Organisasi sebagai masa depan Papua
Pewarta: Redaksi
| 834 Dibaca
EDISI TERBIT: 19 Februari 2020
Deki Kayame,S.IP.M.Tr.IP (Foto:Dok Pribadinya)

Oleh : Deki Kayame,S.IP.M.Tr.IP

Perubahan Organisasi tingkat dan percepatan pada masa depan yang akan datang sebagai akibat globalisasi, maka struktur sistem strategi, kemampuan sikap dan gaya manajemen dan budaya organisasi serta aplikasinya akan menjadi bagian dari ancaman dan peluang yang harus diatas secara efektif, masa depan papua selalu penuh risiko, maka perlu dilakukan analisis masalah yang di hadapi terutama tentang aplikasinya.

Oleh karena itu, kesadaran tinggi akan tingkat urgensi memahami hal-hal yang mendesak dan menempatkannya sebagai prioritas untuk dihadapinya akan sangat membantu proses mengatasi masalah dan langkah-langkah perubahan besar, sehingga tingkat urgensi yang tinggi tidak berarti merasa kekkwatiran, kepanikan dan ketakutan.untuk mampu memelihara diperlukan sistem informasi akuntabilitas kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan yang telah lalui. Diperlukan analisis dan evaluasi yang lebih cermat dan terukur diperlukan pengukuran kinerja dan manajemen ilmu pengetahuan (knowledge management) agar mampu berinovasi untuk mewujudkan pencapaian visi menjadikan nyata aksi.

Kemudian Kayame menyatakan bahwa, Misi dan Tujuan setiap organisasi sektor publik adalah berupaya memeberikan kepuasan kepada pihak yang berkepentingan melalui pelayanan publik masyarakat. maka tantangan untuk mencapai kepuasaan melalui mutu yang prima atas pelayanan publik dan mempertahankan kepercayaan yang multimensional pembangunan masa depan akan datang papua di hadapikab pada fakta bahwa informasi dan pengetahuan individual dan kelompok berbeda-bedaan.Di lain pihak para pengambilan keputusan organisasi tidak mempunyai cukup insentif untuk efektif dan efisien tantangan utama dalam pengembangan layak yang upaya meningkatkan pelayanan publik yang prima dan mempertahankan kepercayaan publik terhadap organisasi masa depan papua.

Kata Deki perubahan kondisi pasar,teknologi,sistem sosial, regulasi kepemerintahan yang baik (Good governance), institut pemerintah daerah dapat mempengaruh pengembangan organisasi serta biaya proses langkah-langkah perubahan,Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui bahwa perlu dilakukan analisis manfaat dan biaya langsung dan tidak langsung, terutama pengaruh pelayanan publik dan pelestarian kepercayaan terhadap organisasi melalui perubahan strategis dan kultural,evalusi dan pengukuran kinerja serta informasi dan sistem akuntabilitas pemerintah,Dengan demikian pengembangan pengorganisasi mencukup tiga unsur sebagai determinan utama terhadap keberhasilan dan kegagalannya sebagai berikut :
1).Sistem penetapan wewenang, tugas pokok dan serta tanggungjawab oleh bersangkuta.
2).Sistem balas jasa yang sepadan
3). Sistem evaluasi indikator/pengukuran kinerja untuk individual dan unit organisasi,

Saat ini perkembangan dan kemajuan menuju masa depan papua ekonomi,sosial, budaya telah berpengaruh terhadap budaya organisasi yang akan tampilkan duniai perbandingan/persaingan.

Jika perubahan masa depan papua persaingan berat perubahan fundamental yang terjadi dalam beberapa hal yakni,
1. Kesadaran yang tinggi akan urgensi
2. Kerjasama tim dalam tataran manajemen puncak
3. Dapat menciptakan dan mengakomodasikan visi yang efektif
4. Pemberdayaan besar-besaran baik individu organisasi dan masyarakat
5. Pendelegasian yang sangat baik kepada manajemen bawah untuk kinerja jangka pendek.
6.Tidak ada saling ketergantungan yang tidak perlu
7. Budaya organisasi yang adaftif dan penggunaan analisis kinerja (performance gap driven)

Dengan demikian, hal kekuatan besar manajemen pemerintah daerah seperti disiplinan tugas dan fungsi planning, organizing, directing,coordinating, dan controlling. Dalam konteks pelaksanaan otonomi daerah, membutuhkan pula dukungan tumbuhnya motivasi kegiatan publik swasta dan masyarakat, karna ekspresi kebutuhan manusia yang merupakan (inner driver) secara luas keberhasilan akan ditentukan oleh kapasitas kepemimpinan masa depan papua daera local leardership) yan memiliki karakteristik utama adalah bekerja keras,jujur,percaya diri, memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik kepada rakyatnya berkesadaran tinggi akan kekuatan kemampuan sendiri,serta berwawasan ke depan papua yang antisipatif dan inovatif visioner.

Kesimpulan bahwa berkaitan dengan demokrasi dalam pemerintahan telah diterapkan desentralisasi kepemerintahan dengan berlakukannya otonomi daerah sejak pada tanggal 1 januari 2001 UU Nomor 2001 Otonomi Khusus Papua (OKP). Pemberian kewenangan dan tanggungjawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengelola dan mengurus otonomi khusus papua sesuai aspirasi daerah Per- UU yang berlaku dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi mengembangkan marata keseluruhan wilayah bagian papua dan papua barat.Oleh Sebab itu, meningkatkan intraksi masyarakat antar daerah yang pada ujungnya menciptakan stabilitas serta memperkokoh persatuan rakyat papua dalam kerangka dasar pemikiran mewujudkan.

Pemerintah daerah seharusnya melakukan penilaian publik evaluasi menggunakan kriteria yaitu, (1) keadilan, (2) efisiensi, (3) peternalistik (4) kebebasan perseorangan, dan (5) stabilitas internasional (ekonomi, sosial, budaya, dan politik),

Penulis adalah Alumni salah satu Peruguran Tinggi di luar Papua.

Berikan Komentar Anda