BALIK ATAS
Pempus Diminta Tarik Kembali Pasukan TNI/Polri Dari Papua.
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 15th Desember 2018
| 360 DIBACA

Jayapura, Penyerangan yang tengah berlangsung di Kabupaten Nduga di Distrik Yigi oleh aparat gabungan TNI/Polri terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membuat masyarakat setempat mengalami ketakutan atau trauma yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, masyarakat diminta kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dalam hal ini petinggi negara untuk tarik kembali para anggota TNI/POLRI  yang sementara ini sedang bersiaga Kabupaten Nduga di Papua.

Masyarakat yang ada di kabupaten Nduga sudah melarikan diri ke hutan rimbah dikarenakan mereka (masyarakat Nduga)mengalami ketakutan yang sangat serius sehingga  Pempus diminta untuk segera ditarik kembali anggota TNI/POLRI yang sementara ini sedang bertugas di kabupaten Nduga.

Hal ini disampaikan salah seorang alumni PMKRI Cabang Jayapura berinisial SB kepada papualive.com di Jayapura, Sabtu, (15/12/2018).

Terkait masalah yang sedang terjadi di kabupaten Nduga, di Distrik Yigi yang diduga telah menewaskan 24 pekerja tersebut, para kepala daerah setempat diminta harus berupaya menyeselesaikan, agar kondisi dan situasi masyarakat setempat menjadi pulih kembali (mormal-red).

Peristiwa Nduga bukan masalah orang Papua atau pemerintah daerah kepada siapa tetapi masalah  tersebut menjadi perhatian bersama demi keutuhan negara ini sehingga harus bekerjasama dalam proses pencarian solusi penyelesaian masalah, karena lantaran bakal berpotensi luas kelak jika tidak terselesaikan,”tegasnya.

Kesempatan ini, menjadi kesempatan emas kepada setiap pasangan calon presiden dan wakil presiden rebublik Indonesia  untuk berupaya menyelesaikan peristiwa Nduga dan pelanggaran HAM yang terjadi selama ini  di Papua. Karena semua ini dibiarkan begitu saja maka kepercayaan masyarakat Papua kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini kepada presiden akan hilang.

“Berharap kepada presiden Indonesia Jokowi segera berupaya menyelesaikan semua jenis pelanggaran HAM yang terjadi di Papua termasuk peristiwa Nduga,”tururnya.

Mikael Edowai

Berikan Komentar Anda