Balik Atas
Our Lady’s Parent
 
Pewarta: Redaksi Edisi 02/01/2015
| 767 Views
Our Lady’s Parent   Foto: ist
St. Yoakim dan St. Anna, orangtua dari Perawan Maria dan
kakek-nenek Yesus Kristus, terkenal karena kuasanya yang besar. Mereka
merupakan orang – orang yang tepat untuk dimintai perantaraannya bagi
setiap keluarga dalam menghadapi krisis – krisisnya. Menanggung malu
karena kemandulan mereka selama hampir 20 tahun perkawinannya, sampai
pada akhirnya mereka dikaruniai seorang anak.

Saat
mereka menghadapi keadaan dimana putri tunggalnya secara tak terduga
telah mengandung dan hampir ditinggalkan oleh tunangannya, mereka hadapi
dengan iman dan toleransi yang besar. Setelah St. Yoakim meninggal, St.
Anna mati – matian berjuang sebagai seorang janda, dan masih harus
menyaksikan Cucu yang dikasihinya menjadi tawanan dan disalibkan.
St.
Yoakim dan St. Anna memberikan kasih sayang dan kebijaksanaan sebagai
kakek-nenek yang baik karena itulah seseorang dapat berpaling kepada
mereka dalam setiap kebutuhan – kebutuhannya. Diketahui bahwa St. Anna
berusia 20 tahun ketika menikah dengan St. Yoakim yang saat itu telah
berusia 49 tahun. Tinggal di Nazaret dengan keadaaan ekonomi yang cukup
berada, mereka dengan setia menganut kepercayaan Yahudi. Setiap tahun
mereka membagikan penghasilan mereka bagi keperluan Bait Allah dan kaum
papa.
Kemalangan mereka adalah keadaan mereka yang tanpa
anak. Pada waktu itu keadaan ini dianggap sebagai hukuman dari Allah,
dan puncaknya menyebabkan persembahan St. Yoakim untuk Bait Allah,
ditolak. Komunitas mereka mulai menghina, menganggap mereka lebih
rendah. Lalu St. Yoakim dan St. Anna berjanji kepada Tuhan, bahwa bila
dianugerahi seorang anak, mereka akan mempersembahkannya untuk
pelayanan-Nya.
Setelah 20 tahun perkawinan tanpa anak dan
penolakan persembahan ke Bait Allah, St. Yoakim benar – benar malu untuk
kembali ke rumah, dan pergi tinggal bersama kawanan dombanya. Di sana,
seorang malaikat datang kepadanya untuk menyuruhnya kembali kepada
istrinya dan memberitahu bahwa istrinya telah mengandung; “Kehamilan
yang lambat dan kemandulan yang lama, akan menjadi lebih indah!, istrimu
akan memberimu seorang putri, dan kamu akan menamakannya Maria”.
“Sesuai dengan janjimu kepada Allah, ia harus dipersembahkan kepada
Tuhan sejak dari kandungan dan dipenuhi Roh Kudus sejak dalam kandungan
ibunya”.
Pada saat itu juga, St. Anna juga diberitahu hal
yang sama. Ia melahirkan Maria dalam usia 40 tahun dan St. Yoakim
berusia 69 tahun. Dengan penuh ketaatan mereka mempersembahkan Maria.
Tepat seperti janji mereka, mereka mengirimkannya untuk melayani Allah
saat ia masih berusia 3 tahun. Ini benar – benar merupakan sikap iman
yang amat sulit bagi mereka, menyerahkan seseorang yang sangat mereka
kasihi kepada Allah.
Demikianlah kisahnya bahwa Maria
tidak pernah hidup di tengah orang banyak. Ia dianugerahi orangtua yang
istimewa dan suatu kehidupan beragama yang menaunginya dalam melayani
Allah. St. Anna lebih dikenal dari suaminya dan devosi kepadanya lebih
awal berada dalam Gereja. Ia menjadi pelindung ibu rumah tangga dan
wanita yang melahirkan.

Sumber: Ave Maria Jul-Aug ’04

Berikan Komentar Anda
Link Banner