BALIK ATAS
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM
Pemuda dan Gagasan Solutif Tentang Kesejahteraan Buruh
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 16th Januari 2015
| 1874 DIBACA
Poster Menulis Essay    (Foto : IST)

 

Oleh :Roberth Yewen

A. Pengatar
Bung Karno pernah mengatakan dalam pidato bahwa “berikan aku 1000 orang tua maka saya akan cabut gunung semeru berserta akarnya, tetapi jika kalian memberikan saya 10 pemuda maka akan ku guncang dunia ini”. Pertayaan Tokoh Dunia Bung Karno ini mengambarkan bahwa peran pemuda dalam perubahan sebuah bangsa dan Negara sangat penting dan sangat dibutuhkan.
Hal dibuktikan dengan beberapa peran para tokoh pemuda yang dulu tampil menjadi tokoh dalam memperjuangkan bangsa ini agar kelak menjadi bangsa yang maju dan sejahtera. Sebut saja Bung Karno, Bung Hatta, Tan Malaka dan lain-lain. Mereka ini adalah para tokoh Indonesia yang kini di kenang baik secara nasional maupun internasional, karena mampu membuat sebuah perubahan yang dicatat dalam buku sejarah, karena pernah membawa bangsa Indonesia yang berdiri sendiri dan terhindar dari penjajah selam kurang-lebih 3, 5 abad lamanya
Artinya dari kemerdekaan Negara Indonesia adalah mampu membebaskan rakyat Indonesia dari penindasan yang terus terjadi sebagai buruh dan pekerja keras di negerinya sendiri. Air mata yang terus mengalir, teryata berubah menjadi senyum panjang, ketika Bung Karno dan Bung Hatta tampil sebagai sosok seorang pemuda yang berkarisma dengan gagasan-gagasannya yang kritis dan dobrakannya yang tentu di dorong penuh juga oleh masyarakat, sehingga pada tahun 17 Agustus 1945 indonesia merdeka secara politik dan mampu melepaskan diri dari penjajahan panjang di tanah air ini
Rakyat Indonesia kembali tersenyum dan mengendalikan bangsanya sendiri tanpa ada campur tangan orang lain. Artinya bahwa rakyat kita mampu hidup di negerinya dan menikmati setiap kekayaan alamnya demi kesejahteraan dirinya dan juga keluarganya di negeri ini.
B. Antara Negara dan Rakyat
Hadirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kian membawa angin segar bagi seantero rakyat di negeri ini. Artinya bahwa segala kebijakan-kebijakan adalah di kelola dan dijalankan oleh pemaku kebijakan yang semuanya adalah anak negeri di nusantara ini. Sejak Orde Baru bergulir salah satu kebijakan yang dikenal akan mampu mensejahterakan rakyat Indonesia adalah BERDIKARI (berdiri diatas kaki rakyat). Kebijakan ini lebih mengarah pada kemandirian masyarakat dalam membangun dirinya melalui pembukaan koperasi-koperasi secara terbuka yang dikelola oleh masyarakatnya sendiri.
Kebijakan Berdikari yang diagung-angungkan oleh Soeharto pada masa Orde Baru teryata hanyalah sebuah kiasan belaka, karena Negara berubah menjadi tirani bagi publiknya sendiri atau dengan istilah latin adalah “ Homo Homuni Lupus” (Negara adalah serigala bagi rakyatnya sendiri). Pada masa Orde baru banyak perusahaan-perusahaan yang dibuka, sehingga membuat tumbuhnya kapitalisme dimana-mana sampai ke pelosok-pelosok negeri ini yang tentunya rakyat menjadi korban dari semua ini. Rakyat hanya dijadikan sebuah objek belaka bagi kepentingan Negara dan segelintir oknum yang berada di senayan pada masa orde baru.
Negara pada masa Orde Baru sudah tidak lagi mementingkan kepentingan rakyatnya, melainkan sudah beralih pada proses mengkapitalisme rakyanya sendiri. Hal ini terbukti dengan masa Orde Baru yang sangat sentralistik dan dikuasai oleh seorang Jendral dengan istilah tangan besi selama kurang lebih tiga dasawarsa. Bukan saja itu, tetapi Negara berubah wujud pada masa Orde Baru menjadi Negara paling korup se-asing tenggara dan melakukan pelanggaran HAM paling banyak sepanjang sejarah bangsa ini. Hal ini tentunya menyebabkan potret bangsa ini menjadi suram dan tidak bagus di berbagai kalangan, selain itu juga menyebabkan krisis yang hampir membunuh seluruh rakyat kita di negeri ini.
Muaknya pemuda dan para rakyat di negeri ini kembali mencuat pada tahun 1998 untuk meruntuhkan Seoharto dan kroni-kroninya, karena dinilai sudah tidak layak dan pantas untuk memimpin bangsa ini kearah yang lebih baik, karena yang ada hanya keterpurukan bagi rakyat di negeri ini akibat dari ulahnya Negaranya yang di kendalikan oleh mayoritas para kapitalisme yang berkulit domba, tetapi berwajah srigala pada masa Orde Baru.
Negara sudah tidak lagi memihak pada rakyatnya dengan sepenuh hati, tetapi telah berubah wujud menjadi hantu bagi rakyatnya sendiri yang mayoritasnya adalah dari kalangan buruh. Oleh karena itu keputusannya adalah harus meruntuhkan system dan harus mengantikannya dengan system yang harus memihak pada rakyat kita yang mayoritas dari kalangan buruh.
Hadirnya reformasi tentu diharapkan oleh berbagai kalangan mampu memberikan perubahan bagi bangsa dan Negara Indonesia agar lebih maju dan sejahtera. Hal ini terlihat dengan proses sentralisasi berubah menjadi proses desentralisasi atau dikenal dengan Otonomi daerah untuk mandiri dan mengatur rakyatnya agar dapat hidup layak seperti yang diinginkan oleh masing-masing individu dan dapat terpenuhi hak-hak mereka sebagai warga Negara Indonesia.
Rakyat Indonesia yang nota bene adalah dari kalangan buruh, sehingga Negara mempunyai tangggung jawab untuk memberikan kebijakan yang tentunya mampu memberikan kenyamanan dan kesejahteraan bagi warga masyarakat kita di Indonesia. Reformasi adalah solusi dalam mencegah persoalan yang terjadi bagi bangsa ini, terutama bagi para buruh yang merupakan rakyat kita,
sehingga mereka dapat hidup layak dan mampan sesuai dengan kehidupan yang selayaknya. Teryata reformasi berbalik menjadi biang keladi dalam membuat masalah yang menyebabkan banyak buruh kita harus menjadi korban dari semua kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dan membawa malapeta. Contohnya adalah para buruh di kirim sebagai TKI, tetapi malah membawa malapetaka bagi para TKI itu sendiri, sedangkan Negara hanya diam membisu sekan-akan tidak tau apa-apa.
 
C. Pemuda Di Mata Rakyat
Di dunia manapun bicara pemuda berarti tidak terlepas dari mereka-mereka yang disebutkan sebagai agen perubahan (agen of change) bagi Negara dan daerahnya masing-masing. Pemuda adalah tulang punggung dan masa depan bagi bangsa dan Negara, khususnya Indonesia. Banyak torehan manis yang berhasil diciptakan oleh pemuda di Negara untuk kepentingan mayoritas rakyat dan masa depan bangsa ini. Sebut saja ketika kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari campur tangan pemuda dan lain-lain.
Nama pemuda yang selalu di junjung tinggi sebagai penyambung lidah rakyat dan masa depan dari negeri ini, sedikit demi sedikit telah terkikis dengan budaya pemuda Indonesia yang semakin hari semakin aneh. Di karenakan oleh tindakan mereka yang sudah tidak lagi percayakan oleh seantero masyarakat di negeri ini. Lihat saja banyak tawuran yang sering di kobar-kombarkan di media massa dan elektronik dan mayoritasnya yang menjadi pelakunya adalah para pemuda, misalnya bentrokan dengan warga masyarakat antara mahasiswa di Makassar dan di berbagai tempat lainnya.
Bukan saja itu akhir-akhir ini pemuda yang didamba-dambakan oleh sekian banyak kalangan masyarakat teryata pudar, karena berbagai kalangan muda yang berkecipung dalam dunia politisi melakukan pelanggaran dengan cara melakukan korupsi. Sebut saja Nazaruddin, Engelina Sodakh, Anas Ubraningrum dan lain-lainnya. Hal ini membuat kredibilitas dari seorang pemuda di mata rakyat menjadi surut. Pemuda yang diharapkan menjadi tulang punggung dan menjadi kaum pembaharu bagi rakyat di Negara ini teryata sedikit demi sedikit hilang.
 
D. Pemuda dan Gagasan Solutif Bagi Kesejahteraan Buruh
Pemuda adalah kaum intelektual yang mayoritasnya selalu berpikiran untuk perubahan bagi negeri ini, sehingga pemuda tidak bisa saja terus mengeluhkan kegelapan, tetapi marilah untuk sadar dalam menyalakan lilin walaupun hanya sebatang, supaya dapat menerangi semua rakyat kita di negeri ini.
Pemuda harus tampil sebagai bagian dari komponen yang selalu hadir membawa gagasan-gagasan dalam memberikan solusi bagi kemajuan bangsa dan Negara, teristimewa rakyat kita yang mayoritasnya dari kalangan buruh. Para pemuda adalah pena yang selalu menulis surat-surat yang dapat kelak mampu mengambil bagian untuk mengatasi segala persoalan dan masalah yang dialami oleh para buruh di Negara ini.
Ada beberapa hal yang menjadi gagasan  dan harus perjuangkan oleh para pemuda untuk kesejahteraan para buruh di Negara ini, yaitu:
a. Jamsostek
b. Perpanjang Waktu Cuti
c. Perlu diberikan Tunjangan Lain diluar Gaji Pokok
d. Alokasi Dana CSR Untuk Buruh
e. Pemerintah Wajib Menghormati Hak-Hak Asasi Setiap Pekerja
f. Inteprenewsip Bagi Pemuda
a. Jamsostek
Jamsostek adalah Jaminan social dan tenaga kerja yang menjadi bagian dari lembaga pemerintah untuk mengakomodir dan memperhatikan tenaga kerja, terutama kaum buruh dalam kesejahteraannya.
b. Perpanjang Waktu Cuti
Salah satu masalah kebangsaan adalah mengenai waktu cuti bagi kaum buruh yang terlalu sedikit dan cepat, sehingga menurut hemat saya perlu pemerintah memperpanjang waktu cuti bagi kaum buruh, sehingga adanya keistimewaan bagi buruh kita di Negara ini, sekaligus nantinya dapat memberikan kesejahteraan bagi kaum buruh.
c. Perlu Memberikan Tunjangan Lain di Luar Gaji Pokok
Menurut hemat saya sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan bagi para kaum buruh, sehingga perlu adanya perhatian dari para pemerintah dan para perusahaan dalam memberikan tunjangan bagi kaum buruh dari luar gaji pokoknya, sehingga dapat memberikan semangat dan motivasi bagi para buruh dalam bekerja dan juga secara langsung kesejahteraan bagi para buruh.
d. Alokasi Dana CSR (Koorporate Social Responsibilty) Untuk Buruh
Di dalam perusahaan manapun harus adalah CSR menjadi bagian penting dalam pengembangan masyarakat, terutama para buruh yang bekerja didalam perusahaan tersebut, tetapi kenyataannya adalah perusahaan kurang mengalokasikan dana CSR untuk para buruh, sehingga yang terjadi adalah buruh terus melakukan protes terhadap pemerintah karena tidak diperhatikan dengan baik oleh perusahaan tersebut. Oleh karena dalam memberikan kesejahteraan dan pengembangan bagi buruh di sebuah perusahaan, maka penting adanya alokasi dana CSR yang memadai dalam memberikan pemberdayaan bagi buruh yang berada dan bekerja di perusahaan itu sendiri.
e. Pemerintah Wajib Menghormati Hak-Hak Asasi Setiap Para Pekerja
Pemerintah pusat maupun daerah yang pada intinya menjadi lembaga tertinggi dalam suatu Negara harus mampu menjadi lembaga Negara yang harus memberikan kenyamanan bagi masyarakatnya di Negara itu, salah satunya adalah Indonesia. Indonesia adalah Negara terbesar dengan system pemerintahan demokrasi, sehingga harus mampu menjadi Negara yang berdaulat dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, teristimewa para kaum buruh kita di negeri ini.
Di Indonesia mayoritas rakyat kita adalah para buruh yang bekerja di perusahaan swasta di Negara ini yang notabene adalah perusahaan-perusahaan asing diberbagai daerah mulai dari sabang sampai merauke. Oleh karena itu pemerintah pusat maupun daerah harus mampu menjunjung tinggi hak-hak asasi atau fudamental para pekerja kita dalam bentuk merancang sebuah kebijakan dalam bentuk UU yang lebih tajam dalam menghargai dan menghormati hak-hak asasi para pekerja di Negara ini. Selain itu juga pemerintah daerah juga mempunyai wewenang dalam membuat perda yang tentunya melindungi dan menghormati hak-hak asasi para buruh di daerah tersebut.
f. Inteprenewhip Bagi Pemuda
Pemuda harus mampu menjadi Inteprenewsip (kewirausahaan) muda yang mampu mandiri dan juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi para buruh di Negara Indonesia, agar dapat memberikan kesempatan untuk para masyarakat kita agar terlibat untuk bekerja dengan gaji yang memadai. Hal ini dilakukan agar dapat memberikan kesejahteraan bagi para buruh kita di Negara ini. Selain itu juga Pemuda menjadi kewirausahaan adalah solusi terbaik dalam membantu pemerintah dalam membangun bangsa dan Negara Indonesia dalam memberikan kesejahteraan bagi para kaum buruh di seantero negeri ini.
Para pemuda Indonesia harus menjadi barometer pembangunan, seperti pemuda-pemuda yang berada di Negara lain, seperti Cina dan Amerika Serikat yang mayoritasnya mampu menciptakan tenaga kerja bagi para buruh untuk bekerja dengan gaji dan penghasilan yang besar dengan berbagai tunjangan yang sangat membantu untuk meningkatkan kesejahteraan buruh di Negara tersebut. Para pemuda Indonesia harus mengambil contoh itu untuk membangun bangsa dan Negara ini dengan terlibat untuk menjadi wirausaha yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi para buruh di republik ini.
Tulisan ini Pernah di Ikut Sertakan Dalam Lomba Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan
(KAPSTRA) FISIPOL Universitas Gadjah Mada  lomba essai
mahasiswa tingkat Nasional  
Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM