Scroll to Top
Papua Bukan Tanah Kosong
Posted by Redaksi on 20th November 2018
| 156 views
Maximus Sedik (Foto:Doc Pribadi)

Oleh: Maximus Sedik

Saya ingat waktu masih kecil  Bapak dan Mama saya, dong (mereka) cerita tentang tong (kami) pu (punya) hak tanah yang berdasarkan tapal batas tertentu. Tempat ini,  dan banyak tempat-tempat penting yang kita harus jaga dengan baik. Kita mau berburu, berkebun, togok sagu, dan hal-hal yang kita lakukan untuk mempertahankan hidup kita.  Harus sesuai dengan tempat kita yang sudah ditentukan dan harus kita lalui sesuai batas-batas pada tempat yang sudah ditentukan.

Orang tua dong (mereka) ceritakan ke kita bahwa anak besok ko (kamu) sudah besar ko (kamu) punya hak itu batas di tempat ini, (gunung, sungai, tempat keramat  maupun batasan-batasan tertentu). Bapak kasih tahu begini supaya ko (kamu) jangan ambil orang lain pu (punya) hak tanah hasil alam orang lain dong pu (mereka mempunyai). Ingat semua yang Bapak  dan Mama kasih tahu ke ko (kamu) itu penting kalau bapak sudah pergi dari bumi ini ko harus ingat semua batas-batas tempat ini. Supaya ko jangan ambil hak orang lain maupun tidak ada salah pemahaman antara kamu sendiri anak-anak yang hidup di sini.

Mau teban sagu, berburu telur maleo, berburu cendrawasi iyo (pergi ke tempat yang kamu punya hak) langsung ke dusun-dusun yang Bapak sudah kasih tahu ke kamu.  Nenot mbir nesuoh tapam maum mbat see Siwaya temit tapam nsia retu mae tapam vo rae aro mama ndu mati oo vee ( ingat pembagian batas seperti ini sudah lama, sejaka Allah ciptakan Manusia dan Alam di Bumi ini tanpa diganggu gugat oleh siapapun di dunia ini). Tempat keramat jaga baik itu bagian dari hidup kamu,sungai jaga baik jangan kamu kasih kotor, pohon sagu rawat baik,buah merah rawat dengan baik dan semua barang ada itu jaga baik. Barang ini semua bagian sumber hidup kalin di atas tanah ini dan untuk anak cucu kamu di atas tanah ini. Lakukanlah hal-hal yang baik tidak boleh mengancam alam kamu yang ada ini jaga dan rawat semua yang ada mau ambil juga secukupnya dan jangan terlalu berlebihan dan terbuang lain.

Anak ingat lakukan hal ini, sehingga anak bisa bertahan hidup di alam dan dusun kamu ini. Tidak berarti alam marah kamu dan kamu tidak berhasil maupun cepat mati ( meninggal). Semua tanah di atas ini semuanya dimiliki orang tidak satupun yang kosong dan semua sudah dibagi sesuai dengan kelompok-kelompok pemiliknya. Ko (kamu) ingat anak cucu yang ada di atas tanah ini bukan ko (kamu) ingat perut ko (kamu) sendiri. Rawat dengan baik sehingga, ko (kamu) mati (meninggal) ko (kamu punya) anak bisa menikmati anak pu (punya) anak lagi menikmati dan seterusnya.

Seluruh tanah di papua adalah tanah yang dimiliki oleh kelompok-kelompok orang yang mendiami di atas tanah ini. Seluruhnya, sudah diwariskan berdasarkan hak marga misalnya marga sedik punya hak batas, syufi punya hak batas dan seluruh pulau Papua mempunyai sistem yang sama. Hak dengan dasar warisan  kebiasaan yang ada sebelum dunia manapun datang injak kaki di atas tanah Papua. Yang berhubungan dengan pemerintah maupun Negara masyarakat Papua tidak mengenal sama sekali. Hukum apapun dan atas dasar apapun tidak bisa menggugat keberadaan hak dasar hak warisan yang dimiliki secara turun-temurun dari generasi ke generasi yang hidup di atas tanah ini.

Seluruh orang Papua sudah mengetahui sistem yang berlaku di atas tanahnya, sehingga dasar bahwa tanah adalah Ibu bagi dirinya dan wajib untuk dilindungi dengan baik. Papua bukan tanah kosong, Papua tanah marga, tanah yang menyimpan seluruh kehidupan orang (masyarakat) Papua. Tanah di Papua dimiliki secara hak milik bukan hak sewa dengan aturan manapun dan dasar apapun tidak menggugat dan mencabut hak masyarakat di atas tanah-Nya.  Tanah di Papua bukan tanah kosong, tetapi seluruhnya ada isi ada tempat hutan sagu, dusun maleo, dan fauna- flora lain yang sangat langka berada di atasnya dan dijaga dengan baik. Masyarakat Papua sangat menghargai alam karena alam adalah bagian dari kehidupan dan hidup mereka baik secara filosofis maupun hal-hal terkait hidup yang teristimewa dan khusus.

Orang (masyarakat) Papua diajarkan dengan ajaran dengan dasar bahwa alam  sangat penting untuk dirawat dan dijaga dengan baik, karena alam merupakan bagian dari ciptaan ilahi (Allah) diatas bumi yang istimewa. Sebelum manusia dijadikan sebagai manusia alam sudah ada dengan ini, manusia mempunyai kewajiban untuk menjaga seluruhnya. Masyarakat Papua sangat menghargai, menjaga, merawat, dan memelihara seluruhnya. Mengapa? dengan tegas mereka ( masyarakat Papua) mematuhi dan menjalankan dalir  ini dari sejak bumi berisi dengan kehidupan dan manusia. Dengan akal berpikir bahwa alam bukan sekedar tempat untuk aktivitas hidup tetapi lebih dari itu alam (tanah) adalah bagian misteri ilahi yang sangat penting bagi kehidupan.

Kita yang hidup dan besar di atas tanah ini kita mengetahui cerita secara turun-temurun secara lisan dari orang tua di tempat kita tentang semua yang berkaitan dengan pentingnya suatu alam. Logika berpikir kita jangan terlalu tersedot dengan daya berpikir yang sempit sehingga dengan pernyataan bahwa itu kampungan atau kuno. Dan kita sudah tersedot dengan perubahan yang melampaui daya berpikir sehingga kemampuan menganalisis persoalan sangat dangkal. Kita lebih  terpaku pada aturan yang dipermainkan oleh Negara melalui produk-produk hukum yang tidak jelas dan tidak sesuai dengan keberadaan kita diatas tanah kita. Bahkan kita pun tidak mampu memahami apa yang dibuat oleh Negara ini melalui, pemangku kepentingan atau angket-angket di atas tanah Papua. Hukum positif dan aturan pemerintah baru berkembang dan diterapkan sesuai dengan kemerdekaan Negara sedangkan orang Papua hidup di atas tanah Papua sudah lama.

Perkembangan ekonomi berjalan dengan perkembangan dunia secara global melalui persaingan pasar dunia. Hal ini, membuat Negara memetakan seluruh wilayah Papua sebagai daerah operasi perusahan-perusahan besar yang merusak tanah, hutan, manusia, dan seluruh keberadaan hidup masyarakat Papua. Aktivitas utama yang dilakukan dengan proyek strategi Negara melalui target tingkat produksi yang tinggi dan pendapatan Negara yang meningkat. Kita temukan banyak kasus yang terjadi di Negara ini banyak perusahaan yang mengubah fungsi hutan menjadi hutan sawit.

Dalam citraan satelit para pemikir dan penggerak di bagian lingkungan melihat bahwa, Negara indonesia adalah Negara hutan hujan tropis yang terbesar di dunia dan Negara ramah lingkungan. Tetapi pada kenyataannya seluruh hutan sebagai sumber hidup dan sumber penyaring pemanasan global semakin tergusur habis oleh para kapital-kapital dunia dengan modal yang besar. Kita mengetahui secara nyata bahwa Papua adalah pulau yang masih menyimpan banyak sumber hidup dengan sumber ini, Negara sudah memberikan garis-garis dalam bentuk pemetaan untuk pengembangan proyek strategis Negara hal berkembang pada rezim di saat ini.

Negara melalui lembaga-lembaga terkait sudah melakukan pemetaan untuk target kapan saja bisa melakukan seluruh aktivitasnya dan berjalan bersama dengan kaki tangannya. Negara bermain dengan kekerasaan melalui pasukan militer yang mencapai beberapa ribu orang untuk, melindungi tempat vital Negara ini. Sistem ini berjalan dengan sistematis dan teratur dan terencana dengan daya dan upaya mampu mengancam seluruh keberadaan tanah marga, tanah Ibu menjadi cerita dan kenangan belaka.

Bagaimana kita mempertahankan tanah dan hutan kita sebagai sumber sprit hidup masyarakat Papua, apakah kita berikan tanah dan hutan kita kepada  para perampok ini dengan alasan kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat setempat?. Kenyataan menyatakan sesuai dengan situasi yang terjadi di atas tanah Papua, elit-elit lokal sebagai pemberi cela bagi perusahan-perusahan yang melakukan investasi di tanah Papua. Mengapa elit lokal sebagai pelaku utama?  karena mereka yang berkuasa dan menguasai sistem yang ada dalam pemerintahan setempat langkah ini juga melalui suatu perjanjian di antara yang berkepentingan. Cara busuk ini yang berkembang di seluruh tanah Papua melalui kekuasaan anak daerah sendiri baik yang duduk di parlemen secara independen maupun secara partai politik dan pemerintah juga ikut berperan sebagai pemeran utama dalam adegan ini.

Bagaimana harapan kita untuk seluruh hidup orang Papua di atas tanah Papua, yang secara filosofi seorang ibu yang melahirkan dan membesarkan kita di atasnya. Harapan kita kepada mereka yang berkuasa sebagai wakil dari yang maha kuasa (Allah) untuk  membawa dan menyuarakan seluruh aspirasi hidup kita di atas tanah ini; tetapi mereka juga ikut sebagai pelaku utama yang bermain. Secara waktu ke waktu kita semakin termarjinalisasi atas tanah kita sendiri bahkan kita ikut terkubur bersama isi alam yang dirampok. Kita tidak bisa hidup tanpa hutan “tanpa sawit kami bisa hidup tanpa hutan kami hidup dan mati habis”. Permasalahan tetap berhubungan erat dengan kemanusiaan adalah bagian dari praktik sistem tanpa kompromi masa depan masyarakat Papua atas tanah dan hutannya. Proyek-proyek Negara berupa pertambangan, perkebunan, dan berbagai investasi lain pergerakan ini juga berhubungan langsung dengan kekerasaan keamanan Negara secara khusus (TNI) sebagai perlindungan tempat vital Negara.

Banyak kasus terselubung lain antara elit lokal Papua dengan Jakarta untuk kepentingan yang manipulatif dan korup. Sehingga mempengaruhi kemajuan suatu daerah dan dengan tangan kekuasaannya untuk melakukan pembongkaran hutan di seluruh tanah Papua. Banyak kasus lain berhubungan dengan kepentingan sekelompok orang dan sangat mengancam seluruh hidup orang Papua dari berbagai aspek

Seluruh tanah di atas bumi Papua adalah tanah yang dimiliki masyarakat Papua bukan tanah kosong atau tanah Negara dan tanah pemerintah. Masyarakat harus ingat baik, jangan berikan izin kepada siapapun untuk lakukan hal yang merusak hutan kita. Sebagai anak Papua kita dipercayakan berada di posisi penting baik pemerintahan maupun dalam kursi parlemen kita punya tugas untuk menjalankan seluruh aspirasi dengan baik dan jangan merugikan orang asli Papua.

Bagaimana sebagai mahasiswa, tugas kita adalah menyuarakan seluruh persoalan yang terjadi atas tanah Papua. Tanpa membedakan kita sebagai anak Papua ko (kamu) dari Papua sana, ko (kamu) dari suku sana ko (kamu) dari kabupaten mana. Ingat sebagai generasi Papua harus bersatu dan berpikir bahwa seluruh persoalan di tanah Papua adalah persoalan milik bersama. Sekarang mari kita sadar dan berpikir bersama apa kita lakukan bersama untuk menyelamatkan seluruh tanah, hutan, manusia, dan seluruh isi kehidupan di atas tanah Papua. Orang tua mereka semua punya harapan di kita semua, untuk menyuarakan berbagai persoalan yang terjadi di atas tanah Papua. Kita harus menjelaskan kepada Negara ini, dengan tegas tanah kita bukan tanah kosong tetapi tanah kita, tanah yang ada isi dan ada kita. Semua terasa berat dan susah karena kita berjalan sendiri dan bersuara sendiri-sendiri, kita bersama pasti seluruhnya kita bekerja sama-sama dan ada langkah yang kita lakukan secara bersama.

Dengan persoalan ekonomi yang berkemabang dengan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Bagaimana langkah kita lakukan untuk mengatasi atau sebagai alternatif untuk menggantikan dan menggerakan seluruh ekonomi masyarakat. Yang utama pemerintah harus mengembangkan ekonomi sesuai dengan apa yang dimiliki masyarakat setempat dan konsep ekonominya harus melatih masyarakat untuk mandiri secara pengelolaan maupun manajemen.

Melalui kebijakan pemerintah setempat melakukan upaya yang konkret, tepat sasaran, dan menyentuh dengan kebutuhan masyarakat dan lebih utama adalah tidak mengancam keberadaan alam, budaya, dan aspek hidup lain. Seluruh tanah Papua banyak sumber ekonomi lain sebagai pengembangan ekonomi masyarakat maupun daerah bukan saja investasi besar-besar yang mengancam.

Saya menulis sesuai dengan pemahaman saya, yang mau menulis sesuai dengan judul di atas dengan tangan terbuka silahkan lanjutkan.

Penulis, Mahasiswa papua kuliah di Yogyakarta.

Berikan Komentar Anda