Pemprov Dorong Proses Hukum Bagi Media Penyebar Hoax Gubernur Diduga Terinveksi Corona
Pewarta: Redaksi
| 1000 Dibaca
EDISI TERBIT: 15 April 2020
Penjabat Sekda Papua Ridwan Rumasukun, ketikaa memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Senin (14/4/2020) sore. (Foto:Istimewa)

Jayapura, Pemerintah Provinsi Papua mengancam bakal melaporkan media massa maupun pihak-pihak yang dengan sengaja menyebar hoax, terkait keberangkatan Gubernur Lukas Enembe ke Jakarta, dalam rangka medical check up di RSPAD Gatot Subroto, Selasa Subuh.

Hal itu disampaikan Penjabat Sekda Papua Ridwan Rumasukun, dalam keterangan pers di ruang kerjanya, Senin (14/4/2020) sore.

Ia menyebut tak sepantasnya media massa memuat berita yang justru berpotensi meresahkan masyarakat tanpa mengkonfirmasi narasumber terkait. Untuk itu, pihaknya siap menempuh jalur hukum sebagai pembelajaran, agar hoax serupa tak kembali terulang kembali di masa depan.

“Kedepan kita akan lihat bagimana dengan media (yang menyebar hoax gubernur diduga terjangkit corona serta membawa 32 pengikut atau rombongan saat pemeriksaan kesehatan ke Jakarta)”.

“Kalau memang (terbukti menyebar hoax) kita akan ambil langkah dengan melaporkan ke pihak berwenang. Supaya menjadi pembelajaran bagi teman-teman media (sehingga lebih berhati-hati dan teliti dalam menulis),” tegasnya.

Ia jelaskan, keberangkatan Gubernur ke Jakarta dalam rangka medical check up, sebenarnya dijadwalkan pada satu pekan lalu. Hanya saja dikarenakan ada penetapan status siaga darurat menjadi tanggap darurat, maka kepala daerah mesti menyelesaikan seluruh tugas menyangkut penanggulangan Covid-19 di Papua.

Artinya,kepala daerah mesti berfokus menyelesaikan tugas serta menandatangani berkas maupun dokumen penting pemerintahan dengan diikuti sejumlah rapat-rapat hingga Senin (13/3/2020) malam. Lalu baru berkesempatan berangkat pada Selasa subuh.

“Dan keberangkatan ini pun karena didesak oleh dokter yang merawat beliau (gubernur). Karena seorang kepala daerah memang disediakan dana untuk check up rutin setiap tahun. Sehingga karena pertimbangan penerbangan tak ada, maka dicarterkan pesawat,” kata ia.

Ia membantah rombongan yang mendampingi berjumlah 32 orang. Jumlah yang sebenarnya, yakni hanya 9 orang sudah termasuk keluarga dekat, dokter dan gubernur.

Gubernur Lukas pun sebelum berangkat ke Jakarta dipastikan dalam kondisi yang sehat setelah sebelumnya memimpin rapat bersama tim Satgas Covid-19 Papua.

Sejumlah media sebelumnya menyebut Gubernur Papua dirujuk ke Jakarta karena diduga terinveksi virus corona.

Pemberitaan itu menampik berbagai reaksi masyarakat bumi cenderawasih di media sosial, sehingga Pemprov Papua akhirnya segera mengambil langkah klarifikasi guna meluruskan sejumlah pemberitaan hoax tersebut.

Humas Pemprov Papua

Berikan Komentar Anda
Share Button