Balik Atas
Mengungkap Rahasia Kebenaran
 
Pewarta: Redaksi Edisi 12/07/2014
| 788 Views
 Ilustrasi berdoa     Foto :IST
Dunia manusia penuh dengan intrik dan kepentingan akan kekuasaan. Semoga anugerah kekuasaan mampu menjadikan badan fisik dapat mengembannya. Sesungguhnya, bumi ini hanya diperuntukan bagi manusia yang berimanberbudi baik dan . Karena dengan keimanannya dan kebudian baiknya, pastilah informasi tentang tugas manusia di bumi akan diaturnya secara bijak. Sehingga tigas kemanusiaan ini mampu memberikan gelar manusia sebagai rahmat bagi sekian alam. Politik yang diembannya pastilah politik ketuhanan.

Tahapan berikutnya yang mampu menjadikan sebuah bangsa itu maju, ya orang-orang jujur dan ikhlas, serta memiliki sikap-sikap seorang ksatria. Sangat sulit melintas masuk ke kedalaman hati seseorang, hanya saja untuk membuktikan hal ini sangat sederhana. Alam biasanya akan membuka rahasia manusia yang bermaksud tidak baik, jika tiba masanya. Konsekuensinya, ketika tiba masanya persaingan yang terjadi di pilpres bisa jadi awal dari pemisahan antara orang-orang jujur dan ikhlas dengan manusia-manusia yang memiliki kepentingan secara pribadi. Kita sepakat saja, semoga Allah melalui perantaraan alam akan membuka kedok atau topeng yang seolah terbungkus rapi ini.
Jika persoalannya adalah keikhlasan dan kejujuran dalam membangun bangsa ini, maka seleksi alam akan dimulai dari presidennya. Lalu wakil presiden nya. Lalu semua kelompok-kelompok kepentingan, turun lagi ke para loyalis dan relawan, turun lagi ke masyarakat Indonesia, turun lagi ke rakyat Indonesia.
Ternyata Indonesia membutuhkan orang-orang yang berhati mulia, yang ikhlas dan jujur dan memiliki sifat ksatria untuk mampu membongkar akar kekerasan yang seringkali menggigit rakyat. Jangan pernah khawatir dengan keadilan alam. Kita nikmati saja, dan kemudian digulirkan saja, bahwa orang yang tidak jujur dan ikhlas dalam membangun bangsa ini dan melihat penderitaan rakyat akan tergilas oleh kehendak alam semesta.
Bisa jadi apa yang kita tuduhkan tidak benar, dan apa yang sesungguhnya kita tuduhkan ternyata tidak lebih baik dari perbuatan kita sendiri. Sesungguhnya orang yang berhak menghukum dan menuduhkan pada orang lain dengan hal-hal yang tidak baik, hanya diperuntukan bagi orang-orang baik dan benar. Pertanyaannya kemudian, apakah kita termasuk orang baik dan benar dan memiliki tingkat keikhlasan dan kejujuran? serta memiliki hati untuk rakyat? Inilah pesan dari rakyat jelata, bagi manusia yang selalu mengumbar fitnah dan merasa dirinya lah yang paling baik.
Salam KAJP / Ngwen Wone
Berikan Komentar Anda
Link Banner