Balik Atas
Para Wakil Rakyat Terpilih Di Tanah Papua Jangan Mendustakan Suara Rakyat
 
Pewarta: Redaksi Edisi 09/10/2014
| 878 Views
Foto : ilustrasi wakil rakyat /ist
Para wakil rakyat (DPR), ibarat “Taman Kanak-Kanak” demikianlah kutipan Presiden ke-3 Republik Indonesia Bapak Almahum K.H Abdurahman Wahid (Gusdur). Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat  (DPR) adalah orang-orang  yang dipercayakan oleh rakyat, untuk menjadi perwakilan atau “penyambung lidah rakyat” di pemerintahan. Namun yang terjadi adalah para wakil rakyat (DPR) yang dipercayakan sering bermain-main dengan suara rakyat, ketika menjadi anggota DPR.
Di Papua sendiri, para wakil rakyat (DPR), baik di tingkat  Provinsi dan Kabupaten sudah terpilih dan kebanyakan yang dipilih pada periode ini adalah pendatang baru atau buka-muka baru, yang akan menjadi wakil rakyat bagi masyarakat Papua 

yang ada di daerah kabupaten maupun provinsi. Pertayaannya adalah apakah para wakil rakyat yang ada di seluruh Tanah Papua mampu mengembang amanat yang diberikan oleh masyarakat, dengan benar-benar memperjuangkan apirasi masyarakat, atau sebaliknya masyarakat hanya dijadikan sebagai “objek” untuk kepentingan pribadi, kelompok, dan partai dari setiap para wakil rakyat yang ada di di kabupaten dan provinsi di Tanah Papua? Kita tunggu kinerja mereka lima tahun ini.
Jangan Mendustakan Kepercayaan Masyarakat
Anggota DPR terpilih periode ini di Tanah Papua adalah mereka yang dipercayakan oleh seluruh rakyat Papua di daerah-daerahnya masing-masing, untuk menjadi wakil rakyat dalam waktu lima tahun kedepan. Melihat realitas yang terjadi pada pada anggota DPRP dan DPRD di Papua sebelumnya, ketika dipilih oleh rakyat dan terpilih sebagai wakil rakyat tidak memperjuangkan suara rakyat, melainkan hanya memperjuangkan kepentingan pribadi, kelompok, dan partainya.
Selain itu juga, para anggota DPRP dan DPRD di Papua yang dianggap oleh rakyat adalah orang-orang terbaik,  yang diutus oleh masyarakat untuk  menjadi wakilnya pada periode-periode sebelumnya, teryata hanya mengobar-ngabar janji lewat “bibir yang manis”, tetapi realitanya “mendustakan kepercayaan rakyat di Papua” demi kepentingan person, kelompok dan partainya anggota dewan tersebut.
Oleh Karen itu, masa lalu menjadi kenangan, untuk memperbaiki masa kini. Di harapkan kepada seluruh anggota DPRP, DPRD terpilih, baik di kabupaten dan Provinsi Papua pada periode 2014-2019 mendatang adalah mampu bekerja selama 5 tahun dengan selalu memperjuagkan aspirasi masyarakat dengan sungguh-sungguh dan jangan sampai ada “dusta” untuk rakyat di daerah kabupaten maupun Provinsi secara umum di Tanah Papua.
OLEH : ROBERTH YEWEN
PENULIS ADALAH AKTIVIS PMKRI DAN KINI AKTIF SEBAGAI KETUA UMUM CATOLIC STUDENT CENTER (CSC)
Berikan Komentar Anda
Link Banner