BALIK ATAS
Menuju Demokrasi Indonesia yang serba bisa
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 19th Agustus 2014
| 762 DIBACA
Foto : Cover Buku Demokrasi / ist
OLEH : ROBERTH YEWEN
Penulis Adalah Presidium Pendidikan dan Kaderisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santo Efrem Jayapura 
Dan Kini Aktif Sebagai Koordinator Catolic Student Center (CSC)

Kini pesta demokrasi yang terjadi di Indonesia beberapa bulan kemarin, sudah dikategorikan sebagai sesuatu yang sudah tidak hangat lagi,  untuk diperbincangan dalam diskusi sehari-hari ditengah-tengah masyarakat, sebab Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat sudah menetapkan dalam ketepan pada tanggal 22 Juli 2014 pemimpin Indonesia yang baru, yaitu Bapak Ir. Joko widodo dan Bapak Yusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019.
Yang sekarang menjadi perbincangan adalah, bagaimana Jokowi dan Yusuf Kalla menjalankan amanat rakyat yang diberikan lima tahun mendatang, dengan melakukan terobosan-terobosan sesuai dengan visi dan misi yang dituangkan dalam debat kandidat tempo hari. Memang ini bukanlah persoalan mudah seperti membalikan telapak tangan semata, melainkan visi dan misi adalah mimpi Jokowi dan Yusuf Kalla,  untuk membawa negara  Indonesia menuju tempat yang aman, damai, tentram, adil, makmur dan sejahtera lima tahun kedepan.
Visi dan misi dari kedua pasangan Presiden dan Wakil Presiden tersebut bukanlah hal yang belum diketahui oleh publik, tetapi sebaliknya seluruh publik dari Sabang sampai Merauke sudah mengetahuinya. Oleh karena itu, hal ini merupakan tantangan besar bagi Jokowi dan Yusuf Kalla dalam mengeksekusi setiap visi dan misinya sesuai dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini.
Jangan sampai visi dan misi yang dicanangkan tersebut hanya menjadi “bantal polo saat malam hari saja”, tetapi tidak di implementasikan atau dalam bahasa sehari-hari “latihan lain dan mainpun lain”. Hal ini harus menjadi catatan serius bagi Jokowi dan Yusuf Kalla agar mengedepankan visi dan misi sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang berada di masing-masing daerah yang ada di negeri ini. Sebab rakyat Indonesia saat ini membutuhkan perubahan yang tidak hanya diatas kulit air semata, tetapi bisa dirasakan hingga ke bawa dasar air.
Demokrasi Indonesia Serba Bisa
Masih banyak sekali persoalan bangsa Indonesia yang belum diselesaikan oleh pemimpin-pemimpin Indonesia sebelumnya hingga sekarang, sehingga hal ini menjadi perhatian serius untuk pemimpin Indonesia yang akan datang, yaitu Jokowi dan Yusuf Kalla dalam menyelesaikan pekerjaan rumah yang ditinggalkan oleh senior-senior mereka sebelumnya.
Masalah-masalah kebangsaan ini meliputi, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, kemiskinan, pelanggaran HAM, lingkungan, Korupsi,  dan hal-hal lain yang menyangkut dengan kehidupan dan masa depan rakyat Indonesia di masa kekinian. Inilah masalah yang hangat dan masih dihadapi oleh Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi dan Yusuf Kalla harus meletakan hal ini menjadi prioritas dan terdepan dalam melaksanakan roda-roda pemerintahan di negeri ini kedepannya.
Demokrasi terbuka saat ini telah memberikan ruang dan peluang,  bahwa semua hal bisa dilakukan dan memang bisa diselesaikan, tanpa harus ragu-ragu. Sebab kata pepatah kalau “ragu-ragu berarti harus mundur”. Demokrasi sebenarnya menjadi pijakan bagi Jokowi dan Yusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih, untuk melangkah maju dan menyatakan dirinya bahwa segala hal bisa dilakukan dan bisa dituntaskan demi mewujudkan Indonesia sesuai dengan UUD dan Pancasila.
Demokrasi serba bisa yang dimaksud juga adalah menurut hemat saya, kalau Presiden-Presiden sebelumnya meletakkan pembangunan Indonesia mulai dari Barat ke Timur nusantara atau dari Ibu kota ke daerah-daerah terpencil, mengapa tidak kalau Presiden Terpilih sekarang Jokowi dan Yusuf Kalla membalikan konsep dan paradigm  pembangunan,  dengan meletakkan pembangunan Indonesia mulai dari timur terbit matahari ke bagian Barat terbenamnya matahari. Hemat saya ini adalah bagian dari yang dimaksud dengan  konsep demokrasi serba bisa tersebut.
Bisa juga pembangunan Indonesia tetap dari bagian barat ke timur, tetapi dengan catatan bahwa yang menjadi prioritas dan keutamaan pembangunan adalah Indonesia bagian timur. Sebab jika dikategorikan Indonesia timur masih jauh tertinggal dengan Indonesia bagian barat yang semua hal bisa diakses dan dijangkau. Inilah yang dinamakan sebagai demokrasi serba bisa.
Indonesia akan menjadi negara yang serba bisa dalam berbagai hal, jika Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Jokowi dan Yusuf Kalla tetap berkomitmen dan konsisten dengan visi dan misi yang sudah di sampaikan kepada publik, dengan tetap memprioritaskan pembangunan pada titik-titik yang menjadi tempat pembangunan sesuai dengan kebutuhan rakyatnya di daerah tersebut.
Mengutip peryataan Alm Romo Mangun Wijaya bahwa “Tuhan sudah memberikan Kacang, tinggal bagaimana kita membukanya”. Artinya bahwa pembangunan berupa konsep sudah ada, tinggal yang sekarang ditunggu-tunggu oleh  rakyat adalah apakah Presiden terpilih Jokowi dan Yusuf Kalla  mempunyai jiwa keberanian, ketegasan, keuletan, merakyat, serta rela berkorban untuk membangun rakyat Indonesia menuju demokrasi yang serba bisa?
Dari jam terbang dan pengalaman dari kedua Presiden terpilih Jokowi dan Yusuf  Kalla mungkin banyak asumsi bahwa tidak diragukan lagi bahwa mereka akan mencapai titik tersebut. Tapi indikatornya akan terukur jika keduanya secara resmi menjalankan program-program sesuai dengan visi dan misi yang dicanangkan itu.
Hemat saya adalah Indonesia bisa mencapai titik di mana semua serba bisa dan masalah negeri ini bisa diselesaikan, tetapi membutuhkan perhatian dan kerja keras dari kedua Presiden dan Wakil Presiden  terpilih Jokowi dan Yusuf Kalla, serta kerja sama dalam koalisi yang telah dilakukan, baik dari tingkat Menteri, Gubernur, Bupati, dan dukungan dari seantero Rakyat Indonesia, maka semua pasti bisa mencampai demokrasi Indonesia yang serba bisa tersebut…
Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM