut, bukankah kita wajib memilih
jalan yang tepat agar cepat sampai ke tujuan yang sama ? jawabannya
kembali kepada tiap diri kita.
Tepat Cepat Bahagia
Setelah
saya memahami akan arti hidup yang sebenarnya harus ku jalani, dan yang
dinginkan oleh semua umat manusia di bumi ini, saya lebih memilih ke
kata saran. Mengapa saya memilih ke kata tersebut?
menurut saya, Saran adalah kata yang akan berdampak positif dan sifatnya
akan membangun pribadiku sendiri dan juga kepada orang lain.
Saran
sama saja dengan positif, baik, enak dan segala hal yang kita inginkan.
Inilah yang disebut jalan kehidupan yang baik. Inilah Jalan yang ku
pilih karena akan membuat diriku sendiri baik dan juga kepada orang lain
akan mendapat berkat bagi mereka yang saya sarankan.
“Bukankah
semua orang ingin memilih jalan yang baik yakni saran? Lalu, mengapa
ada orang ingin memilih jalan yang tidak dinginkan yaitu kritik?
Saya
menulis catatan ini dari pengalaman hidupku sendiri, sehingga saya
ingin membagikannya kepada sahabat sahabatku agar dapat belajar
merefleksikannya juga pada diri anda masing masing sesuai dengan
penglaman hidup kalian.
Kehidupan ini hanya ada dua jalan
yang harus kita tuju. Sang Pencipta Agung telah menetapkan jalan
kehidupan di duniai ini adalah hanya ada dua jalan. Itulah ketetapan
yang telah dilakukanNya bagi kehidupan umat manusia. begitu tepat
disebut Hukum Kehidupan karena hidup adalah pilihan untuk menentukan
kedua sisi kehidupan tersebut.
Pilihlah Jalan Yang Dinginkan
Jalan
kehidupan di dunia ini hanyalah dua jalan yakni baik dan buruk atau
yang biasa disebut jahat. Saya bisa nyatakan kedua jalan itu adalah
Saran dan Kritik. Saran adalah baik dan kritik adalah buruk atau sama
saja dengan jahat.
Sebenarnya kita manusia adalah pemilih
pemilih hebat untuk menentukan dunia kehidupan kita sendiri dari apa
saja yang kita inginkan oleh keinginan, perasaan hati dan pikiran kita.
Entah itu, yang baik dan buruk dalam kehidupan tiap diri kita.
“Bukankah
Sang Pencipta Agung telah menetapkan hidup manusia di bumi ini adalah
untuk memili kedua hal tersebut ?  Itulah Hukum Kehidupan  untuk memilih
Baik dan Jahat dalam artian  akan menjadi pengalaman yang baik dan
buruk dikehidupan kita masing masing”
Pikir dan renungkanlah itu.
Tidak
ada orang yang dapat memaksa kita untuk berubah, hanyalah kita sendiri
yang dapat merubahnya dari kesadaran kita tiap orang. Kesadaran itu akan
muncul ketika kita memahami tulisan dari catatan kecilku ini yang
menjelaskan dengan ringkas, apa arti hidup ini dari jalan yang kita
pilih.
“Bukankah Kritikan yang kita layangkan kepada
sesama kita manusia akan membuat kita membenci mereka?  Dan  sebaliknya,
Saran yang kita berikan kepada orang lain, itu karena kita mengasihi
mereka”!
Renungkan dua kalimat tersebut.
Ikutilah kebahagian hati kita untuk memlih kedua kata tersebut yang akan
menjadi nyata di jalan kehidupan kita masing masing. jika jalan yang
kita ikuti tersebut terasa baik, ikutlah itu. Namun, jika tidak demikian
mengapa harus diikuti, bukankah begitu?
Tentukanlah
sekarang, jangan di tunda tunda. Jangan lagi mau raba raba jalan mana
yang kita mau pilih. Karena kita adalah pemilih pemilih hebat di duniai
ini untuk menentukan kedua jalan tersebut. Go…!!!
Enarotali, 141019
Natan Pigai
Berikan Komentar Anda