Balik Atas
Misa Perdana di Kampung Halaman,Pastor Sondegau Ajak Hentikan Peperangan
 
Pewarta: Andreas Rumyaan Edisi 02/07/2019
| 158 Views
Pastor Kleopas Sojuna Sondegau, Pr ketika Mempimpin Misa perdana di kampung halaman di Paroki St. Misael Bilogai (Foto:Dree/PapuaLives)

Bilogai,Pastor Kleopas Sojuna Sondegau,Pr Pimpin misa perdana di kampung halaman di Paroki St. Misael Bilogai, Dekenat Moni Puncak, Keuskupan Timika,Misa perdana berlangsung di Paroki St. Misael Bilogai, Dekenat moni puncak, keuskupan timika, yang merupakan kampung halamannya.Perayaan ini dipenuhi umat katolik terutama umat Migani, Nduga,Dani dan Wolani serta para tamu yang datang dari berbagai tempat dan umat dari tiga Paroki serta jemaat GKI,Kingmi dan Lainnya di Intan Jaya.

Misa ini merupakan ‘lepas rindu’ antara imam asli Migani bersama umat dan jemaat Intan Jaya setelah 60 – an tahun lamanya suku Migani tidak memiliki imam Katolik, pasca meninggalnya pastor Anton Belau,Ofm, Imam pertama orang Migani dari Ordo Fransiskan. dalam khotbahnya, Pastor Sondegau mengambil dalam injil lukas 24:13-35. bacaan itu juga termasuk motto tahbisannya, “tinggallah bersama kami, ya tuhan”

Pastor Sondegau bahkan mengungkapkan bacaan tersebut menggambarkan kebiasaan warga setempat yang ‘suka’ perang pakai anak panah dan busur walaupun hanya terjadi gesekan kecil.

“saya datang ke sini (kampung) untuk mewartakan firman tuhan, bahwa membunuh orang itu berdosa dan dilarang oleh hukum tuhan. maka, umat intan jaya tidak boleh lagi perang suku. kamu baku bunuh terus pakai anak panah dan busur serta alat tajam lainnya. sudah tidak ada orang di tanah ini, kamu tidka bisa seleasikan dengan beradu mulutkah? atau tidak ada jalan lain hingga baku bunuh terus?” tegas Sondegau.

ia mengungkapkan, sama hal dengan bacaan injil bahwa kedatangan dirinya merupakan harapan dan sejarah baru agar berubah dari sikap kejahatan itu. “bapa, mama, kaka-kaka, adik-adik semua terima yesus sebagai juru selamat dan sang pendamai serta penebus dosa kita,” ucapnya.

menjadi terang katanya sebagai wujud pewarta sukacita kepada siapa saja. bukan hanya kepada umat katolik. ia ingin semua bertanya pada diri masing-masing, apakah ada sukacita di dalam diri juga apakah sukacita itu sudah dibagikan pada orang lain.  “kalau kita lepaskan semua permusuhan, saya yakin tuhan akan kasih imam katolik lain lagi dari suku migani,” kata dia.

Sementara itu Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni yang turut terlibat aktif dalam kegiatan tersebut sejak tahbisan hingga acara di kampung mengatakan,Pihaknya sebagai mitra agama maka turut berikan dukungan penuh atas terlaksananya acara tersebut.Kita berikan dukungan penuh apalagi ini anak Migani pertama dari Ordo Projo yang jadi imam.

Berikan Komentar Anda