BALIK ATAS
Menjelang PON 2020 Perlu Penataan tempat Jualan dan ditertibkan harga Noken
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 30th Mei 2019
| 715 DIBACA
Mama-Mama Papua sedang memasarkan Noken hasil rajutan (Foto:Istimewa)

Jayapura,Noken atau tas khas dari Papua ini,semakin banyak  diminati oleh masyarakat yang ada di Papua maupun yang berada diluar papua dan sudah menjadi sebuah oleh-oleh terbaik bagi mereka yang berkunjung ke Papua.

Dalam rangka PON 2020 sudah semakin banyak terlihat hasil rajutan Noken-Noken dengan berbagai motif yang sangat menarik yang nantinya bakal ramai  digunakan untuk oleh-oleh para peserta PON maupun pengunjung pada kegiatan besar  seluruh Indonesia yang diselenggaran di Papua  tersebut.Pedagang Noken  khususnya di Kota Jayapura semakin banyak namun belum tertata rapi oleh pemerintah melalui dinas terkait, sehingga harapan kedepan mungkin ada lokasi khusus agar nama-nama yang berjualan noken dapat tertata dan harga pun dapat diatur.

Maria Mote salah seorang Pengarujut  sedang menjual nokennya di depan Mall Saga Abepura menyampaikan bahwa ada beberapa jenis Noken dengan ukurannya sama dan bahan yang sama namun harga-harga berbeda jauh,ada mama yang jual mahal ada juga yang jual murah.

“saya berharap kedepannya perlu ada penataan tempat jualan yang baik  dan harga apalagi sebentar lagi PON dan kita menjadi tuan rumah, setidaknya kita bisa memberi kesan yang baik kepada tamu-tamu kita”kata Maria.

Belum lama ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Papua, Anike Rawar menyampaikan bahwa waktu pelaksanaan iven empat tahunan itu tinggal beberapa bulan saja. Untuk itu, ia berharap para pengrajin agar mulai memasarkan hasilnya sehingga bisa populer di kalangan publik.

“Intinya saya hanya berharap agar semua pengrajin di Papua bisa menangkap peluang dengan akan diselenggarakannya PON. Sebab sampai anyaman menyerupai noken berlogo PON dari Pulau Jawa misalnya, yang justru masuk beredar dan populer di Papua.Sebab kita ketahui kalau mesin anyaman di Pulau Jawa sangat canggih. Sementara pengrajin di Papua masih dengan buatan tangan. Hanya memang kita di Papua dari segi keunikan dan budaya lebih unggul. Tapi jangan sampai hal ini justru dimanfaatkan pengrajin dari luar Papua,” harapnya.

Tim Redaksi

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM