Pemkot Jayapura dan BNNP MoU Kampung Trada Narkoba

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano dan Kepala BNNP Papua Bambang Budi Santoso melakukan penandatanan Nota Kesepahaman KTN.

Jayapura,Pemerintah Kota  (Pemkot) Jayapura dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerjasama membangun peran serta masyarakat melalui Kampung Trada Narkoba (KTN) di Aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (28/09/2017).

KTN yang diterapkan di 14 Kampung dilingkungan Pemkot Jayapura, sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN).

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano mengatakan, Pemkot Jayapura menyisihkan dana kampung untuk dilakukan sosialisasi baik berupa tatap muka langsung, spanduk dan sebagainya.

“Ini sebagai langkah komitmen kami memberantas narkoba dan obat terlarang lainnya di Kota Jayapura yang dimulai dari kampung,” kata Benhur.

Untuk itu, Benhur mengingatkan kepada masyarakat secara khusus kepala kempung dan masyarakat kampung agar sama-sama memberantas narkoba, karena bisa merusak masa depan.

Kepala BNNP Papua, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso mengatakan, terkait KTN dimaksud yang dijadikan kampung percontohan BNN adalah Kampung Nafri.

“Nanti kami desain dan kami dampingin. Masyarakat yang melakukan beberapa aksi termaksud nanti ada pemasangan stiker, spanduk, lomba kebersihan terbaik narkotika termaksud terbentuknya relawan,” kata Bambang.

Agar KTN ini terlaksana, BNNP Papua meminta izin kepada Pemkot Jayapura untuk menfasilitasi guna merancang kampung bersih narkoba. Dengan harapan kampung lain di Kota Jayapura bisa terbentuk dengan swadayanya sendiri bukan dari BNN.

“Kami sangat memberikan apresiasi yang sangat besar terutama kepada Bapak Wali Kota yang sangat antusias mendukung program ini sehingga ke depan KTN ini menjadi contoh bagi kampung lainnya di Papua,” kata Bambang.

Pada kesempatan ini Bambang menghimbau kepada masyarakat agar melaporkan jika ada yang kegiatan mencurikan atau terindikasi narkoba supaya dilakukan rehabilitasi.

Pada kesempatan yang sama BNNP Papua melakukan pemeriksaan urine kepada kepala kampung. Namun yang baru melakukan pemeriksaan sebanyak 13 orang, sementara satu kepala kampung dikatakan sedang sakit.

 pasificpos.com
Berikan Komentar Anda