BALIK ATAS
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM
Papuan Voices Bakal Gelar Festival Film Papua ke-III di Sorong
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 7th Mei 2019
| 154 DIBACA
Wirya Supriyadi selaku Sekretaris Nasional Papuan Voices (baju hijau) ,Elis Apeyaka Bendahara PV Nasional (tengah) dan ,Harun Rumbarar selaku Kordinator Papua Voice Kabupaten Keerom (Jaket hitam) ketika jumpa pers di Kantor Jerat Papua (Foto: Gerrard/PapuaLives)

Jayapura,Papua Voice merupakan Komunitas Filmmaker Papua bakal Festival Film Papua ke tiga kalinya yang akan berlangsung di Sorong,Papua Barat hal itu di katakan dalam jumpa persnya,pada Senin (6/5/2019) bertempat dikantor LSM Jerat Papua yang dihadiri Wirya Supriyadi selaku Sekretaris Nasional Papuan Voices,Harun Rumbarar selaku Kordinator Papua Voice  Kabupaten Keerom dan Elis Apeyaka Bendahara PV Nasional.

Wirya Supriyadi menuturkan,” Papua adalah sebuah wilayah yang terdiri dari 312 suku asli dan masih menjaga baik pola-pola hidup nenek moyangnya.Pulau ini memiliki hutan menghampar luas, lautnya menyimpan berjuta jenis ikan dan tumbuhan sumber protein bagi kehidupan. Kandungan mineral di perut buminya, mulai dari minyak hingga emas, menjadikan pulau ini dipandang sebagai harta karun tak ternilai harganya. Papua adalah surga bagi para antropolog sekalligus bagi para investor pribumi dan mulltinasional yang melihat alamnya sebagai faktor produksi yang bisa mendatangkan keuntungan tak terperi”.

“Sesungguhnya, dalam konsep budaya Orang Papua, kaum perempuan mendapat tempat yang cukup baik, seperti pada beberapa suku yang menggambarkan perempuan dalam simbol-simbol keagungan seperti misalnya simbol pohon sagu yang artinya sumber kehidupan. Namun hal ini bukan berarti sama dalam praktek kehidupan sehari-hari dimana perempuan justru tidak mendapatkan banyak kesempatan untuk memuliakan dirinya”.

Dalam kehidupan keluarga sehari-hari kadang ditemui ada perempuan menyatakan tak mampu melawan kehendak suami atau keluarganya karena telah “dibeli” dengan harga “mahal”.Mereka harus bekerja keras dan menyimpan dengan rela berbagai bentuk ketidakadilan pada batin dan tubuh, sampai akhir hayatnya. Ironisnya, kaum perempuan sendiri merasakan bahwa ini adalah hal yang biasa, sudah takdir dan bahkan merasa apa yang dialaminya memang sudah semestinya diterima sebagai seorang perempuan.

Perempuan kampung di Papua sungguh menanggung beban berlapis-lapis dalam kondisi kekinian. Kekerasan berbasis gender terhadap perempuan dengan pelaku utama anggota keluarga, anggota masyarakat maupun aparatur negara, merupakan kenyataan yang dapat dijumpai setiap saat. Kekerasan yang dialami oleh perempuan ini terjadi baik di ruang domestik maupun publik, oleh keluarga, lingkungan, maupun pemerintah.

Saat ini isu Perempuan Papua banyak mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat.Narasi mama-mama Papua dalam pemberdayaan ekonomi, perlindungan keluarga, pendidikan, dan lain sebagainya, telah banyak terekam dalam benak orang Papua yang terus memperjuangkan keadilan.

Pada tanggal 06-09 Agustus 2019 mendatang, Papuan Voices akan kembali menyelenggara Festival Film Papua (FFP) ke-III . FFP Ke- III akan dilaksanakan di Kota Sorong, Papua Barat. Tema FFP II adalah “Perempuan Penjaga Tanah Papua”. Tema ini kami pilih sebagai sikap Papuan Voices terhadap situasi dan kondisi perempuan Papua di Tanah Papua dengan beragam tekanan yang dialami baik dibidang Ekonomi, Sosial, Budaya dan Sipil Politik namun tetap menjaga “Tanah Papua” “.

Kami berharap tema ini memberi ruang bagi para filmaker untuk mengabadikan perjuangan perempuan Papua di Tanah Papua terkait dalam menjaga kelestraian lingkungan dan pemenuhan hak Sipil, Politik, Ekonomi, Sosial dan budaya serta mendokumentasikan praktek baik yang kaum perempuan lakukan saat ini. Sehingga dapat memberikan kesadaran kritis khususnya bagi kaum perempuan Papua lainnya dan masyarakat adat Papua pada umumnya yang peduli tentang masa depan Tanah Papua .

Saat ini isu Perempuan Papua banyak mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat.Narasi mama-mama Papua dalam pemberdayaan ekonomi, perlindungan keluarga, pendidikan, dan lain sebagainya, telah banyak terekam dalam benak orang Papua yang terus memperjuangkan keadilan.

Pada tanggal 06-09 Agustus 2019 mendatang, Papuan Voices akan kembali menyelenggara Festival Film Papua (FFP) ke-III . FFP Ke- III akan dilaksanakan di Kota Sorong, Papua Barat. Tema FFP II adalah “Perempuan Penjaga Tanah Papua”. Tema ini kami pilih sebagai sikap Papuan Voices terhadap situasi dan kondisi perempuan Papua di Tanah Papua dengan beragam tekanan yang dialami baik dibidang Ekonomi, Sosial, Budaya dan Sipil Politik namun tetap menjaga “Tanah Papua” “.

Kami berharap tema ini memberi ruang bagi para filmaker untuk mengabadikan perjuangan perempuan Papua di Tanah Papua terkait dalam menjaga kelestraian lingkungan dan pemenuhan hak Sipil, Politik, Ekonomi, Sosial dan budaya serta mendokumentasikan praktek baik yang kaum perempuan lakukan saat ini. Sehingga dapat memberikan kesadaran kritis khususnya bagi kaum perempuan Papua lainnya dan masyarakat adat Papua pada umumnya yang peduli tentang masa depan Tanah Papua .

Kami berharap bahwa dengan adanya FFP Ke- III akan semakin banyak Filmmaker muda Papua yang akan berpartisipasi dalam mengirimkan karya -karya mereka.

Gerrard

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM