Misa Perdana Pastor Benyamin Magai,Pr sekaligus diberi nama adat ” Awii Topiyai Magai,Pr”

Pastor Benyamin Magai,Pr ketika diberikan nama adat berlangsung di depan Halam Gereja Santo Petrus Kugapa Bibida (Foto: Jemi / PapuaLives)

PANIAI – Setelah 83 Tahun lamanya dinanti-nanti umat Katolik asal kampung Bibida kehadiran seorang Pastor asal Bibida. Akhirnya Benyamin Magai,Pr ditabiskan menjadi Imam 11 Oktober 2020 di Gereja KSK Nabire, Pastor Benyamin Pimpin misa perdananya di kampung asalnya Bibida yang di hadiri ratusan umat katolik, Pastor Benyamin juga diberi nama adat ” Awii Topiyai Magai,Pr”. Berlangsung di Gereja Katolik Santo Petrus Kugapa Bibida, Jumat(16/10/2020) kemarin.

Mengakat Tema “Aku bersyukur kepada dia karena dia menganggap setia maka mempercayakan pelayanan ini kepadaku ” ( 1 Timotius 1:12). Misa   perdana di pimpin langsung Pastor Benyamin yang dihadiri sejumlah Diakon, Pewarta , Undangan dan seluruh umat katolik di Kabupaten Paniai.

Menurut informasi yang dihimpun media ini bahwa Misa ini merupakan ucapan syukur  kepada Allah yang maha Kuasa karena pertolongannya, Lembah Weyadide kini ada satu Imam baru telah ditabiskan asal Bibida Kugapa. Sejak gereja pertama di bangun 1937 sampai dengan 2019 belum ada Imam asal Bibida. Perlu diketahui Gereja sudah berumur 83 namun atas berkat dan rahmat Allah Benyamim Magai,Pr telah menjadi Imam dan juga ditambah nama adat baru yaitu  “Sugiatanggu” ( Bahasa Moni) , ” Awii  Topiyai Magai,Pr ” (Bahasa Mee) artinya  habis gelap terbitlah terang.

Gereja Katolik Santo Petrus Kugapa Bibida Paniai, Wilayah misi penyebaran agama Katolik dipegunungan tengah tempo dulu oleh Pastor Tillemans berawal dari wilayah ini. (Foto: Istimewa)

Dalam khotbah perdananya, Pastor Benyamin Mengatakan aku baru lahir umurku muda tapi Allah adalah abadi tidak pernah berubah kapanpun tidak, maka Allah tidak diskriminasi tuk mengangkat orang yang hilang dalam Lumpur dosa dan kegelapan menjadi alatnya, Tuhan akan pakai kita enta itu apa profesi kita. kami terus setia dan semangat untuk melayaninya. Tuhan terus lawat dan jama kami di manapun kami bekerja. “kutip media papualives.com dalam khotbahnya.

Ratusan umat Katolik hadiri misa perdana dengan tari-tarian dan busana adat berlangsung di Gereja Katolik Santo Petrus Kugapa Bibida Paniai (Foto:Jemi/PapuaLives)

Marthen Zongonau Tokoh Masyarakat kampung Bibida dalam acara tersebut mengatakan Gereja Katolik Santo Petrus Kugapa Bibida ini sudah berumur 83 tahun. tapi tidak ada se-orangpun menjadi Pastor orang asli Bibida. Namun hari ini kami bangga, terutama umat Gereja Santo Petrus Kugapa juga bisa satu orang menjadi Pastor.

Berikan Komentar Anda
Share Button