Otopianus P Tebai Senator Asal Papua Menggucapkan Selamat HUT PI ke-165
Pewarta: Michael Edowai
| 283 Dibaca
EDISI TERBIT: 3 Februari 2020

Jayapura,Pada tanggal 5 Februari merupakan hari bersejarah bagi jutaan umat kristiani di tanah Papua. Ini adalah hari masuknya Pekabaran Injil (PI) di Tanah Papua pada tahun 2020 HUT ke-165 . Injil pertama kali masuk di Pulau Mansinam, Teluk Doreh di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat (dulu Papua), 5 Februari 1885 lalu. Injil masuk melalui dua misionaris asal Belanda dan Jerman, yakni Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler,Maka Saya selaku anggota DPD RI utusan Provinsi Papua mengucapkan Selamat Atas Perayaan HUT Injil Masuk di Tanah Papua. Kata itu di sampaikan oleh Otopianus P Tebai Senator Asal Papua ketika menghubungi Wartawan papualives.com pada senin (03/02/2020) melalui via telepon seluler.

lanjutnya, Seluruh manusia di muka bumi pasti terikat dengan aturan-aturan tertentu dalam menjalankan hidup. Peraturan tersebut diperoleh dari ajaran agama yang dianut maupun norma yang berlaku di masyarakat secara turun temurun.

” Menanamkan nilai-nilai moral dan agama tentu saja harus dimulai sejak usia dini. Hal ini menjadi tugas yang cukup menantang bagi orangtua di manapun berada, mengingat orangtua adalah “dunia” pertama bagi anak. Maka orangtua wajib hukumnya untuk memahami apa yang harus diajarkan terlebih dahulu kepada buah hati dan apakah sudah sesuai dengan tumbuh kembangnya.”jelasnya.

Tebai juga menambahkan bahwa orang Papua menjalankan hidup berdasarkan iman dan juga agama jadikan modal hidup bagi orang papua dalam menjalankan kehidupan.

” Umat Nasrani atau orang jangan membedah bedah antar agama Kristen dan kepercayaan lainnya yang ada di Tanah Papua ada 5 agama terbesar di Indonesia itu hanyalah beda kepercayaan akan tetapi tujuannya hanya satu yaitu memuliakan nama Tuhan Allah dengan kepercayaannya masing masing berdasarkan kepercayaan yang di miliki oleh 5 agama tersebut.” terang Tebai

Terkait hal itu Ia berharap orang tetap hidup berdasarkan iman yang kita percaya karena kita bedah agama dan kepecayaan tetapi kita tetap satu.

” Salah satu contoh Bhineka Tunggal Ika (berbedah bedah tetapi tetap satu)” harapnya melalui via telepon seluler.

Berikan Komentar Anda