Papua adalah bangsa yang kasihan
Pewarta: Redaksi
| 287 Dibaca
EDISI TERBIT: 15 Februari 2020
Fransiskus Kobepa (Foto:Dok Pribadinya)

Oleh : Fransiskus Kobepa

Papua adalah bangsa yang kasihan

“Walaupun Sejuta uang dan se juta Program tak mampu menghapus airmatanya”

Ini sebuah tulisan realitas dalam kehidupan di Papua. Papua adalah salah satu wilayah di bagian timur Indonesia yang berdiri sebagai Provinsi Papua. Selain ditimur Indonesia,Papua juga dikenal unik sebab memiliki Ras yang berbeda denga Ras Lainnya di wilayah Indonesia.

Papua itu unik dan Indah Manusianya Hitam Kulit dan Keriting rambut Berbangsa Melanesia berbeda dengan Indonesia lainnya yang berbangsa Melayu,Polynesia dan Micronesia. Selain itu Papua berbeda dengan lain mulai dari kebijakan-kebijakan Pemerintah Maupun dengan perhatian lainnya bahkan Papua dikhususkan sebagai daerah otonomi khusus (Otsus) yang kini dikenal luas.

Banyak sekali pakar-pakar pembangunan mencoba mengkonsepkan Papua dalam sebuah perubahan yang lebih baik mulai dari berbagai kalangan berdatangan ke Papua dalam rangka mensejahterakankannya sebut saja NGO,LSM dan Lembaga dunia lainnya. Walaupun demikian mereka juga tak paham secara mendalam apa permintaan dan minat bangsa papua ini untuk ke arah yang lebih baik. Sebut saja gebrakan-gebrakan itu datang seperti air yang mengalir tak ada satupun yang membawa kearah yang lebih baik.

Bangsa yang kasihan

Bangsa Papua adalah bangsa melanesia yang dahulunya dikenal hidup rukun dan damai dengan adat istiadat dan agama memiliki alam yang kaya raya bagaikan surga dunia yang selalu tak pernah habis. walau kaya raya bangsa ini dikenal luas penulis menilai sebagai bangsa “Kasihan” sebab kasihan ini telah menjadi bagian dari kehidupan. Walaupun demikian belum tentu kita sebutkan tak ada masalah dalam tubuh bangsa ini. Bangsa ini memang terlihat kasihan di mata siapa saja ,bahkan dunia pun banyak menyoroti tentang papua dan kadang kala menjadi isu-isu sexy di mata dunia bahwa selayaknya Papua itu sebuah primadona dunia tetapi dengan realitas kehidupan rakyat yang kasihan.

Adapun beberapa faktor mendukung bahwa Papua ini adalah bangsa yang kasihan selalu menyakiti dirinya sendiri walaupun airmatanya tak telihat oleh kasat mata yakni:

  1. Banyaknya Program tetapi tak ada satupun yang mampu menghapus airmatanya.
  2. Banyaknya uang mengalir ke Papua tetapi faktanya rakyatnya masih miskin dan melarat
  3. Petinggi Papua Orang Papua tetapi sayangnya kebijakan tak sesuai dengan masyarakatnya’
  4. Menumpuknya kegiatan seremonial hanya membungkus airmata di Papua.
  5. Perbedaan ras dan etnis membuat gesekan sosial melebar dan berpotensi rasisme
  6. Bangsa Papua dianggap keras,nakal dan pemabuk. Kadang dikucilkan di lingkungan
  7. Korupsi merajalela ,tertruktur dan sistematis perlu pendidikan moral bagi pejabat.

Diatas ini adalah beberapa faktor yang sangat kental di alami bangsa Papua walaupun bangsa ini merupakan bangsa yang sangat baik ,sopan dan menghormati satu sama lain. Namun ia selalu menjadi perhatian dan dianggap kasihan oleh pemerintah pusat dan dunia.

Harapan-Harapan dari bangsa kasihan

Adakah harapan,adakah ada jalan , adakah ada perubahan itulah sebuah kata kunci yang sering di sebut sebut oleh bangsa Papua yang kasihan ini seperti dalam sebuah lagu yang penuh makna yakni lagunya Edo Kondologit yang berjudul Suara Kemiskinan dalam lagu itu memang terurai jelas bahwa papua ini penuh kekayaan alam tetapi kami hanyalah berjualan pinang dan dalam penekanannya harus ada perubahan-harus ada perubahan. Walaupun perubahan itu sulit dipikirkan oleh akal sehat namun kita terus mencari sebuah formula terbaik untuk membawa bangsa Papua terlepas dari bangsa kasihan. berdiri kokoh di ujung timur Indonesia dan kami bukan bangsa kasihan tetapi kami adalah bangsa pemberi kehidupan dan bangsa pemberi berkat bagi orang lain yang bertamu dan tinggal di Papua ini. Penulis mencoba merangkai beberapa gagasan yang dianggap perlu menjadi beberapa point penting antara lain :

  1. Gereja terlihat diam menyikapi berbagai persoalan Papua
  2. Perlu berbagai pandangan para pakar terutama pakar Akal Sehat Rocky Gerung
  3. Kajian dan Konsep Papua perlu dikembangkan Formula dan Narasi Natalius Pigai sangat layak
  4. Kebijakan Transparansi berupa ATM untuk seluruh  Orang Asli Papua untuk kesejahteraan Papua.
  5. Orang asli Papua harus dikhususkan dan dimudahkan dalam administrasi karena pemilik tanah.
  6. Memposisikan Orang Papua di jabatan Strategis sesuai dengan kemampuannya.
  7. DPR,Bupati dan Kelurahan wajib di pimpin orang Papua.
  8. Kantor Perwakilan KPK harus di Papua dan tegas dalam tugasnya.

Ada masih banyak lagi hal yang harus menjadi prioritas bagi orang Papua agar tidak lagi sebagai bangsa yang kasihan di mata siapa saja yang melihat dengan kacamata yang berbeda. Namun ada satu hal pokok dalam kehidupan adalah dimana gejolah sosial dan politik semakin ramai di perbincangkan akhir-akhir ini sehingga apapun yang dilakukan pemerintah kita perlu dukung ,namun ada hal-hal yang harus di pahami pemerintah dalam rangka mencapai kepentingan bersama dimana kepentingan negera bisa di akomodir maka kepentingan rakyat pun harus diakomodir dengan baik sehingga kepercayaan dan pengakuan rakyat terhadap pemerintah dan negara bisa terus terjaga sehingga tak ada lagi kecemburuan bangsa Papua yang kasihan ini dimata negara terus menerus dinilai kasihan dan kasihan. tetapi kita harus bangkit menjadi bangsa Papua yang memberkati bangsa lain di dunia. #semoga.

Penulis adalah Alumnus FGD Kebebasan Ekspresi Online ICT Watch Tahun 2012

Berikan Komentar Anda